Home

PESAN MINGGU INI

MEMPELAI KRISTUS

Wahyu 19:7-8 “Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Mempelai Kristus adalah merupakan lambang dari gereja Kristus. Dalam Wahyu 19 ini ada 2 pendapat tentang gereja Tuhan sebagai mempelai Kristus.

Pertama adalah pendapat mengenai mempelai Kristus yang sudah berada di surga sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali ke dalam bumi. Hal itu berarti sebagian pendalam Alkitab menafsirkan bahwa gereja sudah diangkat ke surga sebelum kedatangan Kristus. Alasan yang mereka angkat untuk pendapat ini adalah bahwa mempelai sudah berpakaian lengkap untuk memasuki perjamuan kawin Anak Domba. Kemudian berpakaian lengkap sebagai penjelasan bahwa orang-orang kudus telah berkarakter benar dan hidup kudus adalah kondisi gereja Tuhan yang sudah berada dalam surga. Sudah jelas bila perilaku benar dan hidup kudus adalah merupakan keadaan gereja Tuhan setelah berada di dalam surga. Sedangkan kejadian dalam Wahyu 19 ini adalah kejadian yang dijelaskan terjadi sebelum kedatangan Yesus yang kedua kali ke dalam bumi.

Kedua adalah sebagian pendalam Alkitab menafsirkan bahwa mempelai Kristus dalam perkawinan anak domba terjadi setelah kedatangan Kristus yang kedua kali. Para pendalam Alkitab ini berpendapat tak mungkin ada pesta perkawinan anak domba sebelum kedatangan Yesus yang kedua. Kemudian mereka berpendapat bahwa pengantin atau gereja Tuhan bisa hidup benar atau berpakaian lengkap di bumi ini, dan sesungguhnya haruslah demikian.

Pertanyaannya sekarang adalah yang manakah yang benar? Dalam hal ini perlu kita bijaksana dalam pengertian bahwa pengertian dan penafsiran selalu tidak mutlak benar dan haruslah terbuka pada kenyataan mungkin salah. Itulah sebabnya firman Tuhan tidak memberi kepastian waktu tepatnya kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Sebab itu firman Tuhan berulang-ulang dan dengan berbagai cara menganjurkan orang percaya bersiap-siap. Bersiap-siap dengan cara tetap setia kepada Yesus dan tetap juga setia membangun hidup kerohanian dan karakter semakin hidup kudus dan benar. Jangan pernah ragu tetaplah bersemangat mengikut Kristus karena cepat atau lambat Dia akan datang, percaya atau tidak percaya Dia pasti datang. Teruslah berusaha memiliki dan mengenakan pakaian lenan halus sebagaimana seharusnya mempelai Kristus. Teruslah berjuang memperbaiki hidup melalui perbuatan-perbuatan benar. Seperti rasul Paulus menyatakan bahwa betul kita belum sempurna, tetapi kita sedang berjalan, terus berjalan menuju kepada kesempurnaan.

Menanti Yesus datang ke-dua kali, pastikan bahwa saudara sedang berjalan menuju kepada kesempurnaan itu. Perlu juga menepis pendapat tidak mungkin hidup benar di bumi ini. Kita justru haruslah berjuang hidup benar, sebab tanpa kebenaran pastilah surga hanya impian belaka. Benar harus! Sempunra tidak mungkin. Tetapi teruslah melangkah kepada kesempurnaan. (MT)
Minggu 26 September 2021


[Pesan Mingguan 2021 Selengkapnya]