Klik di sini untuk melihat Pesan Mingguan 2025
PESAN MINGGU INI 18 JANUARI 2026
HIDUP EFEKTIF MEMBAWA JIWA
“Ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.” (Yakobus 5:20)
Istilah membawa jiwa kepada Kristus sering mendapat kritik, karena kita tidak mungkin membawa jiwa seseorang kepada Kristus; hanya diri orang itulah yang dapat melakukannya. Yakobus ternyata cukup tepat memberi jawaban bahwa membawa jiwa adalah membawa orang berdosa kepada Kristus untuk memperoleh keselamatan. Bila disederhanakan lagi, hal ini adalah bersaksi memberitakan Injil secara bertema kepada orang lain; dengan kata lain, memberitakan Injil sampai berhasil. Berhasil dalam pengertian sampai penerima Injil itu percaya kepada Yesus. Tugas kita adalah memberitakan Injil, dan yang membuat orang percaya adalah karya Roh Kudus.
Ada dua hal yang sangat penting dalam hal membawa jiwa kepada Kristus, yaitu pemberitaan dan pemberita. Pemberitaan merupakan berita yang dibagikan kepada orang berdosa atau jiwa yang akan diselamatkan. Berita yang harus dibagikan adalah Injil atau kabar baik, yang boleh juga disebut sebagai berita sukacita. Injil harus diberitakan sebagai kebenaran sejati, yaitu jalan keselamatan satu-satunya, Yesus Kristus. Pendosa penerima anugerah keselamatan itu dibawa kepada Yesus, bukan kepada pemberita.
Kemudian, hal yang sangat penting adalah pemberitanya. Hidup pemberitalah yang pertama kali dilihat oleh jiwa yang mau dibawa kepada Yesus Kristus. Oleh karena itu, hidup pemberita haruslah hidup dalam kebenaran, sesuai dengan pemberitaannya. Tidak cukup hanya hidup baik dan benar saja, tetapi juga harus hidup dekat atau berhubungan intim dengan Yesus melalui kehidupan doa yang tekun. Bila pemberitaan sudah benar dan pemberitanya juga hidup benar, hal itu akan menjadi efektif dalam membawa jiwa kepada Kristus.
Namun, sangat perlu dipahami bahwa dalam hal membawa jiwa kepada Kristus tidak lepas dari karya Roh Kudus. Tujuan utama dari bersaksi adalah keselamatan jiwa. Jadi, pastikanlah terlebih dahulu bahwa jiwamu sudah selamat sebelum membawa jiwa kepada Kristus untuk memperoleh keselamatan.(MT)
Minggu 18 Januari 2026
PESAN MINGGU INI 11 JANUARI 2026
MENJAGA PERKATAAN DAN PERBUATAN
“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3:17)
Ada hal-hal yang berhubungan dengan perkataan dan perbuatan yang tidak dijelaskan secara tegas apakah salah atau benar untuk dikatakan dan dilakukan. Dalam hal ini, ada kesempatan bagi orang percaya untuk mengalami tuntunan Roh Kudus, karena Dialah Penuntun itu. Namun, rasul Paulus tetap memberi arahan agar semua orang percaya semakin belajar untuk menentukan sesuatu yang sifatnya abu-abu—apakah benar atau salah untuk dilakukan.
Arahan praktis rasul Paulus bukanlah hal yang mudah, tetapi sangat penting, dengan syarat harus didasari oleh ketulusan hati. Rasul Paulus menyatakan, “Segala sesuatu yang kamu lakukan dan katakan, lakukanlah semua dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucap syukur.” Sesungguhnya, ada nilai-nilai hidup yang tidak secara tegas dinyatakan boleh atau tidak boleh dilakukan, dan untuk menentukan apakah benar atau tidak benar untuk dilakukan. Dalam hal ini, hendaklah semuanya dilakukan dalam nama Tuhan Yesus.
Hal ini berarti bahwa sebelum mengatakan dan melakukan sesuatu, hendaklah lebih dulu mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut :
- Pertanyaan pertama: “Layakkah atau benarkah perbuatan ini dilakukan dalam nama Tuhan Yesus?” Dalam hal ini, bila dilakukan, cukup memadaikah untuk memuliakan Allah? Bila memadai, boleh dilakukan; bila tidak, janganlah dilakukan.
