PESAN MINGGUAN 2022

Pesan Mingguan Tahun Lalu : Pesan Mingguan 2021


PESAN MINGGU INI 09 OKTOBER 2022

KARAKTER SAKSI KRISTUS

Matius 5:13a, 14,16 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Allah memberikan kuasa melalui kepenuhan Roh Kudus kepada saksi Kristus adalah karunia dari Allah. Kisah Rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Roh Kudus memperdalam kehadiran Yesus ke dalam hidup para saksi Kristus. Roh kudus mewujudkan kebenaran melalui kesaksian saksi Kristus nyata dan Kristus dimulaikan. Kuasa Roh Kudus yang bekerja melalui saksi Kristus tentu sangatlah mengagumkan, tetapi perlu diingat bahwa kesaksian tidak cukup hanya melalui kuasa dan karisma haruslah didukung oleh karakter yang benar dan baik. Karakter saksi Kristus justru lebih dulu diajarkan oleh Yesus sebelum memberi kuasa kepada saksi-saksinya. Dalam Injil Matius pasal 5 padat dengan ajaran untuk membentuk karakter para saksinya. Dalam ayat 13-16 adalah merupakan pesan yang padat bagi pengikut Kristus dalam memperjuangkan hidup benar di tengah masyarakat penerima kesaksian pengikut-Nya:

  • Pertama adalah menjadi garam dunia. Menjadi garam dunia tentu adalah pesan yang sangat luas dan padat, tetapi saya mau mengarahkan para saksi Kristus untuk mentaatinya sebagai perintah negatif dalam arti ada banyak perbuatan salah, buruk dan jahat yang tak boleh dilakukan bahkan seharusnya dijauhi. Dalam 10 perintah Allah, perintah negatif ini sangat mendominasi yang diawali dengan kata jangan. Jadi jangan melakukan dan bersikap yang bertentangan dengan standar moral Kristen yang berdasarkan firman Tuhan.
  • Kedua adalah menjadi terang dunia. menjadi terang dunia adalah perintah positif yang mengandung perintah untuk melakukan berbagai kebaikan. Perintah positif ini ada dua dalam dasa titah yaitu perintah beribadah dan menghormati orangtua. Jadi bila disingkat adalah membangun hubungan yang baik dan benar kepada Allah dan juga kepada manusia. Hubungan yang benar hanya dapat terbangun bila melakukan dan bersikap baik terhadap Tuhan dan sesama. Perkataan dan perbuatan kepada Tuhan dan sesama haruslah tetap dalam koridor kebenaran berdasarkan firman Tuhan.
  • Ketiga adalah hendaklah terangmu bercahaya di hadapan semua orang. Terang bercahaya adalah pesan untuk menjadi seseorang yang berkenan kepada Allah.

Jadi semua saksi Kristus tidak boleh berhenti untuk berjuang menjadi seorang pengikut Kristus yang semakin dewasa nyata melalui karakter yang semakin menyerupai Kristus. (MT)

Minggu 09 Oktober 2022


PESAN MINGGU INI 02 OKTOBER 2022

INJIL KEKUATAN ALLAH

Roma 1:16-17 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ”Orang benar akan hidup oleh iman.”

Rasul Paulus sudah menulis suratnya ke Roma, padahal dia belum pernah ke Roma. Tetapi dari semua suratnya, inilah yang paling panjang, paling teologis dan paling banyak berdampak membangun iman jemaat. Dia sangat berhati-hati dalammenulis karena tujuan suratnya adalah kota modern dan menjadi pusat peradaban pada zaman itu. Kemudian surat ini ditulis dalam rangka kehadirannya ke Roma pada waktu yang belum bisa ditentukan. Dia berusaha menyanggah tuduhan tak berdasarkan dari orang-orang yang membencinya. Dia pun berusaha memperbaiki persoalan yang terjadi dalam gereja sebagai pengaruh Yudaisme. Itulah sebabnya dalam suratnya ke Roma ini dia berusaha berkonsentrasi menjelaskan keunggulan, keutamaan Injil dari Yudaisme.

Rasul Paulus menjelaskan bahwa Yesus adalah Juruselamat bukan guru selamat, Yesus membawa keselamatan bukan guru agama. Ada satu pernyataan yang sangat tegas oleh rasul Paulus yaitu bahwa Injil adalah kekuatan Allah. Biasanya kita sangat memahami bila Injil adalah kasih dan kemurahan Allah. Tentu rasul Paulus sangat menyetujuinya, tetapi dia menyempurnakannya dengan hal yang lebih nyata lagi melalui pernyataan bahwa Injil adalah kekuatan Allah. Injil kekuatan Allah karena kokoh, teguh dan tak tergoyahkan. Berita keselamatan Injil adalah kekuatan Allah yang sempurna, karena teguh tak akan tergoyahkan. Tak akan ada kekuatan yang menandinginya. Injil adalah jaminan yang terkuat melebihi kekuatan doktrin agamawi, melebihi kekuatan pemikiran teologi, melebihi kekuatan pendapat yang bersumber dari miliaran penganut agama, miliran ilmuwan.

Jadi jelas bahwa jaminan kesehatan Injili adalah kekuatan yang teguh dan tak tergoyahkan. Kemudian berita keselamatan Injili adalah kekuatan yang tak tergantikan. Sejak banyak jiwa diselamatkan karena menerima berita Injil, banyak pula ajaran dan pendapat yang ditawarkan dunia untuk menggantikannya. Diawali dengan usaha-usaha Yudaisme yang merasa Injil itu tidak cukup haruslah ditambah dengan ajaran-ajaran agama, kemudian dengan munculnya berbagai filsafat dunia bahkan berbagai amal dan perbuatan baik untuk menggantikan, ternyata dengan berbagai pertimbangan semua gagal. Injil tak akan pernah tergantikan, sebab di dalamnya kebenaran Allah yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, karena orang benar akan hidup oleh iman. Injil adalah kekuatan Allah yang memberi jaminan hidup berkemenangan di bumi dan jaminan memperoleh keselamatan kekal. (MT)
Minggu 02 Oktober 2022


PESAN MINGGU INI 25 SEPTEMBER 2022

KEKAYAAN SEJATI

Lukas 12:19-20 “Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?”

Injil Lukas 12:13-21 ini adalah ajaran Yesus mengenai orang kaya yang bodoh. Disebut orang kaya yang bodoh karena kekayaannya bukanlah merupakan kekayaan yang sejati, melainkan kekayaan semu. Disebut semu karena kekayaannya menjadi tujuan hidupnya dan sumber kebahagiaannya. Yesus mengajarkannya agar orang percaya mempunyai sikap yang benar terhadap kekayaan. Yesus tidak memandang kekayaan sebagai sesuatu yang buruk, karena tidak ada yang salah bila orang percaya hidup kaya, yang salah adalah sikap hati kepada kekayaan itu. Ada beberapa hal yang perlu kita pahami agar kekayaan yang kita miliki adalah kekayaan yang sejati:

  1. Cara untuk memperoleh kekayaan itu. Janganlah mengumpulkan kekayaan dengan sikap yang tamak sehingga melakukan apa saja untuk memperoleh kekayaan. Karena yang menyenangkan  hati Tuhan bukanlah kekayaan melainkan proses yang dijalani dalam memperoleh kekayaan itu. Kalau prosesnya tidak sesuai dengan firman Tuhan bisa juga kaya tetapi kekayaan itu bukanlah kekayaan sejati. Karena kekayaan itu tentu tidak memberi kebahagiaan seutuhnya.
  2. Kekayaan bukanlah untuk diandalkan melainkan untuk digunakan secara baik dan benar, bukan untuk disombongkan melainkan untuk diabdikan dan disyukuri. Kekayaan memang adalah sesuatu yang dapat membuat seseorang dihormati dan dipuji banyak orang tetapi belum tentu menjadi seorang terhormat dan terpuji dalam pengertian yang sesungguhnya. Orang kaya di luar Tuhan akan menjadi penumpuk harta secara berlebihan karena takut miskin atau paling sedikit takut kalau kekayaan berkurang. Itulah sebabnya orang kaya yang bodoh itu bukan menikmati dan menggunakan kekayaannya secara baik dan benar tetapi menimbunnya untuk keamanan jiwanya pada hari-hari jauh ke depan.
  3. Kekayaan hanyalah bersifat sementara atau tidak akan dibawa mati. Itulah sebabnya Yesus mengajar umatnya agar tidak menyimpan harta di bumi melainkan di surga. Karena di bumi akan hilang sedangkan di surga akan abadi artinya milikilah kekayaan sejati dengan cara yang benar. Jangan mencari dengan cara yang bertentangan dengan firman Tuhan. Kemudian jangan ditumpuk, ditimbun dan diandalkan melainkan dipergunakan untuk melayani diri dan sesama serta melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya. (MT)

Minggu 25 September 2022


PESAN MINGGU INI 18 SEPTEMBER 2022

MEMBERI DENGAN SUKACITA

2 Korintus 9:7-8 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan”

Dalam perpisahan rasul Paulus dengan para penatua di Efesus, dia memuji jemaat di Efesus karena mempunyai semangat memberi. Rasul Paulus juga menyimpulkan bahwa prinsip memberi hendaklah dengan sukacita, dan untuk tetap mempunyai semangat memberi dengan tulus Rasul Paulus merangkum ajaran Yesus tentang memberi adalah “Lebih berbahagia memberi daripada menerima” (Kisah Para Rasul 20:35). Tetapi faktanya memberi bukanlah hal yang mudah, bahkan secara umum tentulah menerima jauh lebih menyenangkan daripada memberi. Tetapi dalam ajaran Yesus memberi adalah suatu nilai hidup yang berdampak memberi kebahagiaan bagi si pemberi juga si penerima, hanya saja si pemberi lebih berbahagia.

Dalam ajaran dan belajar memberi hendaklah diarahkan kepada nilai memberi dengan sukacita. Untuk menjadi pemberi dengan sukacita tentu bukanlah sesuatu nilai hidup yang langsung jadi, perlu melewati langkah-langkah penting. Karena memberi bukanlah hal yang mudah maka ada baiknya memaksakan diri untuk memberi, kemudian akan bertumbuh menjadi kewajiban dan bila terus belajar maka memberi akan menjadi kesenangan yang mengarah kepada memberi dengan sukacita. Untuk bertumbuh menjadi seorang yang memberi dengan sukacita perlu juga memahami ajaran Tuhan Yesus tentang memberi.

Dalam Matius 5:7 “Berbahagialah orang yang murah hati karena mereka akan beroleh kemurahan”. Orang yang murah hati adalah orang yang peduli kepada kesulitan orang lain dan mewujudkan kepeduliannya itu dengan kerelaan dan ketulusan hati untuk memberi. Kemurahan hati adalah dasar terbaik untuk menuntun orang lain kepada Kristus. Dengan mewujudkan kemurahan hati semua orang percaya akan memperoleh kemurahan dari Tuhan. Kemudian memberi bukanlah pilihan melainkan perintah Tuhan yang harus dilakukan. Jadi setiap orang percaya yang memberi persembahan, memberi perpuluhan dan pemberian lainnya adalah merupakan ketaatan kepada firman Tuhan. Dan perlu juga dipahami bahwa sukacita memberi adalah juga karunia Roh Kudus kepada orang percaya.

Jadi ada beberapa sikap yang perlu dibangun agar menjadi seorang pemberi dengan sukacita antara lain:

  • belajar dan melatih diri untuk memberi. Tidak mudah tetapi bila berpegang teguh kepada janji Tuhan pasti bisa.
  • Kemudian perlu kita ketahui bahwa memberi adalah perintah Tuhan jadi bila taat pastilah berbahagia dan beroleh berkat.
  • Akhirnya memberi adalah karunia Roh Kudus jadi keterbukaan hati kepada roh kudus dan taat tuntunan-Nya akan membentuk diri menjadi pemberi dengan sukacita. (MT)

Minggu 18 September 2022


PESAN MINGGU INI 11 SEPTEMBER 2022

MENGELOLA PEKERJAAN DENGAN BAIK

Pengkhotbah 9:7-8 “Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu. Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.”

Pesan penting yang perlu kita tahu adalah kerahkanlah seluruh kekuatanmu selagi engkau hidup. Hal itu penting karena kita tidak hidup di dunia ini untuk selamanya. Jadi kita harus mengisi waktu sebaik-baiknya semasih ada kesempatan. Hidup yang sudah terlewati tak akan terulang lagi, sebab itu tak ada pilihan terbaik dari pengerahan segenap hati dan jiwa untuk berkarya mulai sekarang juga.

Hidup dalam Tuhan jangan pernah mengambil jalan yang aman atau jalan pintas untuk hidup aman. Dia juga tak akan membawa kita ke jalan yang mudah. Bila segala sesuatunya menjadi mudah dan aman mungkin saja saudara akan melupakan Yesus, karena Dia tidak akan ambil bagian dalam hal-hal yang mudah. Mengelola pekerjaan dengan baik boleh saja mencobanya dengan cara yang sangat mudah, melalui kiat-kiat yang canggih tetapi hal itu bukanlah cara yang dikehendaki Allah, karena biasanya akan mengorbankan orang lain. Jadi kerja keras dan kreatif berpikir cerdas dan bertindak cepat adalah cara praktis yang harus dilakukan. 

