Home

PESAN MINGGU INI

KESEHATAN EMOSI

Efesus 4:26-27 “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis”

Semua orang mendambakan menjadi seorang yang memiliki kecerdasan intelektual dan berusaha mengarahkan semua potensi yang ada untuk mencapainya. Proses untuk menjadi seseorang yang mempunyai kecerdasan intelektual bukan saja harus siap mengorbankan waktu tetapi juga harus rela mengorbankan segala daya yang ada termasuk harta. Tanpa disadari semua potensi yang ada terfokus hanya kepada kecerdasan intelektual sehingga kecerdasan emosional tak mendapat perhatian. Hal itu berakibat seseorang justru kehilangan kesehatan emosinya. Padahal orang bijak berkata “Keberhasilan seseorang tidak tergantung pada kecerdasan intelektual melainkan sangat ditentukan oleh kecerdasan emosional”. Ada juga yang berpendapat bahwa orang yang mempunyai kecerdasan intelektual belum tentu mempunyai kecerdasan emosional, tetapi orang yang mempunyai kecerdasan emosional akan terbentuk menjadi seorang yang mempunyai kecerdasan intelektual. Rasul Paulus menulis kepada jemaat Efesus dari penjara. Dan bagian dari suratnya itu adalah supaya orang percaya mempunyai kesehatan atau kecerdasan emosional atau boleh juga disejajarkan dengan penguasaan diri.

Rasul Paulus dipenjara tanpa diadili juga tidak berbuat kejahatan, jadi sangat beralasan bila dia marah dan sakit hati disertai dengan rasa dendam. Tetapi rasul Paulus adalah sosok seorang yang mempunyai kecerdasan emosional sehingga dia sangat berhak mengajak semua orang percaya mampu mennguasai emosi atau kalaupun marah dengan alasan yang tepat, tidak sampai berdosa. Dan rasul Paulus pun melanjutkan cara tepat untuk tetap mempunyai emosi yang sehat dalam 1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”. Sangat penting bagi siapapun juga memiliki hati yang bersyukur. Dalam meresponi perlakuan orang lain tak perlu selalu dengan kemarahan. Bila kita berpikir sejenak selalu ada alasan untuk bersyukur kepada Allah, karena perlakuan orang lain biasanya memberi masukan penting untuk kebaikan.

Perlu kita pahami bahwa rasa syukur atau hati yang bersyukur adalah emosi yang paling sehat. Kesehatan emosi sangat penting bagi orang percaya,  karena bila emosi kita sehat ada banyak masalah yang dapat dihadapi dan diselesaikan dengan baik. Dan hati yang dipenuhi dengan rasa syukur hanyalah milik orang yang mempunyai kesehatan emosi. Jadi teruslah bersyukur. (MT)
Minggu 05 Desember 2021


[Pesan Mingguan 2021 Selengkapnya]