- Pertanyaan kedua: “Dapatkah suatu kegiatan itu dilakukan dalam nama Tuhan Yesus?” Jadi, bila suatu kegiatan seperti syukuran ulang tahun dapat memuliakan Allah, boleh saja dilaksanakan, tentu kemasan acaranya dengan baik dan benar, serta tidak bertentangan dengan firman Tuhan.
- Pertanyaan ketiga: “Apakah yang dilakukan sesuai dengan nilai-nilai Kekristenan?” Bila ternyata sesuai, lakukan saja; dan bila bertentangan, jangan dilakukan.
- Pertanyaan keempat: “Apakah hal itu melemahkan atau menguatkan kehidupan iman?” Artinya, bila kegiatan dan perbuatan tersebut membangun kehidupan iman, lakukan saja; bila merusak, jangan dilakukan.
Jadi, bila ada suatu perbuatan yang tidak secara tegas dilarang atau diperintahkan dalam Alkitab, jangan kita segera berbuat atau langsung merasa berdosa untuk melakukannya. Tetapi bila layak dilakukan dalam nama Yesus untuk kemuliaan Allah, lakukanlah. Sebab bila Alkitab diam, kita perlu berhikmat; tetapi bila dengan tegas melarang atau memerintahkan, taatilah. MT
Minggu 11 Januari 2026
PESAN MINGGU INI 04 JANUARI 2026
ALLAH HADIR UNTUK MENYELAMATKAN KELUARGA
“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:” (Matius 1:21-23)
Lembaga pertama yang dibangun Allah bukanlah lembaga gereja ataupun lembaga negara, melainkan lembaga keluarga. Sebagai lembaga pertama dan terkecil, keluarga sangat penting bagi Allah, sehingga harus juga menjadi hal yang penting bagi umat-Nya. Berhubungan dengan hal itu, lembaga pertama yang terdampak akibat dosa pun adalah keluarga.
Adam dan Hawa menerima hukuman akibat dosa, yaitu maut atau keterpisahan dari Allah. Hukuman ini berlaku bagi seluruh manusia sepanjang zaman. Ada pula hukuman langsung yang harus diterima Adam dan Hawa, yaitu harus bersusah payah dan menderita dalam mencari nafkah. Keluarga Adam dan Hawa harus dibangun dengan perjuangan keras serta kesanggupan menghadapi berbagai pencobaan yang datang tanpa harus dicari.
Setelah anggota keluarga bertambah dengan kelahiran Kain dan Habel, masalah kembali muncul. Ketika mereka bertumbuh besar, terjadilah pertikaian akibat iri hati yang tidak terselesaikan, sehingga terjadi pembunuhan. Namun demikian, Allah tetap berinisiatif untuk melanjutkan kelangsungan keluarga. Kematian Habel, sebagai bukti nyata adanya kematian, direspons Allah dengan menghukum Kain dan memberikan Set sebagai pengganti Habel.
Walaupun manusia telah jatuh dalam dosa, Allah tetap memakai keluarga untuk melanjutkan kehidupan manusia. Injil Matius menyatakan bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa, dan keselamatan itu berlaku serta terbuka bagi semua orang. Yesus hadir dengan nama Imanuel, karena di dalam diri-Nya Allah menyertai manusia. Janji Yesus sebelum Ia naik ke surga adalah, “Aku menyertai kamu sampai kepada kesudahan zaman.” Dalam hal ini, Allah di dalam Yesus Kristus selalu menyertai orang percaya.
Ia hadir untuk menyertai umat-Nya, dan Ia hadir melalui sebuah keluarga, yaitu Yusuf dan Maria. Hal ini menjelaskan dengan sangat jelas bahwa Ia datang untuk menyelamatkan keluarga dan menyertai semua keluarga orang percaya. Karena itu, setiap orang percaya hendaklah menaruh iman kepada-Nya dan membuka hati untuk hidup selalu dalam penyertaan Allah. Semua keluarga umat Tuhan hendaklah senantiasa menyambut kehadiran-Nya, sebab Ia datang untuk menyelamatkan dan menyertai keluarga. MT
Minggu 04 Januari 2026