Dalam ayat 10 sangat jelas menandaskan: Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. Hal ini sama dengan pesan rasul Paulus  kepada jemaat di Kolose yang terdapat dalam Kolose 3:23 “Pekerjaan apa pun yang kita lakukan, kita harus mengerjakannya dengan segenap hati seperti bekerja untuk Tuhan”. Selain bekerja keras dan berpikir cerdas harus pula bertindak dan bersikap iklas dalam menikmati dan mengisi waktu yang diberikan Tuhan selama kita hidup di atas muka bumi ini.

Para pekerja yang baik mengelola pekerjaannya tidak boleh juga lalai untuk menikmati apa pun yang diberikannya kepada kita. Roti dan anggur adalah hasil kerja keras untuk dinikmati menyehatkan tubuh. Tetapi ingat bahwa kita makan untuk hidup bukan hidup untuk makan. Jadi jaga kesehatan tubuh dan kesehatan rohani.

Ada orang yang menyatakan tujuan hidupnya dengan kalimat “Saya ingin mati muda pada usia yang sangat tua”. Artinya dia ingin terus bergerak, berjuang, bernyanyi, memuji Tuhan, tertawa menikmati kehidupan sampai aku meninggalkan dunia ini. Jadi mengelola pekerjaan dengan baik tak boleh dipisahkan dengan mengelola kehidupan dengan baik agar tercipta keseimbangan dalam menjalani kehidupan. (MT)
Minggu 11 September 2022


PESAN MINGGU INI 04 SEPTEMBER 2022

KEUANGAN YANG SEHAT

Ibrani 13:5-6 “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

Tahun kesehatan rohani adalah merupakan kesempatan bagi semua pengikut Kristus yang berjemaat di Gereja Bethel Indonesia untuk fokus membenahi diri agar terbentuk menjadi seorang yang sehat secara rohani. Salah satunya adalah mempunyai keuangan yang sehat. Mempunyai keuangan yang sehat janganlah diartikan mempunyai uang yang banyak atau mempunyai kecukupan dan kelimpahan secara keuangan. Sebab ada banyak orang yang mempunyai uang yang sangat banyak tetapi justru tidak mempunyai keuangan yang sehat. Keuangan yang sehat hendaklah dihubungkan dengan cara memperoleh dan menggunakan uang. Itulah sebabnya dalam Ibrani 13:5 sangat jelas bahwa  firman Tuhan menandaskan bahwa semua orang percaya “Jangan menjadi hamba uang”. Orang yang menjadi hamba uang pasti melakukan apa saja untuk memperoleh uang dan menggunakan uangnya untuk hal-hal yang kadang-kadang menjerumuskan dirinya kepada hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Tetapi tidak sedikit juga yang sangat kikir bahkan pelit untuk dirinya sendiri.

Nasehat supaya jangan jadi hamba yang didahului dengan peringatan agar jangan hidup tidak bermoral atau terjemurus kepada kedursilaan. Keserakahan dan kedursilaan adalah dampak dari kehidupan yang dikuasai uang, karena yang membuatnya bisa melakukan apa saja untuk melampiaskan keingiannya dan nafsu daging serta nafsu keserakahannya. Kemudian orang yang mempunyai keuangan yang sehat adalah orang yang mencukupkan diri dengan apa yang ada padanya. Orang yang mencukupkan diri dengan apa yang ada padanya adalah orang yang menjadikan uang menjadi hamba. Artinya dia yang mengatur uang dan bukan uang yang mengatur dirinya. Itulah sebabnya dia memperoleh uang dengan cara-cara yang benar dan mengunakan uang untuk hal-hal yang benar dan tepat. Dia tidak melayani uang melainkan menggunakan uang untuk melayani.

Selanjutnya orang percaya yang mempunyai keuangan yang sehat mengabdi kepada Allah bukan mengabdi kepada uang. Uang yang banyak tidak membuatnya abai terhadap pertolongan Allah dan pada saat kekurangan uang dia selalu berharap kepada pertolongan Allah. Orang percaya yang mempunyai keuangan yang sehat tidak akan pernah menjadi hamba uang karena selalu mencukupkan diri dengan apa yang ada dan selalu hidup berharap kepada Allah. (MT)
Minggu 04 September 2022


PESAN MINGGU INI 28 AGUSTUS 2022

KOMUNITAS YANG SALING MEMBANGUN

Ibrani 10:24-25 “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”.

Pada akhir zaman ini adalah fakta bahwa hari kedatangan Tuhan sudah semakin mendekat. Mungkin ada banyak orang tidak percaya, tetapi percaya atau tidak percaya Tuhan pasti akan datang. Tak lama lagi Tuhan Yesus akan datang semakin jelas karena waktu itu semakin cepat berlalu dan kesempatan hidup terasa semakin singkat walaupun satu hari tetap 24 jam. Jadi Tuhan datang menjemput orang percaya atau orang percaya pergi menemui Tuhannya sama saja nilainya yaitu memasuki hidup kekal untuk memperoleh keselamatan dan kebahagiaan abadi. Jadi untuk mengisi waktu yang singkat itu semua orang percaya hendaklah hidup dalam suatu komunitas yang sehat.

Hal paling membahayakan pada akhir zaman ini adalah banyaknya bermunculan penipuan-penipuan berupa ajaran-ajaran yang menyimpang dari kebenaran. Kemudian fakta terjadinya degredasi moral para pemimpin rohani membuat orang percaya kehilangan figur seorang pemimpin rohani yang dapat dijadikan menjadi teladan dalam perjalanan iman sebagai seorang pengikut Kritsus. 

Jadi sekali lagi perlu semua orang percaya haruslah memastikan hidup dalam komunitas yang sehat:

  • Komunitas yang sehat adalah komunitas yang dipimpin oleh seorang yang mempunyai ajaran yang benar, setia kepada firman Tuhan dan tidak mudah terombang ambing oleh ajaran-ajaran yang deras mengalir memasuki gereja.
  • Kemudian komunitas yang sehat adalah komunitas yang dipimpin oleh seorang yang hidup bersih secara moral juga tidak seorang yang cinta uang yang terwujud dengan sikap memperkaya diri sendiri.

Kalau suatu komunitas dipimpin oleh seorang yang benar secara rohani dan benar secara moral barulah kita berbicara dan mempaktekkan hidup saling membangun. Hidup saling membangun diwujudkan melalui saling memperhatikan, saling peduli dan saling mendorong melalui tindakan kasih yang nyata dan tindakan kebaikan yang praktis. Kalau hal itu yang terjadi maka kebiasaan meninggalkan persekutuan ibadah akan bisa diatasi. Justru yang terjadi adalah semakin giat bersekutu, semakin tekun beribadah, semakin penuh sukacita dalam memuji Tuhan dan semakin cinta Tuhan dan firman-Nya. Dan jangan lupa bahwa kita masing-masing adalah bagian dari komunitas yang sehat itu, jadi mari kita mulai dari diri kita sendiri. (MT)

Minggu 28 Agustus 2022


PESAN MINGGU INI 21 AGUSTUS 2022

MENJADI BERKAT BAGI MASYARAKAT

1 Petrus 3:15 “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat”.

Semua pengikut Kristus yang sejati diberkati Tuhan untuk memberkati sesama dengan kata lain hidup menjadi berkat bagi masyarakat dimana dia hidup dan berada. Sebagai umat tebusan Allah sudah harus dan sepatutnya menguduskan Kristus dengan setulus hati sebagai Tuhan dan penguasa tunggal dalam hidup. Hal itu berarti menghormati dan mengabdi kepada Kristus secara bertanggung jawab dengan hidup menjadi berkat bagi masyarakat.

Ada 2 hal yang perlu dipahami menjadi berkat bagi sesama:

  1. Menjadi berkat atau memberkati adalah membangun hubungan baik. Dalam membangun hubungan baik tentu tidak dipisahkan dengan hidup mengasihi.
    • Kasihlah yang membuat kita mampu menerima dan menghormati orang lain apa adanya mereka.
    • Kasihlah yang memampukan kita dapat beradaptasi dan memberi respon yang tepat dan benar terhadap sikap orang lain kepada diri kita.
    • Kasihlah yang membuat kita sabar, hormat dan lemah lembut dalam hal berkomunikasi dan membangun hubungan yang baik dan benar di tengah masyarakat di mana kita hidup.
  2. Memperkatakan atau mengabarkan Injil kepada semua orang di mana kita hidup dengan kata lain bersaksi.
    • Menjadi berkat bagi masyarakat adalah bersaksi secara bertanggung jawab atau bersaksi melalui perkatan dan perbuatan.
    • Menjadi berkat tidak boleh menikmati sendiri keselamatan dan lalai memperkatakan Injil kepada orang lain. Tugas kita adalah memberitakan tentang Kristus Yesus yang menyelamatkan. Resiko dalam memberitakan adalah kemungkinan ditolak hingga diusir secara kasar. Dalam hal ini haruslah sadar dan tetap berbesar hati dan jangan sampai berhenti dalam bersaksi, karena Firman yang sudah kita perkatakan tidak akan kembali dengan sia-sia. Tetapi setelah kita memberitakan berarti kita telah memberi pertanggung jawaban sebagai bagian dari hidup menjadi berkat bagi masyarakat.
    • Kemudian bersaksi haruslah disertai dengan perilaku yang benar dan perbuatan yang baik.
    • Bersaksi secara bertanggung jawab adalah hidup benar sesuai dengan Injil yang diberitakan.

Injil adalah wujud dari kasih Allah kepada manusia berdosa sebab itu pemberitanya juga haruslah mewujudkan kasih kepada penerima beritanya melalui perbuatan-perbuatan baik yang nyata. (MT)

Minggu 21 Agustus 2022


PESAN MINGGU INI 14 AGUSTUS 2022

SENI BEKERJA SAMA

Roma 12:15-16 “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!”

Dalam suatu komunitas, bekerja sama adalah merupakan hal yang sangat penting. Dalam sebuah lembaga dan perusahaan selalu membuat sistem kerja yang mengarahkan setiap personil haruslah bekerjasama, dan bila tidak mau bekerjasama akan tersingkir. Fakta nyata dalam hidup sehari-hari, semua manusia membutuhkan orang lain, karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin hidup sendiri. Allah menciptakan manusia berbeda-beda agar manusia itu saling membutuhkan. Perbedaan yang memperkaya manusia itu menjadi sangat produktif bila diarahkan kepada pola kerjasama yang baik. Kerjasama itu tidak mudah karena manusia mempunyai kecenderungan mementingkan diri sendiri. 

Alkitab menjelaskan bahwa bekerja sama itu adalah bagian dari seni kehidupan yang harus diperjuangkan, dipelajari untuk dipraktekkan. Rasul Paulus menjelaskan bahwa salah satu seni bekerja sama adalah kesediaan diri bersukacita dengan orang yang bersukacita dan menangis dengan orang yang menangis. Dengan kata lain bekerja sama adalah kemampuan memposisikan diri pada posisi orang lain dalam rangka untuk menolong dan memberi dampak yang baik dan benar. Kemudian seni bekerjasama adalah sehati, sepikir dengan orang lain dalam satu komunitas. Dalam hal ini bila suatu komunitas telah menentukan tujuan haruslah bersama menyatukan langkah dan usaha untuk mencapainya. 

Perlu juga dipahami bahwa sehati sepikir tidak selalu sependapat. Bila komunitas telah menyumbang pendapat maka hasil kata sepakat itu haruslah dilakukan dan dicapai dengan kesehatian walaupun tidak sesuai dengan pendapat kita. Selanjutnya seni bekerjasama lainnya dapat dilakukan orang-orang yang pandai bukan orang yang menganggap dirinya pandai. Orang pandai biasanya sadar akan keterbatasannya sehingga dia membutuhkan orang lain untuk melengkapinya. Itulah sebabnya firman Tuhan penuh dengan pesan untuk memotivasi orang percaya agar terus belajar semakin pandai. Tetapi firman Tuhan tegas melarang menganggap diri pandai karena sudah pasti tidak mau lagi belajar, tak membutuhkan orang lain dan sudah pasti tidak mau dan tidak mampu bekerjasama. (MT)
Minggu 14 Agustus 2022


PESAN MINGGU INI 07 AGUSTUS 2022

PERKATAAN YANG MENJADI BERKAT

Yakobus 1:19;26 “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya”.

Dalam Yakobus 3:1-12 ditulis cukup panjang mengenai dosa karena lidah. Dosa karena lidah diawali dengan nasehat “Janganlah banyak di antara kamu mau menjadi guru”. Kalimat awal ini menjelaskan bahwa guru, pendeta dan para pemimpin adalah orang-orang yang harus banyak menggunakan lidah sehingga sangat berpotensi melakukan dosa karena lidah. Para hamba Tuhan adalah pribadi yang dituntut banyak berbicara, tetapi logikanya perkataannya hendaklah perkataan sarat makna agar menjadi berkat bagi pendengarnya. Sulitkah? Jelas sulit karena hamba Tuhan sama dengan manusia lainnya yang sangat cepat membicarakan apa yang dilihat, dirasa dan dialaminya. Tetapi sebelumnya Yakobus sudah mengawali wejangannya kepada gereja Tuhan agar cepat mendengar, lambat berkata-kata dan lambat marah.

