PESAN MINGGUAN 2022

Pesan Mingguan Tahun Lalu : Pesan Mingguan 2021


PESAN MINGGU INI 16 JANUARI 2022

BERBUAH BAGI ALLAH

Yohanes 15:3-4 “Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku”.

Tuhan Yesus memberikan ajaran yang sangat mudah dicerna mengenai hubungan-Nya dengan orang percaya atau pengikut-Nya. Dia mengumpamakan hubungan-Nya dengan pengikut-Nya seperti hubungan pokok anggur dengan rantingnya. Dalam hal ini Yesus menjelaskan bahwa pokok merupakan sumber kehidupan pada ranting, karena ranting hanya akan hidup bila ranting tetap tinggal dan menyerap kehidupan pada pokok. Ranting tidak mempunyai kehidupan dari dirinya sendiri. Jadi bila mau terus hidup tidak ada pilihan, haruslah tetap tinggal pada pokok. Bukan hanya tinggal tetapi harus pula menyerap nutrisi dari pokok untuk melanjutkan kehidupannya. Tujuan pokok memberi nutrisi pada ranting bukan supaya hidup saja tetapi supaya menghasilkan buah pada waktunya. Orang percaya yang tinggal dalam Kristus menerima banyak berkat dari Yesus. Berkat pengampunan dosa, berkat keselamatan kekal dan juga berkat kuasa untuk tetap tinggal di dalam Dia.

Kemudian orang percaya yang tinggal di dalam Kristus bukan saja menerima berkat tetapi juga menerima tanggung jawab untuk mengerjakan keselamatan dan tetap tinggal dalam Kristus. Dalam bahasa Yunani “meno” artinya adalah tetap tinggal walaupun ada usaha-usaha dari luar dirinya yang mencoba berusaha memisahkannya. Mengikat tetap hidup melainkan haruslah juga berbuah pada waktunya, jadi haruslah melakukan tanggung jawab:

  1. Tanggung jawab pertama adalah membaca dan mendengar firman Tuhan secara teratur agar Firman itu terus terpelihara dalam hati dan pikiran. Firman Tuhan itu menjadi penuntun dalam bersikap setiap hari. Firman Tuhan ditaruh dalam hati agar tidak berdosa kepada Allah. Firman Tuhan adalah pelita dan terang dalam perjalanan iman yang terkadang harus berjalan dalam kegelapan dunia.
  2. Tanggung jawab  kedua adalah memelihara dan membangun hubungan dengan Kristus agar beroleh kekuatan baru setiap hari yang sangat dibutuhkan dalam membangun kerohanian. Persekutuan dengan Kristus itu akan menjadi motivator dan inspirator dalam membangun persekutuan dengan sesama.
  3. Tanggung jawab ketiga adalah taat dan setia pada firman-Nya dengan menjaga dan memelihara kemurnian hati. Tentu saja terus membuka hati kepada Roh Kudus agar Roh Kudus berbuah melalui kehidupan kita. Bila Roh Kudus berbuah melalui kehidupan akan dilanjutkan dengan fakta berbuah bagi Tuhan. Karena melalui kesaksian hidup dan hidup bersaksi akan berpotensi membawa jiwa-jiwa baru bagi kemuliaan Kristus.(MT)

Minggu 16 Januari 2022


PESAN MINGGU INI 09 JANUARI 2022

MENATAP KE DEPAN

Filipi 3:13 “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku”

Rasul Paulus melihat dirinya sebagai seorang pelari yang sudah sering mengikuti perlombaan yang berhasil memenangkan berbagai perlombaan. Dalam hal ini Rasul Paulus mengetahui bahwa setiap perlombaan mempunyai tingkat kesulitan dan tantangan sendiri. Ketika dia mengatakan aku melupakan apa yang telah di belakangku, tak bermaksud hal-hal yang terjadi di belakang sudah tak berguna lagi. Dia ingin mengatakan bahwa hal yang terjadi di belakang tak boleh dibiarkan untuk memberi dampak yang buruk terhadap perjuangan hidup dalam rangka terus melaju, terpacu dan maju menggapai hal-hal terbaik di depan. Kekalahan yang terjadi di belakang tak boleh kita jadikan alasan berhenti berjuang. Justru hal itu haruslah memotivasi untuk terus berjuang dan juga menghilangkan atau membuang penyebab kesalahan tersebut. Kemenangan yang sudah kita raih jangan membuat berpuas diri apalagi menjadi sombong. Biasanya mempertahankan status juara lebih sukar dari pada meraihnya, karena setiap pertandingan selalu mempunyai kesulitannya sendiri. Yang harus terus dilakukan adalah mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapan atau menatap ke depan.