Ketiga nilai kehidupan ini dapat dijadikan syarat untuk melakukan agar perkataan-perkataan yang keluar dari mulut menjadi berkat:

  1. Cepat mendengar. Ada kallimat bijak yang perlu kita pahami yaitu dunia membutuhkan banyak pendengar yang baik bukan pembicara yang fasih. Manusia pada umumnya lebih tertarik menjadi pembicara yang fasih dari pada menjadi pendengar yang baik. Pendengar yang baik tidak selalu menjadi pembicara yang baik, tetapi sudah pasti menjadi seorang yang hati-hati dalam berbicara karena sangat selektif dalam memilih kata-kata dalam hal berbicara dengan orang lain.
  2. Lambat untuk berkata-kata. Orang yang lambat berkata-kata biasanya tidak berbicara berdasarkan emosi melainkan berdasarkan pemikiran yang matang. Juga tidak berbicara melampiaskan perasaan sendiri melainkan berbicara mempertimbangkan perasaan orang lain.
  3. Lambat untuk marah. Pendengar yang baik dan orang yang lambat berbicara dengan sendirinya akan menjadi lambat marah. Karena dia akan menjadi terbiasa menguasai emosinya. Perkataannya tak pernah berdasarkan emosi melainkan berdasarkan pemikiran yang matang.

Dengan demikian perkataannya menjadi perkataan yang memberkati dan menyejukkan hati dan telinga pendengarnya. (MT)

Minggu 07 Agustus 2022


PESAN MINGGU INI 31 JULI 2022

PENGHALANG RELASI SEHAT

Yesaya 59:1-2 “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu”.

Tuhan Yesus telah mengorbankan diri-Nya untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara diri-Nya dengan manusia berdosa. Manusia berdosa tak akan pernah mampu membangun hubungan dengan Allah. Manusia beragama tentu sangat baik, tetapi bila hanya beragama saja tak akan pernah mampu membangun hubungan dengan Allah. Orang beragama belum tentu mempunyai hubungan yang harmonis dengan Allah, tetapi orang yang mempunyai hubungan yang harmonis dengan Allah sudah pasti menjadi penganut agama yang baik dan benar. Hal itu perlu dipahami karena hubungan yang harmonis dengan Allah terjadi adalah bila masalah dosa sudah terselesaikan. Itulah sebabnya untuk menyelesaikan dosa perusak hubungan Allah dengan manusia, Allah menjadi manusia sempurna yang hidup tanpa dosa. Dan sebagai Tuhan yang menjadi manusia tanpa dosa Dia terhukum untuk menanggung dosa manusia. Di dalam Kristus dosa perusak hubungan Allah dengan manusia telah diselesaikan.

Jadi semua yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya telah mempunyai hubungan dengan Allah karena di dalam Kristus jembatan penghubung telah dibangun. Tetapi melalui pengorbanan Kristus untuk membangun hubungan Allah dengan manusia memberi pesan yang berlaku abadi yaitu dosa akan selalu perusak hubungan harmonis antara Allah dan pengikut Kristus. 

Sesungguhnya pendengaran Allah sangat tajam kepada doa-doa umat-Nya tetapi dosa sangat berpotensi menghalangi pendengaran umat-Nya kepada suara dan firman Allah. Tangan Allah sangat kuat untuk menjangkau umat-Nya tetapi dosa sangat berpotensi melemahkan tangan orang percaya memegang tangan Tuhan untuk mengikuti tuntunan-Nya. Sangat jelas bahwa perusak hubungan harmonis dengan Allah adalah dosa dan kejahatan manusia. Berdasarkan fakta ini maka sangat jelas penyebab disharmonisasi antara Allah dan manusia bukanlah pada Allah melainkan pada manusia itu sendiri. Allah akan dan selalu mengasihi manusia tetapi manusia akan dan selalu terbuka kepada dosa dan kejahatan. Allah Maha Kasih itu akan selalu berinisiatif membangun hubungan atau mendekat kepada manusia tetapi manusia sangat berpotensi menjauh dari Allah. Mengapa demikian, karena dosa dan kejahatan manusia. Jadi walaupun kita sudah dibebaskan dari hukuman akibat dosa, kita harus terus berjuang melawan hingga mematikan dosa yang sangat berpotensi merusak hubungan harmonis kita dengan Allah. (MT)
Minggu 31 Juli 2022


PESAN MINGGU INI 24 JULI 2022

MENGIMANI DAN MELAKUKAN FIRMAN

Mazmur 1:1-2 “1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”

Kitab Mazmur ini adalah merupakan bagian dari Alkitab yang paling sering dibaca karena selain kalimat-kalimatnya yang puitis termasuk juga merupakan karya sastra yang mudah dicerna dan dipahami. Mazmur bukan hanya sering dibaca tetapi mungkin paling banyak orang membacanya, karena sangat terbuka kepada publik. Tetapi ada hal penting sebagai pegangan utama setiap pembaca Mazmur, yaitu Mazmur adalah firman Tuhan yang ditulis dan digubah berdasarkan pengalaman spiritual pemazmur. Biasanya tekanan utamanya pengakuan yang tegas dan kuat terhadap kebenaran firman Tuhan. Dan pesannya adalah firman Tuhan tak cukup diketahui tetapi haruslah diterapkan dalam hidup sehari-hari, firman Tuhan tak cukup diimani tetapi juga harus dilakukan, sebab itu firman Tuhan adalah menjadi dasar dalam bersikap dan standar moral dalam membangun perilaku.

Dalam Mazmur 1 dan seluruh kitab Mazmur, kehidupam umat dijelaskan melalui kegiatan berjalan, berdiri dan duduk. Bila ingin berbahagia dalam perjalanan hidup maka berjalanlah pada jalan kebenaran sesuai dengan standar firman Tuhan. Bekerjalah secara benar dan hiduplah dalam kebenaran untuk memulikan nama Tuhan. Kemudian bila ingin hidup berbahagia saat berdiri dalam pijakan dan jalan yang benar berdiri dan berpijaklah secara stabil dan setia pada dasar yang benar yaitu firman Tuhan. Jangan pernah tergoda untuk berdiri di jalan orang berdosa. Selanjutnya bila mau menikmati hidup bahagia dalam komunitas, hiduplah dan duduklah dalam persekutuan orang benar jangan dalam kumpulan pencemooh. Bila umat Tuhan berjalan secara benar dan hidup benar, kemudian berdiri dan berpijak pada kebenaran, selanjutnya hidup dalam komunitas yang mencintai kebenaran sudah pasti mengimani dan melakukan firman Tuhan, hal itu pasti karena kesukaannya adalah firman Tuhan. Mereka berbahagia karena dianalogikan dengan pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya. Pohon yang selalu menyerap air dari aliran air itu adalah gambaran dari anak Tuhan yang selalu membaca dan merenungkan firman Tuhan. Firman Tuhan yang dibaca itu diyakini, diserap dengan baik sehingga menjadi tuntunan dan standar dalam bersikap dan bertindak serta berperilaku. (MT)
Minggu 24 Juli 2022


PESAN MINGGU INI 17 JULI 2022

HIDUP DALAM ANUGERAH TUHAN

Efesus 2:8-10 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”

Ada banyak yang dapat diusahakan dan dikerjakan oleh manusia. Bukan hanya dapat tetapi juga mengagumkan. Kemudian pekerjaan dan usaha yang dilakukan pun bukanlah hal-hal yang biasa dan mudah dilakukan tetapi juga hal-hal yang luar biasa yang menuntut kecerdasan, kekuatan, kreatifitas dan biaya yang sangat besar untuk menyelesaikannya secara tuntas. Faktanya manusia dapat melakukannya dengan tepat waktu dan hasil yang sangat memuaskan dan sungguh mengagumkan. Tetapi ada banyak hal yang tidak dapat dicapai oleh manusia melalui usaha, pekerjaan dan karya serta kreatifitasnya yang sangat mengagumkan itu:

  • Manusia mampu mengolah beberapa santapan yang lezat, tetapi tak cukup kreatif untuk mencipta selera makan.
  • Manusia cukup cerdas memahami usaha -usaha yang dapat dilakukan untuk hidup sehat dan mempunyai kreatitifas untuk menciptakan berbagai obat, tetapi tak mampu juga untuk menciptakan kesehatan dan menjamin kesembuhan.
  • Manusia mampu membuat tempat tidur yang empuk dan nyaman tetapi tetap tak mampu untuk menciptakan kenyenyakan tidur yang sempurna.

Faktanya sangat banyak yang tak dapat dicapai oleh manusia dan umumnya hal-hal yang tak dapat diusahakan manusia itu adalah justru yang utama dan terpenting dalam kehidupan manusia itu. Dan suatu yang tak dapat diusahakan dan dicapai oleh manusia dengan usahanya sendiri adalah keselamatan kekal atau kehidupan abadi. Keselamatan itu adalah anugerah atau pemberian Tuhan kepada manusia. Jadi hidup dalam keselamatan adalah hidup dalam anugerah Tuhan. Manusia tak mampu memperoleh keselamatan dengan usaha sendiri karena manusia adalah ciptaan atau buatan Allah.

Jadi manusia tak mampu menyelamatkan diri sendiri sama dengan manusia tak mampu menciptakan diri sendiri. Mungkin kita berpikir bahwa perbuatan baik kita mampu dan sangat berpotensi menyelamatkan diri kita dari maut atau kematian kekal. Pemikiran ini sangat logis dengan konsep berpikir kalau bukan perbuatan baik tentu hal-hal lainnya sudah pasti sangat tidak memadai lagi untuk menyelamatkan diri sendiri. Betul, karena kita sesungguhnya diciptakan dalam Kristus Yesus melakukan pekerjaan baik. Pekerjaan baik kita bukanlah untuk memperoleh keselamatan, tetapi karena kita sudah memperoleh keselamatan di dalam Kristus Yesus. Semua umat penerima anugerah atau hidup dalam anugerah Tuhan harus pula membuktikan anugerah Tuhan melalui karakter indah dan perbuatan. (MT)
Minggu 17 Juli 2022


PESAN MINGGU INI 10 JULI 2022

DOA YANG DIJAWAB

Matius 6:6 “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Berdoa adalah merupakan salah satu topik yang sangat penting dalam khotbah dan ajaran Yesus di bukit, mengenai hidup sesuai dengan nilai-nilai kerajaan Allah. Hal itu memberi pesan bahwa hidup dalam kerajaan Allah tak dapat dijalani dengan benar tanpa kehidupan doa yang baik dan sungguh-sungguh. Yesus memberi pengarahan praktis bagaimana seharusnya dan sebaiknya umat-Nya berdoa. Berdoa bukanlah merupakan suatu ritual agama yang perlu dipamerkan, bukan pula kalimat indah yang panjang yang pantas dibanggakan bukan pula prestasi rohani yang diukur melalui panjangnya doa yang dipanjatkan.

Bapa sudah mengetahui permohonan umat-Nya sebelum berdoa, tetapi berdoa harus tetap dilakukan dengan sungguh-sungguh. Jadi berdoa bukanlah berbicara mengenai dikabulkan atau tidak dikabulkan permohonan melainkan adalah mengenai terjadinya suatu hubungan yang terbangun antara umat dan Allahnya bagaikan hubungan intim antara anak dan bapanya. Berarti bukanlah pengabulan doa itu yang utama melainkan doa itulah yang utama. Artinya doa hendaklah berorientasi pada hubungan bukan pada pengabulan. Itulah sebabnya Yesus menganjurkan agar pendoa berdoa di tempat tersembunyi kepada Bapa yang tersembunyi yang melihat segala sesuatu yang tersembunyi. 

Berdoa di tempat tersembunyi dapat diartikan berdoa pribadi di tempat yang khusus dan mengasingkan diri dari keramaian yang tak dilihat dan diganggu orang lain. Berdoa kepada Allah yang tersembunyi adalah membangun hubungan dengan Allah yang tak terlihat secara kasat mata namun Dia nyata, dapat dipercaya dan dapat dirasa, karena hati dan rohlah yang berbicara yang oleh iman menjadi fakta pertemuan yang indah dan akrab. Dia melihat yang tersembunyi artinya Dia melihat kesendirian dan isi hati umat-Nya yang berdoa. Dia mengetahui isi hati umat-Nya bahkan lebih tahu dari umat-Nya yang sedang berdoa. Yesus mengajar umat-Nya berdoa dengan menganjurkan langsung saja membangun hubungan dengan Bapa yang di surga. Ketika murid-murid Yesus meminta agar diajarkan berdoa, Yesus tidak menjelaskan syarat-syarat dan cara atau metode yang tepat dalam hal berdoa. Tetapi Yesus langsung menyuruh mereka berdoa. Sangat jelas bahwa doa yang diajarkan Yesus diawali dengan memanggil Allah sebagai “Bapa yang di surga”. Dia bersembunyi tetapi sangat mudah untuk disapa, disembah dan diminta pertolongan. Jadi tetaplah berdoa sebab doa saudara pastilah dijawab-Nya. (MT)
Minggu 10 Juli 2022


PESAN MINGGU INI 03 JULI 2022

PENYEMBAHAN YANG BERKENAN

Yohanes 4:23-24 “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Pertemuan Yesus dengan perempuan Samaria adalah pertemuan yang sangat penting karena menghasilkan beberapa pernyataan Yesus yang sangat penting:

  1. Yesus menyatakan karunia Allah yakni air hidup yang akan melepaskan dahaga permanen bagi siapapun yang meminumnya. Yesus menyatakan diri sebagai sumber air hidup yang memberi kepuasan abadi karena air hidup itulah yang mengisi kekosongan sebagai syarat utama untuk dapat membangun hubungan dengan Allah.
  2. Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan yang mengetahui kehidupan perempuan itu walaupun perempuan Samaria itu menutupi atau merahasiakannya. Perempuan Samaria itu pun membuat pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan dan nabi. Tak sampai disitu saja, perempuan Samaria itu mengungkapkan hal yang dia ketahui yaitu orang Samaria menyembah di atas gunung sedangkan orang Yehuda menyembah di Yerusalem. Pada saat itu Yesus menyatakan “Kamu menyembah yang tak kamu kenal, sedangkan kami menyembah yang kami kenal” (Yohanes 4:22). Tidak sampai disitu saja, Yesus berkata “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang bahwa penyembah-peyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembahan yang demikian” (Yohanes 4:23). 

Menyembah dalam roh dan kebenaran mengandung pengertian bahwa umat harus menyembah dengan sungguh-sungguh sampai kepada kedalaman hati, jiwa dan benar sesuai dengan firman Tuhan karena firman Tuhan dan Kristus adalah kebenaran itu. Kemudian pernyataan bahwa Allah adalah Roh menjelaskan bahwa Dia tidak dibatasi ruang dan waktu, sehingga umat dapat menyembah Tuhan di mana saja dan kapan saja.

Jadi penyembahan yang berkenan kepada Allah adalah penyembahan dalam roh dan kebenaran. Artinya penyembahan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh  kepada alamat yang benar yaitu Allah yang adalah Roh dan kita kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Perlu juga ditandaskan bahwa penyembahan yang berkenan kepada Allah harus pula datang atau dilakukan para penyembah-penyembah yang benar. Penyembah yang benar adalah mereka yang hidup dalam kebenaran dan kebenaran sejati ada di dalam hidupnya. Penyembahan dan penyembah tak terpisahkan. Jadi penyembah dan penyembahannya haruslah selaras hidup benar dan dalam kebenaran. (MT)
Minggu 03 Juli 2022


PESAN MINGGU INI 26 JUNI 2022

MEMBANGUN NILAI LUHUR DALAM KELUARGA

Ulangan 6:6-7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau  perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Nilai luhur dalam keluarga tentu haruslah digali dari Alkitab yang kemudian menjadi wujud nilai-nilai kekristenan. Nilai kekristenan bersumber dari perintah Allah untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia. Hal ini penting dan sangat prinsip bahwa segala nilai-nilai hidup dalam kekristenan haruslah murni dari firman Tuhan. Dengan kata lain bahwa standar hidup dan standar moral pengikut Kristus adalah Alkitab. Rasul Paulus menyatakan “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya diantara kamu”. Jadi mempelajari dan mengamalkan firman Tuhan haruslah sungguh-sungguh dan terus menerus. Bila dihubungkan dengan kehidupan berkeluarga maka nilai luhur dalam keluarga haruslah bersumber dari firman Tuhan. 

Hidup berkeluarga tak terpisahkan dari adat istiadat tetapi adat istiadat bukanlah standar kebenaran. Jadi haruslah juga tunduk kepada firman Tuhan. Adat istiadat tak harus ditolak tetapi harus dicerahkan oleh kebenaran firman Tuhan. Nilai-nilai luhur firman Tuhan sebaiknya dimulai, dilanjutkan dan diperdalam di keluarga. Musa menerima Firman untuk dilanjutkan kepada umat sangat serius dan tidak boleh diabaikan.

Cara penting mengungkapkan kasih kepada Allah adalah memperdulikan kesejahteraan dan kesehatan rohani anak-anak hendaklah merupakan perhatian utama semua orangtua. Bukan hanya membina melalui perkataan tetapi juga membina melalui keteladanan.

Keluarga umat Tuhan hendaklah menjadi pusat penanaman nilai luhur kekristenan yang diprakarsai oleh ayah dan ibu dan menjadikannya perhatian utama dalam kehidupan. Dan hal ini adalah perintah langsung dari Allah kepada umat-Nya. Kesibukan dalam hidup sehari-hari membuat umat Tuhan tidak mempunyai waktu yang cukup dengan anak-anaknya. Itulah sebabnya Allah memerintahkan agar mengajarkannya berulang-ulang saat duduk, saat di pembaringan bahkan saat di perjalanan. Jelas Allah memerintahkan sempatkan mengajarkan nilai luhur firman Allah kepada anak-anak bukan mengajarkannya bila sempat. Hal itu berarti walaupun sedikit waktu dengan anak-anak sempatkanlah. Menyempatkan berarti menjadikan waktu yang sedikit itu menjadi waktu yang sangat berkualitas. Tetapi tetap saja bahwa yang paling baik, benar dan tepat adalah menjadi teladan bagi anak-anak dalam mengamalkan nilai-nilai luhur firman Tuhan. (MT)
Minggu 26 Jun 2022


PESAN MINGGU INI 19 JUNI 2022

SIKAP HORMAT DAN KASIH DALAM GEREJA

Roma 12:9-11 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Surat Paulus kepada Jemaat di Roma adalah merupakan suratnya yang paling panjang paling sistematis dan juga paling teologis. Sangat menarik karena suratnya ini ditulis sebelum dia pergi ke Roma atau belum pernah ke Roma. Hal ini cukup tegas menjelaskan bahwa Rasul Paulus adalah seorang yang berwawasan luas karena terus belajar dari sejarah perkembangan gereja sehingga sangat mengetahui dan mengenal kondisi gereja di Roma. Mengingat pada zaman itu kota Roma merupakan kota besar dan boleh disebut menjadi kota termaju merupakan alasan Rasul Paulus belajar banyak tentang perkembangan gereja di kota itu. Dari suratnya sudah jelas bahwa dia mengetahui kejahatan dan keburukan moral yang melanda kota itu sehingga dia menyatakan bahwa Injil yang adalah kekuatan Allah sangat dibutuhkan penduduk Roma. Dalam hal ini juga rasul Paulus memberi tekanan bahwa gereja di Roma haruslah unggul dalam kehidupan moral yang baik agar sebagai saksi Kristus memberi dampak yang baik dan benar kepada penduduk Roma. 

Selain menjelaskan Injil sebagai kekuatan Allah yang harus diberitakan kepada penduduk Roma rasul Paulus juga secara lengkap menjelaskan fakta-fakta nyata karya roh kudus dan karunia Roh Kudus yang disediakan Allah untuk memperlengkapi gerejanya dalam pelayanan. Tetapi segera juga Rasul Paulus menasehati agar semua orang percaya hidup saling mengasihi dan saling menghormati. Rasul Paulus sudah mengetahui secara pasti dalam gereja bila terlalu menekankan karunia tanpa disertai dengan keseimbangan saling mengasihi dan saling menghormati akan mendatangkan persoalan dalam hal membangun hubungan antar sesama orang percaya. Ukuran utama orang sungguh-sungguh percaya dan mengikut Kristus adalah mempraktekkan Kasih dan rasa hormat kepada saudara seiman. Kepada Jemaat di Tesalonika rasul Paulus menulis tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah (1 Tesalonika 4:9). Jemaat Tesalonika yang sedang menghadapi kesukaran besar cukup berhasil mempraktekkan hidup saling mengasihi dan saling menghormati dalam gereja karena mereka belajar dari sumber yang benar yaitu firman Allah. Dengan sendirinya mereka juga menjadikan Yesus menjadi teladan dalam mempraktekkan Kasih dalam keluarga dan kasih dalam membangun persaudaraan dalam gereja Tuhan juga kepada sesama manusia. (MT)
Minggu 19 Jun 2022


PESAN MINGGU INI 12 JUNI 2022

PENGAMPUNAN DALAM KELUARGA

Maitus 18:21-22 “Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Ajaran Yesus tentang pengampunan adalah merupakan jawaban Yesus terhadap pertanyaan Petrus. Menurut Petrus mengampuni tujuh kali sudah sangat sulit dilakukan, ternyata menurut Yesus tidak cukup 7 Kali harus dilipatgandakan dengan 70 kali. Artinya mengampuni tidak perlu dihitung-hitung berapa kalinya, karena mengampuni tidak ada batasnya. Pertanyaan Petrus dilatarbelakangi oleh nasehat Yesus untuk menegur, menasehati dan mendisiplin yang salah. Jadi sesungguhnya menasehati dan mengampuni adalah dua hal yang tak terpisahkan karena selalu ada dalam hal mewujudkan kasih kepada pembuat kesalahan. Bila dihubungkan dengan pengampunan dalam keluarga tentu lebih spesifik lagi. Keluarga terbangun oleh karena adanya hubungan. Hubungan dalam pengertian hubungan suami istri yang didasari saling mengasihi, saling menghormati dan saling percaya. 

Dalam perjalanan panjang hubungan ini tentu ada saja hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi. Karena fakta kedekatan itu justru berpotensi menimbulkan gesekan-gesekan kecil hingga besar bisa terjadi. Kehadiran anak dalam keluarga tentu sangat membahagiakan. Tetapi ketika anak makin besar berpotensi juga menimbulkan benturan mulai dari benturan ringan hingga benturan berat. Dengan demikian sangat jelas nilai pengampunan adalah hal yang harus ada secara limpah dalam keluarga.

Tentu saja setiap anggota keluarga haruslah terpanggil melakukan perannya sesuai dengan firman Allah. Istri tunduk kepada suami, suami mengasihi istri, anak taat dan hormat kepada orang tua dan orang tua mengajar dan mendidik anak dengan baik. Dasar hubungan antar anggota keluarga sangat jelas tetapi sering juga tak terterapkan secara tepat dan benar sehingga hubungan terganggu. Jalan terbaik untuk merekatkan dan membangun hubungan itu adalah pengampunan.

Saling mengampuni adalah jalan keluar dari permasalahan yang terjadi karena adanya kesalahan. Mengampuni bukanlah membiarkan dan mendiamkan fakta terjadinya kesalahan. Mengampuni adalah menerima pembuat kesalahan tetapi tetap memberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Mengampuni bukanlah menutup mata terhadap kesalahan sehingga terkesan membuat kesalahan semakin besar tetapi menyatakan kesalahan secara jujur sehingga ada usaha meminimalisir hingga menghilangkan kesalahan. Semuanya itu dapat dipraktekkan hanyalah bila dalam keluarga diterapkan hidup saling mengampuni ya, mengampuni tanpa batas. (MT)
Minggu 12 Jun 2022


PESAN MINGGU INI 05 JUNI 2022

KELUARGA YANG DIURAPI ROH KUDUS

Kolose 3:18-21 “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya”

Bila Allah mengangkat seseorang menduduki jabatan dan melakukan tugas tertentu biasanya disusul pula dengan pengurapan. Allah mengurapi Harun untuk melakukan tugas keimaman. Melalui pengurapan itu Allah memberikan kesanggupan kepada yang diurapi untuk melakukan tugasnya. Mengurapi dapat juga dipahami sebagai mengimpartasikan nilai dan kuasa kepada yang diurapi dalam melakukan tugas pelayanan yang dipercayakan kepadanya. Saul dan Daud diurapi imam Samuel menjadi raja Israel sesuai dengan perintah Allah. Dalam hal ini Allah memakai Samuel sebagai alat-Nya untuk mengurapi. Jadi Allahlah yang memberi kemampuan kepada Saul dan Daud melakukan tugas untuk melaksanakan tugas sebagai raja untuk umat-Nya. Biasanya pengurapan diberikan kepada orang yang diutus untuk tugas-tugas tertentu dan kepada penyandang jabatan yang selalu ada hubungannya dengan pelayanan gereja seperti utusan Injil dan pendeta. Tentu saja hal itu tidak salah, hanya perlu pula dipahami bahwa pengurapan dibutuhkan semua orang percaya dalam melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya. Dalam hidup membangun keluarga sangat membutuhkan pengurapan. Pengurapan adalah hal yang substansial dalam ibadah pemberkatan nikah. Pemberkatan nikah itu adalah memohonkan pengurapan dan mengurapi kedua mempelai agar mampu mentaati nilai rumah tangga Kristen dan setia melakukan janji kasih setia yang dinyatakannya di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya. Selanjutnya setiap penerima status dalam rumah tangga membutuhkan pengurapan karena diberikan juga tugas yang harus ditaati. Istri membutuhkan pengurapan Roh Kudus agar terpanggil dan taat serta mampu tunduk dan hormat kepada suaminya. Suami pun membutuhkan pengurapan Roh Kudus agar terus terpanggil dan setia mengasihi istrinya dan tidak berlaku kasar yang bisa menyakiti hati istrinya. Anak-anak pun membutuhkan pengurapan Roh Kudus agar tetap mempunyai hati yang baik sehingga mampu mentaati dan menghormati orangtuanya. Dan bapak / ibu pun membutuhkan pengurapan Roh Kudus agar tidak melakukan tindakan kasar yang tak mendidik yang berpotensi menyakiti dan membuat tawar hati anak-anaknya. Jadi keluarga yang diurapi Roh Kudus adalah keluarga yang mana setiap anggota keluarga melakukan perannya dengan baik. Dan setiap anggota keluarga mampu melakukan perannya bila semua diurapi Roh Kudus dalam arti dituntun Roh Kudus dan dimampukan mentaati firman-Nya. (MT)
Minggu 05 Jun 2022


PESAN MINGGU INI 29 MEI 2022

BUAH ROH DALAM KEHIDUPAN

Galatia 5:25-26 “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.”