Rasul Paulus telah berhasil membangun hidupnya menjadi seorang pengikut Kristus yang berhasil melepaskan diri dari pengaruh Yudaisme yang sudah lama mengikat dirinya. Dia sudah berulangkali memenangkan pergumulan hidup karena pemberitaan Injil. Di hadapan pengadilan negara dan pengabdian agama tak menyurutkan semangatnya untuk terus memberitakan Injil. Penjara pun tak mampu menghentikannya. Rasul Paulus terus menatap ke depan karena di depan masih ada perjuangan untuk dihadapi dengan harapan akan tetap menang. Melalui semuanya kemenangan itu Rasul Paulus hanya ingin semakin mengenal Yesus bukan mengetahui kemampuan pribadi. Karena mengenal Yesus adalah dasar untuk serupa dengan Yesus dalam kematian-Nya supaya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Tekad seperti yang dimiliki oleh Rasul Paulus perlu membuat semua pengikut Kristus dalam menghadapi bermacam-macam gangguan dan pencobaan. Artinya jangan pernah lemah dalam menghadapi kesulitan hidup.

Dampak negatif dari era covid-19 adalah kesulitan dalam segala bidang tetapi diikuti juga dengan dampak positif. Dampak positifnya adalah mengarahkan orang percaya bersandar kepada Allah dan memaksa semua orang percaya bertindak bijaksana dalam semua aspek kehidupan. Sama seperti Rasul Paulus yang menjadikan kesulitan hidup dampak dari masa sukar sebagai alasan untuk bertekad terus maju dalam perjuangan iman dengan tetap berserah kepada Tuhan. Tapi mengarahkan pandangan ke tujuan untuk semakin mengenal Allah. Hal itu berarti kita semakin menjauh dari dunia yang jahat sebagai bagian dari kehidupan lama kita yang berdosa. Sebab itu arahkanlah diri untuk indahnya hidup dalam Kristus. (MT)
Minggu 09 Januari 2022


PESAN MINGGU INI 02 JANUARI 2022

SELAMAT TAHUN BARU 2022

Yakobus 4:13, 15 “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” 

Sekarang kita betul-betul memasuki tahun 2022 karena masih tanggal 2 Januari maka dengan salam hangat penuh semangat saya mengucapkan selamat tahun baru 2022. Tuhan Yesus memberkati. Tentu kita sudah, sedang dan akan merencanakan banyak hal untuk kita lakukan satu tahun ke depan. Tidak ada salahnya merencanakan karena kata para motivator modern “gagal merencanakan adalah merencanakan kegagalan”. Tetapi firman Tuhan menganjurkan kita bila membuat rencana haruslah akrab dengan kalimat “Jika Tuhan menghendaki, kami akan berbuat ini dan itu”. Kalimat ini bukanlah kalimat kurang yakin bernada keraguan. Tetapi bila membuat suatu rencana harus selalu mempertimbangkan Allah dan kehendak-Nya.

Perlu kita pahami bahwa segala sesuatu yang kita ingin lakukan dan capai pada 1 tahun ke depan haruslah mendatangkan kebahagiaan sejati dan kehidupan yang berguna bagi Tuhan, bagi sesama dan bagi diri sendiri karera itu taatlah kepada Allah dan kehendak-Nya. Jadi haruslah kita menganut prinsip hidup “Jika Tuhan menghendakinya” dalam membuat rencana ke depan. Bila kita sudah membuat rencana, kita pun haruslah sungguh-sungguh mendoakan agar segala rencana yang kita buat terlaksana dan tercapai. Tetapi dalam doa kita harus pula berkata “Kehendak-Mulah yang jadi” (Matius 26:42). Berserah kepada kehendak Tuhan bukanlah suatu keraguan melainkan adalah kepastian bahwa hidup kita kini dan kelak ada di dalam perlindungan Allah. Rencana renungan saat teduh kita sepanjang tahun ini tidak luput dari perencanaan. Tiga(3) tahun ini renungan kita adalah pembacaan Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu, dilanjutkan pengenalan tokoh-tokoh dalam Alkitab, kemudian membahas kata-kata penting dalam Alkitab. 

Dan tahun 2022 ini kita akan menapaki perjalanan sejarah yang terisi dengan karya-karya Allah mulai dari kisah penciptaan dunia dan isinya. Tentulah pada awalnya yang berbicara tentang waktu yang terus melaju, bukanlah waktu yang kosong. Waktu itu terisi dengan berbagai peristiwa maka terjadilah atau terwujudlah sejarah panjang perjalanan hidup manusia. Kita pun akan menemukan fakta bahwa sejarah itu tetap berada dalam kendali Allah karena segala sesuatu terjadi adalah atas ijin-Nya.

Keselamatan manusia pun adalah rencana Allah yang terlaksana bersamaan dengan lajunya perjalanan sejarah. Itulah sebabnya boleh juga disebut sejarah kerajaan Allah. Panduan renungan ini tentunya yang utama adalah Alkitab dengan buku referensi ensiklopedi Alkitab dan buku sejarah suci. Mari kita terus belajar firman Tuhan yang pastinya memperkaya dan membangun hidup kita. (MT)
Minggu 02 Januari 2022