Ada tiga perbuatan buruk yang bersumber dari sifat buruk manusia yang sudah dirusak oleh hati yang mempunyai kecenderungan berdosa.Gila hormat yang bersumber dari kesombongan, perkelahian atau pertikaian yang bersumber dari kebencian dan persaingan tidak sehat yang bersumber dari iri hati. Faktanya perbuatan-perbuatan buruk ini terjadi pula dalam gereja bahkan dalam komunitas para pendeta. Mengenaskan? Sudah pasti tetapi haruslah diterima fakta buruk ini dengan kelapangan hati. Rasul Paulus sudah melihat fakta ini dalam pelayanannya di berbagi gereja pada perjalanan penginjilannya. Sama seperti dirinya di bawah hukum  taurat untuk hidup baik dan benar, tetapi semakin berusaha justru semakin jauh dari standar hukum taurat, karena hukum taurat menuntun dia mengenal dosa bukan lepas dari dosa. Pertemuannya dengan Yesus mengubah hidupnya dan hidup dipenuhi Roh Kudus memperindah hidupnya, karena buah Roh Kudus nyata melalui karakter dalam hidup membangun hubungan dengan sesama. 

Dalam Galatia pasal 5 ini, dia menjelaskan dan mempertentangkan hidup oleh Roh dan menuruti keinginan daging, kemudian mendaftarkan buah-buah roh. Buah Roh itu bukanlah sesuatu yang perlu diketahui tetapi haruslah ada dalam hidup orang percaya maka akan jauh dari tindakan gila hormat. Orang gila hormat sangat menjengkelkan sesamanya dan sangat mengecewakan diri sendiri. Karena yang membahagiakan atau memberi kebahagiaan sejati bukanlah jika dihormati tetapi justru karena menghormati. Selanjutnya kalau buah Roh ada dalam kehidupan orang percaya pasti akan menjadi orang pengasih bukan pembenci. Dia sibuk cari kawan, dia membangun perdamaian dan menjauhi pertentangan. Bila hal itu terjadi dalam gereja dan komunitas para pendeta akan tercipta Sikap saling menyapa, saling merangkul bukan saling menentang, kerjasama pun terbangun dengan harmoni yang indah. Kemudian bila Roh Kudus ada dalam kehidupan orang percaya maka akan tercipta kehidupan saling memperhatikan, saling peduli dan saling mendukung bukan saling mendengki. Jadi sangat jelas bahwa semua orang percaya termasuk para pelayan Tuhan haruslah menyadari bahwa diri sendiri tak akan membuahkan karakter baik dan benar, karena hanya bila Roh Kuduslah menguasai hidup dan buah Roh nyata dalam hidup, seseorang bisa hidup dengan karakter yang semakin baik dan benar. Jadi pesan abadi Firman adalah teruslah hidup dipenuhi Roh Kudus, dikuasai Roh Kudus dan dipimpin Roh Kudus. Hidup pun akan menyatakan buah-buah Roh Kudus melalui karakter baik dalam hidup sehari-hari. (MT)
Minggu 29 Mei 2022


PESAN MINGGU INI 22 MEI 2022

KARAKTER YANG DIKUASAI ROH KUDUS

Galatia 5:22-23 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

Sejak umat menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat-Nya dan hidup dipenuhi Roh Kudus ada 2 hal penting yang harus diperjuangkan. Diperjuangkan dalam pengertian membuka hati kepada Roh Kudus agar berdampak nyata dalam kehidupan. Dua(2) hal itu adalah menerima karunia Roh kudus dan terus berubah agar memiliki karakter sesuai dengan buah-buah Roh Kudus dalam dan melalui hidup orang percaya. Dan perlu kita pahami dengan baik bahwa karunia dan karakter haruslah seimbang karena sama-sama penting dan sama-sama harus dialami dan dimiliki oleh semua orang percaya. Permasalahan yang terjadi di jemaat Korintus adalah sangat mengejar karunia Roh Kudus tetapi masa bodoh kepada buah-buah Roh Kudus. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan berdampak terjadinya kesombongan, tak dapat dihindari terjadinya perselisihan.

Betul juga perlu Kita renungkan bahwa Karisma atau karunia Roh Kudus mengangkat seseorang naik ke ketinggian tetapi karakter yang buruk akan menjatuhkannya. Jelaslah sudah bahwa semua orang percaya harus menerima Roh Kudus dan hidup dalam tuntunan Roh Kudus agar karakternya dikuasai Roh Kudus sehingga menerapkan buah-buah Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari. 

Berbeda pula persoalan yang timbul di jemaat Galatia. Jemaat Galatia terpengaruh kepada prinsip-prinsip legalisme, sehingga berusaha dan berjuang keras untuk hidup benar dan baik, karena diyakini sebagai syarat untuk memperoleh keselamatan. Tetapi semakin mereka berusaha dengan usaha dan kekuatan sendiri justru semakin sulit bagi mereka untuk mencapainya. Rasul Paulus pun menulis surat kepada jemaat agar menjauhi konsep legalitas dan kembali hidup dan menerima anugerah Allah. Membangun hubungan dengan Allah dalam Yesus Kristus dan dipenuhi Roh Kudus adalah sumber kekuatan dan motivator sempurna untuk hidup berkarakter yang baik dan benar serta nyata dalam terapan hidup sehari-hari.

Bersama dengan hidup oleh anugerah Allah, rasul Paulus pun menulis buah-buah Roh Kudus. Jelas bahwa buah-buah Roh Kudus adalah merupakan nilai-nilai Kristiani yang harus pula diterapkan dalam hidup sehari-hari. Kita membutuhkan karisma atau karunia Roh Kudus tetapi juga membutuhkan buah-buah Roh Kudus. Kedua-duanya harus seimbang dalam pelayanan dan kehidupan. Jangan seperti Simson yang berkarisma tetap karakter buruk. Tetapi jadilah seperti Musa dan Yusuf yang berkarisma tetapi juga berkarakter baik. Hal itu dapat dicapai hanyalah bila hidup dekat dengan Tuhan dan memberi hidup dipenuhi dan dituntun Roh Kudus. (MT)
Minggu 22 Mei 2022


PESAN MINGGU INI 15 MEI 2022

RENDAH HATI DAN RELA MELAYANI

Efesus 5:20-21 “ Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.”

Surat rasul Paulus kepada jemaat Efesus ini adalah suatu pernyataan Alkitabiah yang unik dari antara surat-surat rasul Paulus kepada jemaat-jemaat. Surat ini ditulis bukanlah untuk menjawab kontroversi doktrinal yang disebar oleh pengajar-pengajar yang palsu dan bukan pula suatu upaya untuk memberi nasihat atas persoalan pastoral seperti yang terjadi pada jemaat-jemaat yang lain. Lebih tepatnya surat Efesus ini adalah luapan hati yang melimpah atas doa-doa jemaat terhadap perkembangan dan kesetiaan gereja Tuhan.

Rasul Paulus memohon agar gereja tetap bertumbuh dalam iman dan semakin tekun berdoa dan terus bersemangat dalam memberitakan Injil. Rasul Paulus mengharapkan agar gereja di Efesus tidak menjadi berubah sikap dalam pengertian tidak terlalu bangga atas karunia-karunia yang mereka terima dari Roh Kudus sehingga terjerumus kepada kesombongan. Itulah sebabnya rasul Paulus menasehati jemaat agar betul-betul mengucap syukur senantiasa, atau selalu tekun mensyukuri semua karunia Kristus. Sebab rasa syukur kepada Allah adalah merupakan perasaan yang sehat sehingga tidak terjerumus kepada kebanggaan yang berlebihan yang mengarah kepada kesombongan.

Kemudian rasul Paulus berharap agar jemaat terus membangun diri untuk mejadi pribadi yang rendah hati yang menuntun kepada saling melayani. Gereja Tuhan mempunyai tugas penting untuk bersekutu atau hidup dalam kebersamaan. Filipi 2:5 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”. Jadi Yesus Kristus adalah teladan bagi gereja Tuhan membangun kebersamaan.

Menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus adalah mempunyai semangat saling merendahkan hati dan semangat saling melayani. Merendahkan hati adalah menyadari kelemahan diri sendiri sehingga suka mengagungkan Allah dan menghormati sesama. Orang yang rendah hati selalu mengandalkan Tuhan dan sadar diri membutuhkan orang lain.

Hal penting lain adalah orang yang rendah hati biasanya pasti akan rela dan bersemangat melayani. Bila berhadapan dengan sesama orang rendah hati biasanya menganggap orang lain lebih penting dari dirinya sendiri. Bila dalam komunitas semua bersikap saling merendahkan diri sudah pasti komunitas itu menjadi komunitas yang sangat indah. Dan perlu juga dipahami bahwa hidup saling merendahkan hati adalah merupakan prinsip rohani yang terbangun dalam gereja Tuhan. Sudah barang tentu akan semua saling melayani dengan hati yang penuh sukacita. (MT)
Minggu 15 Mei 2022


PESAN MINGGU INI 08 MEI 2022

KETULUSAN HATI

2 Korintus 12:9 “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”

Kemunculan para rasul-rasul yang palsu di kota Korintus sangat mengganggu gereja Tuhan yang sedang bertumbuh. Rasul-rasul palsu ini melakukan pelayanan melalui berbagai manifestasi dan mujizat serta menyaksikan pengalaman spiritual mereka secara luar biasa. Kemudian menyerang rasul Paulus dengan cara menyatakan bahwa rasul Paulus hanyalah seorang rasul lemah dan biasa saja karena tidak mempunyai hal-hal besar dan tak ada manifestasi mujizat dalam pelayanannya. Pengalaman spiritualnya pun nyaris tidak ada.

Rasul Paulus sedang fokus mengajarkan dasar kebenaran kepada gereja yang sedang mengejar berbagai karunia sehingga tidak punya waktu yang cukup untuk menyaksikan pengalaman spiritualnya. Untuk mengkritik rasul-rasul palsu itu maka rasul Paulus terpaksa menyaksikan pengalaman spiritualnya kepada gereja Tuhan. Rasul Paulus menyaksikan pengalaman spiritualnya dengan hati yang tulus tanpa mendramatisir lebih menarik dan memuaskan hati gereja Tuhan yang sedang haus akan hal-hal yang spektakuler dan karunia-karunia yang luar biasa. Rasul Paulus mengawali kesaksian pengalaman spiritualnya dengan mengatakan “Aku tahu seorang Kristen 14 tahun yang lalu”. Dia tidak menonjolkan diri padahal dia sedang menyaksikan pengalaman pribadinya. Seorang kristen yang dimaksud adalah dirinya yang hidup di dalam Kristus. Rasul Paulus telah diangkat ke surga untuk menerima pernyataan yang sangat luar biasa. 

Tujuan rasul Paulus menahan diri untuk menyaksikannya adalah agar dia tetap dipandang sebagai dirinya sendiri. Bahkan dia tidak menutup-nutupi bahwa dia punya penyakit dalam tubuhnya yang diizinkan Tuhan supaya dia tidak terperangkap kepada kesombongan. Jadi sangat jelas bahwa rasul Paulus dapat dijadikan acuan untuk mempunyai ketulusan hati dalam membangun hubungan dengan Tuhan dan sesama.

Rasul Paulus tidak tergoda menonjolkan dan menyaksikan kekuatannya dan kehebatan pengalaman spiritualnya. Suatu pernyataan yang menunjukkan ketulusan hatinya adalah pengakuan bahwa semua hanyalah semata-mata oleh anugerah Tuhan. Dia mengakui kelemahannya untuk menyatakan bahwa hal-hal besar yang dilakukan dan dialaminya adalah anugerah Tuhan bukan datang dari dirinya sendiri. Dia justru lebih suka bermegah atau menyaksikan kelemahannya karena justru melaluinya dia melihat nilai kekal yang harus dimiliki dan terus diperjuangkan.

Kemudian mengakui dan menikmati kelemahan adalah merupakan cara hidup yang membuka hati untuk kuasa Kristus dinyatakan. Jadi ketulusan hati adalah tampil apa adanya tidak mengada-ada yang tidak ada walaupun tidak harus hidup seadanya. Karena ketulusan hati justru membuat kita harus terus maju.(MT)
Minggu 08 Mei 2022


PESAN MINGGU INI 01 MEI 2022

KETABAHAN HATI

2 Korintus 5:6-7  “Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, — sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat — ”

Komunikasi rasul Paulus dengan jemaat Korintus yang didirikannya ini sering terjadi karena masalah yang timbul dalam jemaat karena gangguan para pengajar palsu yang berusaha menjauhkan jemaat dari rasul Paulus. Tanggapan kepada sikap para pengajar palsu itu rasul Paulus menulis 2 Korintus ini dari Makedonia, sebelum dia datang ke Korintus. Sangat mudah bagi rasul Paulus melupakan jemaat Korintus, karena banyak kota yang menunggu kehadirannya. Tetapi bagi rasul Paulus masalah masalah harus dihadapi dan diselesaikan, pantang baginya melarikan diri dari masalah, karena masalah harus diselesaikan dengan hati yang tabah. Rasul Paulus sebelumnya dalam pasal 4:16 mengatakan bahwa pengikut Kristus memiliki 2 sisi kehidupan yang menyatu dan tidak terpisahkan yaitu manusia lahiriah dan manusia batiniah. Manusia lahiriah semakin merosot sedangkan manusia batiniah dibaharui dari hari ke hari. Manusia lahiriah adalah kehidupan yang mendiami tubuh yang membuat orang percaya jauh dari Tuhan. Jauh dari Tuhan membuat seseorang larut dalam masalah sehingga tak terbentuk menjadi seorang pribadi yang tabah dan tangguh. Tetapi bila manusia lahiriah hidup karena percaya bukan hanya karena melihat maka akan dilengkapi dengan kehidupan rohani yang membuatnya hidup dekat dengan Tuhan. Semua pengikut Yesus bukan hanya manusia lahiriah tetapi adalah juga manusia batiniah. Manusia batiniah inilah yang setiap hari diperbaharui bila hidup karena iman bukan hanya karena melihat. Manusia batiniah menunjuk kepada roh manusia yang bisa tertutup tetapi bisa juga terbuka kepada Allah. Para pengikut Kristus adalah manusia yang terbuka kepada Roh Allah sehingga menjadi seorang yang hidup dekat dengan Allah. Jadi sekalipun tubuh mereka mengarah kepada kematian pengikut Kristus sejati akan mengalami pembaharuan terus-menerus karena semakin percaya. Manusia batiniah inilah yang membuat pengikut Kristus mempunyai hati yang tabah karena masalah dan kesulitan hidup membuatnya diperbaharui dari sehari ke sehari. Dalam 2 Korintus 4:8 Rasul Paulus membuat sesuatu pernyataan “Dalam segala hal kami ditindas namun tidak terjepit, kami habis akal namun tidak putus asa”. Kalau dibuat 1 kalimat “Kami mempunyai ketabahan hati”. Artinya bila keadaan lahiriah sudah tak mampu oleh banyaknya tekanan, maka manusia batiniah yang terbuka terus kepada Allah mengalirkan sumber dayanya untuk membesarkan iman, memberi kekuatan dan meneguhkan pengharapan sehingga memiliki ketabahan hati. (MT)
Minggu 01 Mei 2022


PESAN MINGGU INI 24 APRIL 2022

BERTUMBUH DALAM PEMURIDAN

Kisah Para Rasul 14:22  “Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.”

Tanpa belajar sudah pasti tidak akan terjadi pertumbuhan. Jadi semua umat Tuhan atau pengikut Kristus haruslah memasuki sekolah kehidupan yang berorientasi kepada kesediaan fokus untuk belajar. Bertumbuh dalam pemuridan tidak perlu diartikan memasuki kelas pemuridan walaupun hal itu penting. Dalam hal bertumbuh dalam pemuridan konsentrasinya bukanlah memuridkan melainkan menjadi murid.Dalam amanat Agung Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya memberitakan Injil dan menjadikan semua orang menjadi murid. Dalam hal ini semua penerima Injil adalah murid Yesus.

Ketika Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di Anthiokia mereka memperoleh banyak murid dengan pengertian mereka yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya adalah murid. Semua pengikut Kristus adalah murid. Rasul Paulus menganjurkan orang percaya itu bertekun dalam iman dalam pengertian tekun belajar semakin percaya kepada Yesus dalam penderitaan. Semua pengikut Kristus terus belajar agar semakin setia kepada Kristus dengan cara hidup yang benar tanpa berkompromi dengan kehidupan berdosa demi kesenangan dan keamanan yang ditawarkan oleh dunia. Menjadi murid adalah membentuk diri menjadi pengikut Kristus yang percaya dengan tulus.

Pada saat itu ada banyak orang percaya yang palsu karena hidupnya tidak berpadanan dengan Injil. Faktanya dalam lapangan, para pengikut Kristus yang palsu ini sangat bersemangat memuridkan tanpa pernah membentuk diri menjadi murid. Yesaya 50:4 “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid”. Nubuat Nabi Yesaya didasari pada pengalaman pribadi, tetapi bila disimak seluruh pasal berbicara juga mengenai pelayanan dan penderitaan manusia ada dua hal menarik dalam firman Tuhan ini bahwa nabi Yesaya menyatakan kepadanya diberi lidah dan telinga seorang murid. Berarti dia memposisikan diri sebagai seorang yang terus belajar agar mampu berbicara dengan benar untuk memberi semangat kepada banyak orang agar terus bertumbuh dalam iman. Dia yang memposisikan diri sebagai seorang murid yang terus belajar mendengar agar siap mendengar keluhan banyak orang.

Jadi konsentrasi pemuridan seharusnya adalah menjadi murid agar terus belajar banyak sebelum memuridkan orang lain atau boleh juga menjadi murid dan memuridkan berjalan serentak. (MT)
Minggu 24 April 2022


PESAN MINGGU INI 17 APRIL 2022

KRISTUS MENGUBAH KEHIDUPAN

1 Petrus 1:7  “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya”

Surat kiriman rasul Petrus ini sangat berkonsentrasi pada tema penderitaan. Rasul Petrus memberi penilaian yang sangat positif kepada penderitaan yang diijinkan Tuhan untuk memurnikan iman pengikut Kristus. Pemurnian dimaksud adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan orang percaya. Rasul Paulus memandang penderitaan yang menerpa orang percaya adalah bagian dari pemrosesan Allah terhadap umat-Nya. Tetapi bukanlah Kristus penyebab penderitaan itu, karena Kristus hanyalah memakai penderitaan itu untuk memproses kehidupan umat-Nya. Pemrosesan itu diijinkan Allah untuk mengubah kehidupan orang percaya.

Umat-Nya tentu diubah secara menyeluruh, tetapi dalam renungan singkat ini hanya menjelaskan diubah dalam 3 hal, yaitu :

  1. Diubah semakin berharap kepada umat-Nya terbentuk semakin berpengharapan kepada Kristus dengan cara semakin menikmati penyertaan Kristus dalam kehidupannya. Bukan mengubah hidup yang tidak berpengharapan menjadi berpengharapan melainkan mengubah yang berpengharapan semakin berpengharapan. Dengan kata lain membuat nilai pengharapan semakin baik, semakin benar dan semakin fokus kepada Kristus.
  2. Diubah semakin beriman kepada Kristus. Hal ini sama juga bukan bermaksud diubah dari yang tidak beriman menjadi beriman, melainkan dari seorang beriman menjadi semakin beriman. Rasul Petrus memakai istilah memurnikan iman. Penderitaan bisa diartikan seperti api yang memurnikan emas. Kemurnian iman justru semakin nyata dan ternilai melalui sikap umat beriman kepada penderitaan yang menerpa hidupnya. Bila umat beriman justru dapat menghadapi penderitaan melalui sikap hidup bersyukur dan semakin setia maka jelaslah dia sudah mempunyai iman yang teruji. Berarti Kristus membentuknya memiliki iman yang murni atau semakin beriman.
  3. Diubah semakin kudus. Sama juga halnya bukan mengubah dari yang tidak kudus menjadi kudus melainkan dari hidup yang kudus semakin kudus. Semakin kudus dalam pengertian semakin melepaskan diri dari ikatan dosa atau kebiasaan buruk. Ingat! dosa kecil, kebiasaan buruk yang biasa yang terus dilakukan jauh lebih mematikan dari dosa besar atau kejahatan besar yang segera dibuang dan ditinggalkan. (MT)

Minggu 17 April 2022


PESAN MINGGU INI 10 APRIL 2022

MENYALIBKAN KEDAGINGAN

Markus 5:34 “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.”

Kemungkinan besar surat Galatia ini adalah merupakan surat kiriman pertama rasul Paulus. Hal itu merupakan kesimpulan karena surat ini ditulis sebelum perselisihan orang percaya mengenai sikap kepada perjanjian atau hukum Taurat. Sebab timbul pendapat bahwa iman kepada Yesus Kristus tidak cukup untuk memperoleh keselamatan karena harus ditambah dengan ketaatan kepada hukum formal Perjanjian Lama. Paulus mendapat masukan bahwa orang percaya kepada Yesus harus juga mentaati hukum sunat. Sementara pada lain pihak, rasul Paulus juga mulai mendengar adanya orang percaya yang menyalahartikan atau gagal paham mengenai anugerah Allah sehingga dengan sangat bebasnya melampiaskan keinginan daging. Akibatnya paralegalis menyombongkan ketaatannya kepada hukum Perjanjian Lama dan yang gagal paham tentang anugrah mengumbar perbuatan dagingnya.

Sesungguhnya kedua kelompok yang sangat bertentangan ini sama-sama melakukan kesalahan mengedepankan keinginan daging. Sehingga rasul Paulus menulis surat kepada jemaat Galatia agar menyalibkan daging dengan segala hawa nafsunya. Para legalis mempertahankan pendapatnya dan para gagal paham tentang anugerah pula mempertahankan pendapatnya sehingga terjadi perselisihan. Kedua kelompok yang bertentangan ini sama-sama membenarkan kedagingannya sehingga terjadilah perbuatan daging yang dapat juga disebut tabiat berdosa yang sangat merugikan seperti yang terdapat dalam Galatia 5:19-21.

Mengumbar keinginan daging adalah wujud tabiat berdosa yang tetap ada dalam orang Kristen walaupun sudah bertobat, hanya dengan cara menyalibkannya tabiat ini tidak berkuasa. Menyalibkan dalam pengertian meneranginya secara maksimal. Rasul Paulus mengontraskan dengan perbuatan Roh atau buah-buah Roh.

Dan untuk lebih jelasnya rasul Paulus menyatakan bahwa menjadi milik Kristus adalah bagian dari menyalibkan daging dan segala hawa nafsu buruk dan tabiat berdosa. Menjadi milik Kristus karena hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh. Menyalibkan kedagingan bukankah usaha manusiawi melainkan membangun diri hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Rasul Paulus seakan mengatakan keinginan daging harus disalibkan dan segera harus disublimasikan dengan keinginan dan tabiat yang baru yaitu keinginan Roh agar hidup dipimpin oleh Roh yang selanjutnya akan mewujudkan buah-buah Roh. (MT)
Minggu 10 April 2022


PESAN MINGGU INI 03 APRIL 2022

BANGKIT DARI KEGAGALAN

Markus 5:34 “Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

Bagi seorang perempuan menderita penyakit pendarahan pastilah sangat menimbulkan penderitaan berkepanjangan. Apalagi kalau hal itu menimpa seorang perempuan Yahudi. Dampaknya bisa mengakibatkan kemandulan yang menurut orang Yahudi adalah merupakan kutuk. Belum lagi anggapan orang Yahudi bahwa yang menderita pendarahan dianggap najis atau kotor sehingga tak layak menghadap Tuhan sebelum dibasuh untuk diterima sebagai tahir atau bersih. Jadi perempuan menderita pendarahan selama 12 tahun ini betul-betul menderita secara jasmani dan rohani. Itulah sebabnya dia melakukan berbagai upaya agar sembuh dari penyakitnya. Berbagai tabib telah dikunjunginya tetapi tetap gagal karena tidak kunjung sembuh. Tetapi kegagalan tak menghentikan perempuan ini, dia tetap berusaha dan berusaha. Mungkin saja bagi perempuan ini kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda jadi dia tak pernah berhenti untuk berusaha. Atau bisa saja perempuan yang tegar ini berpendapat selagi hidup masih ada harapan jadi teruslah berusaha. Artinya kegagalan demi kegagalan tak mampu menghentikannya karena dia selalu berhasil bangkit dari kegagalannya. 

Dengan demikian secara tepat dan benar bangkit dari kegagalan adalah jangan pernah berhenti untuk berusaha dalam mencapai suatu tujuan. Usaha memohon pertolongan tabib tentu sudah berulang kali dilakukan tetapi belum sembuh juga. Perempuan ini bukan mempersalahkan tabib tetapi mencoba mencari alternatif lain. Dalam hal ini perlu selektif dalam memilih alternatif yang benar dan tepat. Perempuan ini rupanya adalah seorang dari banyak masyarakat umum yang sudah mendengar tentang kuasa dan kasih Yesus. Diapun segera mencari Yesus. Dia datang kepada Yesus dengan keyakinan penuh bahwa Yesus mampu dan mau menyembuhkan. Imannya terbukti dalam kalimat yang diucapkan “Asal kujamah saja jubahnya aku akan sembuh”. Kalimat ini keluar karena situasi tak memungkinkannya berbicara kepada Yesus yang sedang dikerumuni orang banyak secara berdesak-desakan. Untuk menjamah jubah Yesus saja sangat sulit baginya. Dia harus bekerja keras mewujudkan imannya menjamah jubah Yesus. Saat dia menjamah jubah Yesus ternyata Yesus mengetahui karena Yesus merasakan ada tenaga yang keluar dari dirinya. Dengan penuh kasih Yesus berkata “Anakku imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu”. Perempuan itu berhasil bangkit dari kegagalan bukan hanya oleh usaha dan kegigihannya tetapi juga karena pilihan dan keputusannya datang dan beriman kepada Yesus. (MT)
Minggu 03 April 2022


PESAN MINGGU INI 27 MARET 2022

MEMBANGUN POLA HIDUP

Yeremia 33:6 “Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah.”

Pada zaman nabi Yeremia bernubuat kepada orang Yehuda, bangsa pilihan Allah ini terpecah menjadi 2 bagian. Bagian terbesar atau mayoritas adalah umat yang mempunyai nubuat nabi-nabi palsu atau boleh juga disebut pengikut nabi palsu. Sedangkan yang minoritas adalah mereka yang percaya kepada firman Allah yang datang melalui nabi yang benar yaitu nabi Yeremia. Kedua kelompok ini mempunyai pola hidup yang berbeda. Kelompok mayoritas sama dengan nabi-nabi palsu yang selalu menebar pola hidup pencitraan untuk menyenangkan hati raja atau penguasa. Para nabi-nabi palsu dan para pengikutnya sibuk membangun pencitraan tanpa pernah memperdulikan kebenaran yang penting aman tanpa ada masalah dalam kehidupan. Para nabi palsu menebar nubuat palsu yang sangat menyenangkan karena menyuarakan mereka tak boleh menyerah kepada bangsa kafir karena Allah pasti menyertai dan membela serta memberi kemenangan kepada umat-Nya. Bila ditelaah dengan seksama nubuat para nabi palsu ini sangat menyenangkan dan mudah diterima sebagai firman Tuhan. Tetapi bila kemudian dilihat dari latar belakang mereka bernubuat akan ketahuan bahwa sesungguhnya nubuat mereka adalah palsu. Para nabi palsu ini sesungguhnya menyuarakan nubuat tandingan untuk menyenangkan hati penguasa Yehuda. 

Nabi Yeremia sangat konsisten menyuarakan pertobatan karena ternyata reformasi  oleh raja Yosia tak sepenuhnya membuat orang Yehuda bertobat. Yeremia pun mendapat Firman yang harus dinubuatkan kepada raja-raja Yehuda, agar menyerah kepada raja di selatan Yehuda termasuk raja Babel, Nebukadnezar. Karena Allah akan membuang Yehuda selama 70 tahun tetapi Allah akan meluangkan dan memulihkan. Para nabi palsu dan pengikutnya sibuk menentang nabi Yeremia sebagai sikap pencitraan menyenangkan raja tanpa pernah hidup dalam kebenaran karena sibuk dengan menebar pesona. Berbeda dengan nabi Yeremia dan sangat sedikit pengikutnya, selalu konsisten menyuarakan kebenaran dan juga hidup benar, mereka memilih membangun pola hidup benar sesuai dengan firman Tuhan walaupun membuat nabi Yeremia harus mengalami kesulitan demi kesulitan. Para nabi palsu terus memberitakan kedamaian yang palsu melalui nubuat palsunya serta hidup dalam kepalsuan. Sedangkan nabi Yeremia terus menawarkan harapan akan damai sejahtera di dalam Tuhan dengan cara setia membangun pola hidup yang benar sesuai dengan firman Tuhan. (MT)
Minggu 27 Maret 2022


PESAN MINGGU INI 20 MARET 2022

MENJAGA KESEHATAN UNTUK MEMBUAT PERBEDAAN

Daniel 1:12-13 “Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.”

Sangat sulit rasanya menghubungkan tema “menjaga keseimbangan hidup” dengan Daniel 1:12-16. Pembuat tema ini tentu mempunyai jalan pemikiran khusus dalam menentukan tema, tetapi sulit untuk memahami jalan pikirannya. Bila memaksakan diri boleh saja tetapi ada kemungkinan berbuat kesalahan. Jadi lebih baik diubah dengan tema “Menjaga kesehatan untuk membuat perbedaan”. 

Daniel dan kawan-kawannya adalah pemuda yang unggul yang dipilih dari umat Israel atas perintah raja Nebukadnezar untuk dipekerjakan di istananya. Mereka harus dididik selama 3 tahun bersama para pemuda pilihan dari bangsa Babel. Ada kemungkinan raja Nebukadnezar mengetahui keunggulan umat Israel sehingga melakukan study banding antara pemuda Israel dari pemuda Babel. Mereka yang dididik itu harus diisolasi dan diberi menu yang diperuntukkan untuk raja. Daniel dan kawan-kawannya memohon agar mereka diberi menu yang berbeda yaitu hanya memakan sayur dan air minum saja. Tentu pejabat keberatan karena raja memerintahkan agar mereka diperhatiakn secara khusus istimewa dalam hal menjaga gizi yang mereka konsumsi. Tentu raja akan murka bila hasilnya Daniel dan kawan-kawannya jatuh sakit karena asupan yang berbeda. Daniel meminta dicoba selama 10 hari. Ternyata hasilnya justru Daniel dan kawan-kawannya lebih sehat dan cerdas.

Sesungguhnya Daniel sangat memahami bila makanan yang disediakan istana adalah makanan haram yang juga kurang sehat, baik secara jasmani maupun secara rohani. Itulah sebabnya mereka meminta disediakan makanan sehat dan bersih tak dinajiskan oleh jenis makanan dan minuman yang haram. Dalam hal ini mereka menjaga kesehatan dengan menu yang berbeda. Hasilnya adalah bukan hanya mereka yang membuat perbedaan tetapi Allah sendiri memberi kesehatan, hikmat kepada mereka jauh melebihi pemuda-pemuda Babel yang diperlakukan dan dirawat secara istimewa. Kisah Daniel dan kawan-kawannya ini adalah merupakan inspirasi yang kuat bagi orang percaya agar terpanggil menjaga hidupnya secara menyeluruh. Dalam hal ini bolehlah terpanggil menjaga keseimbangan hidup. Tetapi menjaga hidup adalah juga menjaga perilaku, menjaga hati dan pikrian agar tetap sehat dan bersih. Dengan sendirinya sudah membuat perbedaan. Berbeda karena lebih baik, lebih cerdas lebih sehat. Dengan demikian Allah pun akan bertindak mengangkat lebih dalam segala kebaikan. (MT)
Minggu 20 Maret 2022


PESAN MINGGU INI 13 MARET 2022

PERSEMBAHAN YANG HIDUP DAN BERKENAN

Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”

Hidup kita sebagai orang percaya adalah merupakan persembahan yang paling dirindukan oleh Tuhan. Ada banyak yang dapat kita jadikan persembahan. Harta, waktu dan talenta adalah juga merupakan persembahan yang dapat kita berikan kepada Tuhan. Tetapi sudah pasti diri kita adalah merupakan persembahan yang pertama dan utama dirindukan Tuhan. Sebab orang yang mempersembahkan harta, waktu dan talentanya pada Tuhan belum tentu sudah mempersembahkan dirinya kepada Tuhan, tetapi semua orang percaya yang sudah mempersembahkan diri kepada Tuhan pasti juga mempersembahkan milik, waktu dan talentanya kepada Tuhan. Siapapun yang mempersembahkan diri dan hidupnya kepada Tuhan perlu juga memeriksa hati, hidup dan menguji apakah sudah mempersembahkan hidup secara baik dan benar. Rasul Paulus membantu kita untuk mengetahui bahwa persembahan hidup kita sudah benar sesuai dengan firman Tuhan: 

  1. Perlu memastikan bahwa tubuh dan hidup kita seutuhnya sudah kita persembahkan kepada Tuhan menjadi persembahan yang hidup. Hal itu berarti mengabdikan diri melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya. Melayani Tuhan berarti membangun hubungan intim dengan Tuhan melalui doa, penyembahan dan pujian serta mengisi hidup dengan firman Tuhan. Melayani pekerjaan Tuhan berarti turut terlibat dalam pelayanan gereja.
  2. Perlu memastikan bahwa tubuh dan hidup kita sudah kita persembahkan sebagai persembahan yang kudus. Artinya tubuh dan hidup sudah mati kepada dosa dan hidup bagi Kristus. Hal itu berarti menjauhkan diri dari sistem dunia yang berdosa atau betul-betul menolak segala godaan untuk berbuat dosa. Sebaliknya mendekat kepada Tuhan dan berperilaku sesuai dengan kehendak Tuhan.
  3. Perlu memastikan bahwa tubuh dan hidup kita sudah dipersembahkan sebagai persembahan yang berkenan kepada Allah. Hidup haruslah terus-menerus diselaraskan dengan cara dan kehendak Tuhan. Cara terbaik, benar dan tepat untuk menyelaraskan adalah menjadikan Firman menjadi pelita hidup atau pengarah dalam melangkah. Kemudian menaruh firman Tuhan dalam hati supaya tidak berdosa kepada Tuhan. Jangan taruh firman Tuhan hanya di kepala saja karena bila demikian bisa-bisa menjadi orang munafik. Dari kepala haruslah turun ke hati agar Firman itu mengendalikan hati dan pikiran sehingga tidak berdosa kepada Tuhan.

Dengan demikian hidup menjadi persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.(MT)
Minggu 13 Maret 2022


PESAN MINGGU INI 06 MARET 2022

TUBUHKU BAIT ALLAH

1 Korintus 6:19-20 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

1 Korintus 6:12-20 adalah merupakan peringatan rasul Paulus yang sangat tegas kepada orang percaya yang cabul atau pelaku dosa seksual. Para orang cabul ini mengembangkan pandangan “teologia segala sesuatu halal bagiku”. Para penentang rasul Paulus ini adalah merupakan bagian dari pengembangan teologia anugerah yang berlebihan atau yang disebut hypergrace. Mereka menganggap anugerah Allah adalah jaminan unruk mereka melakukan apa saja yang mereka inginkan. Rasul Paulus justru menyatakan bahwa mereka adalah orang percaya tak bermoral ini justru mengikatkan diri kepada kebiasaan-kebiasaan yang merusak kehidupan mereka. Mereka menajiskan hidup yang sudah dikuduskan oleh salib kristus. Padahal sesungguhnya percabulan atau pelaku dosa seksual ini adalah merupakan perilaku yang menjijikkan bagi Allah. Rasul Paulus menyatakan sebagai sikap menajiskan tubuh yang adalah bait Roh Kudus. Secara tegas rasul Paulus mengingatkan suatu nilai yang harus dihormati bahwa “Tubuh orang percaya adalah bait Roh Kudus”. Hal itu berarti semua orang percaya yang mengikuti Kristus adalah milik Roh kudus yang juga adalah milik Kristus. Pengetahuan berharga ini harus dimiliki semua pengikut Kristus. Bila tubuhku adalah bait Allah maka aku harus menjaga kekudusan tubuhku. Aku tak akan pernah mencemarkannya dan tak akan membiarkan dicemarkan orang atau pihak lain.

Bagian tubuh yang paling terserang atau tergoda oleh pencemaran adalah seksualitas yang bila tak dijaga dengan baik akan terperangkap kepada dosa pencabulan. Dosa pencabulan ini adalah dosa yang sangat buruk dalam pandangan umum dan juga merupakan dosa paling memalukan dan merusak citra dan nama baik gereja Tuhan. Rasul Paulus menegaskan supaya jangan mencemarkan tubuh dengan menyadarkan semua pengikut Kristus bahwa tubuh adalah bait Allah tempat Roh Kudus berdiam. Kemudian bila tubuhku adalah bait Allah maka aku harus pula merawatnya dengan baik agar tetap sehat. Bukan hanya nafsu seksual yang harus dikendalikan tetapi nafsu makan pun harus dikendalikan melalui pola makan hidup sehat.

Selanjutnya penampilan tubuh juga perlu diperhatikan dengan cara berpakaian yang sopan. Perlu mempertimbangkan konsep pantas atau tidak pantas, sopan atau tidak sopan dalam penampilan dan cara berpakaian. Jadi bila tubuhku adalah bait Allah aku pun harus mengendalikan kegiatannya agar berkenan kepada Allah, aku harus merawat kesehatannya agar tetap prima dalam melayani Tuhan dan sesama serta mengawasi penampilannya agar olehnya nama Tuhan dipermuliakan. (MT)
Minggu 06 Maret 2022


PESAN MINGGU INI 27 FEBRUARI 2022

SUKACITA DAN SEHATI

Filipi 2:2-3 “karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri”

Rasul Paulus sudah sangat memahami suatu fakta tentang Tuhan Yesus bukan saja datang untuk menyelamatkan tetapi juga untuk mempersekutukan orang percaya. Rasul Paulus menyaksikan sendiri bahwa semua orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat mempunyai kerinduan untuk hidup dalam komunitas. Karena terbukti pula bahwa orang percaya dapat bertumbuh dan memaksimalkan diri bila hidup dalam komunitas orang percaya. Itu pula merupakan alasannya mengatakan kepada Jemaat di Filipi bahwa sukacitanya akan sempurna bila umat Tuhan hidup dalam komunitas dengan baik dan bertanggungjawab. Hidup dalam komunitas orang percaya secara baik dan bertanggung jawab adalah harus ikut memberi kontribusi untuk terciptanya harmonisasi dalam komunitas yang terbangun karena adanya kesehatian untuk mencapai tujuan.

Rasul Paulus memberi tekanan yang cukup tegas agar setiap orang dalam komunitas berusaha memposisikan diri secara tepat dan benar. Hal itu berarti menempatkan orang lain lebih penting dan lebih utama dari diri sendiri sehingga terpanggil untuk memberi hormat dan bersikap santun kepada semua orang dalam komunitas. Berarti kata kuncinya adalah “rendah hati”. Setelah manusia jatuh dalam dosa sifat egosentris sudah melekat pada manusia. Jadi untuk terbentuk menjadi orang yang rendah hati manusia membutuhkan kehidupan yang dipenuhi dan diperbaharui Roh Kudus.

Seorang terbentuk rendah hati harus juga disertai kesadaran akan kelemahan diri dan juga sadar akan kehinaan diri. Kesadaran ini akan membawa semua orang percaya hidup dekat dengan Kristus. Semakin terbentuk rendah hati semakin dekat dan tinggal diam bersama Kristus. Allah memberi karunia yang besar kepada orang yang rendah hati tetapi menentang orang sombong. Bagi pengikut Kristus menjadi orang yang rendah hati adalah perintah bukan pilihan. Rendah hati akan memberi keuntungan yang besar bagi komuntas orang percaya karena menjadi pemberi inspirasi bagi terbangunnya harmonisasi dan kesehatian.

Jadi untuk menciptakan kesehatian bukanlah fokus kepada kesehatian itu sendiri, tetapi masing-masing harus fokus untuk membentuk diri sendiri menjadi orang yang rendah hati. Lawan rendah hati adalah sombong. Bila orang yang rendah hati mengutamakan orang lain maka orang sombong terbiasa merendahkan orang lain. Orang rendah hati akan selalu harmonis dengan semua orang sebab itu akan selalu mampu membangun kesehatian dengan semua orang. (MT)
Minggu 27 Februari 2022


PESAN MINGGU INI 20 FEBRUARI 2022

HATI YANG LAPANG

1 Raja-raja 4:29-30 “Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut, sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir.”

Salomo adalah raja Israel yang memperoleh hikmat dari Allah. Salomo menerima hikmat sebagai pilihannya dari beberapa yang ditawarkan Allah kepadanya. Jadi berdasarkan fakta hikmat Salomo ini dapatlah disimpulkan ada dua hal yang merupakan dasar membuat seseorang menjadi orang yang berhikmat atau bijaksana:

  1. Hal pertama adalah “pemberian Allah”. Salomo mempunyai kerinduan yang dalam mempunyai hikmat dalam tugas dan tanggung jawabnya sebagai raja bangsa pilihan Allah Israel. Dia mewujudkan kerinduannya itu melalui sikap berdoa mencari Tuhan dan kehendak-Nya. Dalam doanya di Gibeon dia menikmati pengalaman spiritual yang indah bertemu dengan Tuhan. Tuhan menawarkan kuasa, kekayaan dan hikmat kepada Salomo, dan Salomo pun memilih hikmat.
  2. Jadi hal kedua adalah bahwa hikmat adalah pilihan. Bila hikmat atau kebijaksanaan adalah pilihan perlu ada upaya-upaya praktis untuk memperolehnya supaya semakin meningkat dan berkembang. Semakin ada usaha praktis melalui belajar dan menerapkan, Allah akan semakin mengaruniakan secara berlimpah. Hal itulah yang dilakukan raja Salomo sehingga dia mempunyai hikmat dan pengertian yang semakin besar dan akal yang semakin luas.

Kemudian Salomo menerapkan melalui karya-karyanya seperti menulis 3000 Amsal dan karya-karya lainnya. Pengertian dan akal serta daya pikir Salomo pun semakin luas menjadikannya menjadi raja yang sukses dan dihormati oleh raja-raja yang memerintah pada banyak bangsa sezamannya. Tetapi Salomo mengalami kehancuran pada masa tuannya karena dipengaruhi oleh istri-istrinya yang sangat banyak. Dia tidak berkuasa menolak pemberian raja-raja yang memberi wanita-wanita cantik dalam membangun persekutuan politik dan militer agar dia lebih aman. Kegagalan ini terjadi karena Salomo tidak menerapkan hikmat pada setiap bagian kehidupannya. Salomo tidak menerapkan hikmat dalam hidup kerohaniannya. Salomo mempunyai pengertian, akal dan pemikiran yang luas tetapi dia tidak mempunyai hati yang luas atau hati yang lapang. Hati yang lapang sama dengan hati yang besar, yang tahan menghadapi segala kemungkinan yang terbaik dan juga segala kemungkinan yang terburuk. Ketika keberhasilan diraih orang yang berhati lapang tidak menjadi sombong juga tidak menjadi gegabah dalam bersikap. Ketika kegagalan dan kesukaran menerpa orang berhati lapang atau berhati besar tidak putus asa. Orang berhati lapang tahan terhadap godaan dan cobaan. Dalam keadaan apapun dia tetap merendah di kaki Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan. Itulah sebabnya semua pelayan Tuhan bersama umat Tuhan haruslah mempunyai hati yang lapang dan diperoleh hanyalah hidup dekat kepada Tuhan dan belajar mentaati Tuhan. (MT)
Minggu 20 Februari 2022


PESAN MINGGU INI 13 FEBRUARI 2022

MENJAGA PIKIRAN DAN HATI

Filipi 4:8-9 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu”.

Hati dalam Alkitab adalah merupakan keseluruhan intelek, emosi, keinginan dan kemauan. Itulah sebabnya hati yang kotor akan menajiskan semua pikiram, perasaan, perkataan dan perbuatan. Tetapi dalam hal-hal tertentu hati dan pikiran dipisahkan. Jadi perlu juga berkomitmen menjaga hati dan juga menjaga pikiran agar tetap bersih karena berdampak kepada perasaan dan tindakan. Menjaga pikiran dapat juga diartikan mengendalikan pikiran, mengarahkan pikiran dan memusatkan pikiran. Ada kalimat bijak menyatakan dirimu adalah apa yang kau pikirkan yang mengandung pengertian sikap kita sangat ditentukan oleh yang kita pikirkan. Sebab itu pikiran harus dijaga dengan cara mengendalikan atau menguasainya. Hal itu berarti mengarahkan dan memusatkan kepada hal-hal yang benar dan baik. Kolose 3:2 “Pikirkanlah perkara yang diatas bukan yang dibumi”. Memikirkan perkara yang di atas berarti menilai dan mempertimbangkan segala sesuatu dari sudut pandang kekekalan.

Walaupun Rasul Paulus menasehati agar memikirkan perkara yang di atas bukan yang di bumi tidak berarti, masa bodoh dan mengabaikan fakta hal-hal yang sedang kita perjuangkan dibumi ini. Selama kita menginjakkan kaki di bumi ini pastilah tetap memikirkan banyak hal yang terjadi dan kita perjuangkan di bumi ini. Yang penting perlu selektif memilih nilai hidup yang dipikirkan yaitu hal-hal yang berhubungan dengan nilai-nilai kekekalan.

Rasul Paulus menyaksikan hal-hal yag dipikirkan adalah semua yang suci, manis, sedap didengar, kebajikan dan teruji. Bila fokus memikirkan hal baik dan benar yang bernilai kekekalan berarti sudah menjaga pikiran dengan baik. Menjaga hati adalah juga perjuangan hidup agar hati tetap bersih dan tidak terkontaminasi dengan kekotoran dosa dan kemunafikan. Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Pada umumnya manusia beranggapan bahwa kepalalah yang menjadi pusat dan pengaturan kegiatan manusia, tetapi Alkitab lebih menitikberatkan pada hati karena dari hatilah terpancar kehidupan. Hal itu ditandai pada fakta bahwa hatilah pusat kehendak manusia sebab itu hati harus terus dijaga agar tidak pernah terpisah dari Allah. Itulah sebabnya hati haruslah diperbaharui agar terus terhubung dengan Allah. Hati yang diperbaharuilah yang terus terhubung dengan Allah dan memungkinkan seseorang mempunyai hati yang tulus dan hati yang rendah. Pikiran dan hati haruslah tetap dijaga dengan cara menyerahkannya pada pimpinan Allah. Menjaga pikiran dan hati haruslah prioritas dalam perjalanan iman semua pengikut Kristus. (MT)
Minggu 13 Februari 2022


PESAN MINGGU INI 06 FEBRUARI 2022

BATIN YANG TANGGUH

1 Samuel 30:6 “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya”.

Sangat beralasan bila Daud berputus asa atas situasi yang menerpa hidupnya. Raja Saul yang sangat dihormatinya berusaha membunuh Daud, padahal Daud tidak pernah melakukan kesalahan. Daud menjadi pelarian yang setiap saat nyawanya terancam oleh kebencian raja Saul. Daud mempunyai hati yang besar sehingga dia mengampuni rajanya, sehingga tidak mencelakai rajanya walaupun ada kesempatan melakukannya. Daud dan rombongan yang menyertainya tak melakukan perlawanan. Dalam pelarian Daud justru menawarkan jasa membantu Akhis raja Filistin turut berperang menghalau Amalek musuh bangsa Filistin. Tetapi para panglima Filistin menolak karena mengenal Daud sebagai pahlawan Israel yang sedang dikejar-kejar rajanya. Akhirnya raja Akhis menyuruh Daud kembali ke Ziklag. Dalam menuju ke Ziklag Daud dan rombongan menyaksikan asap dan api yang berkobar di Ziklag di tempat anak-anak mereka serta para wanita mereka tinggalkan. Semakin dekat mereka pun tahu bahwa semua anggota keluarga mereka anak-anak dan semua perempuan telah ditawan oleh orang Amalek. Rombongan yang menyertai Daud bukan menyemangati Daud melainkan berencana mencelakakan Daud yang dituduh salah membawa mereka untuk membantu orang Filistin. Daud sedang berada pada kesulitan besar karena diserang dari segala arah. Dia membutuhkan kebesaran hati, kekuatan jiwa dan keteguhan batin. Daud segera “Menguatkan kepercayaannya pada Tuhan Allahnya”.

Langkah awal yang dilakukannya adalah berdoa memohon petunjuk Allah. Setelah yakin akan petunjuk Allah dia segera melakukannya walaupun tak mudah, karena menyelamatkan keluarga-keluarga yang ditawan Amalek adalah keberanian yang didasari pada iman yang sejati. Tetapi karena didasari pada ketaatan dan keyakinan kepada Allah Daud bukan hanya berhasil menyelamatkan tawanan Amalek tetapi dengan gemilang mengalahkan Amalek. Keteguhan hati dan batin serta kebesaran hati Daud semakin dibuktikan setelah mengalami kemenangan. Daud mengampuni rakyat yang dipimpinnya walaupun sempat mau mencelakakan dirinya. Kemudian dia membagi jarahan perang dengan adil. Jarahan perang tidak dibagikan hanya untuk orang-orang yang terlibat langsung dalam medan perang tetapi juga kepada para pendukung dan para penyemangat perang. Jadi perlu juga belajar kepada Daud untuk terbentuk menjadi pribadi yang mempunyai batin yang teguh. Daud bukanlah pribadi yang sempurna tanpa kesalahan tetapi dia selalu membangun kedekatan dengan Tuhan melalui kehidupan doa dan ketaatannya kepada kehendak Allah. (MT)
Minggu 06 Februari 2022


PESAN MINGGU INI 30 JANUARI 2022

KASIH MULA-MULA

Wahyu 2:4-5 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat”

Rasul Paulus menilai jemaat Efesus adalah merupakan jemaat yang bertumbuh secara holistik. Bukan hanya jumlah yang bertambah tetapi juga bertumbuh dalam kehidupan rohani secara membanggakan. Rasul Paulus sangat memuliakan Allah karena pertumbuhan jemaat ini, sehingga dia menulis suratnya dengan semangat yang berapi-api, walaupun rasul Paulus menulisnya dari penjara. Bagi Paulus penjara menjadi tempat berkarya bila mendengar kemajuan Injil dan pertumbuhan gereja serta kemajuan iman, kerohanian dan karakter indah orang percaya.

Efesus tidak terlibat dalam kontroversi doktrinal dan persoalan pastoral seperti surat kiriman rasul Paulus lainnya. Itulah sebabnya rasul Paulus tidak mengkritisi kehidupan jemaat Efesus. Rasul Yohanes yang mendapat perintah menulis surat ke pimpinan jemaat Efesus pun menyetujuinya. Terbukti dalam pengakuan akan berbagai kebaikan dan kebenaran yang diparaktekkan jemaat Efesus. Boleh disimpulkan bahwa kehidupan iman dan kerohanian jemaat Efesus sungguhlah sangat membanggakan, kesalahan jemaat Efesus hanyalah satu yaitu “Meninggalkan kasih yang semula”. Suatu kesalahan yang hampir bisa disebut bukanlah merupakan kesalahan. Tetapi firman Tuhan menyatakan dengan tegas “Betapa dalamnya engkau telah jatuh”. Dan perintahnya tegas “Bertobatlah”.

Jemaat Efesus memang diawali dengan kasih dan pengabdian yang sangat dalam terhadap Kristus dan firman-Nya. Hal itu ditandai dengan passion atau gairah yang menggebu-gebu memuliakan Kristus dan memberitakan Injil. Mungkin saja dalam perjalanan yang sudah membentuk mereka menjadi pengikut Kristus yang baik membuat mereka puas dan mulai mengendorkan gairah dan semangat mereka dalam mengabdi kepada Kristus, sehingga mereka harus kembali kepada kasih yang semula. Hal ini penting untuk menyadarkan semua pengikut Kristus bahwa mengikuti doktrin yang baik dan benar, mentaati firman dan beribadah dengan setia itu betul sangat penting tetapi belum cukup. Haruslah kembali kepada kasih yang semula. Kasih yang tulus kepada Kristus disertai dengan pengabdian yang iklas kepada-Nya. Kemudian kasih yang penuh gairah yang murni dan semangat yang membara kepada Kristus termasuk semangat menjaga hati dan pikiran yang bersih melalui kasih yang terus diarahkan kepada kebenaran. Perlu diingat bahwa kasih yang mula-mula bukanlah kasih yang tetap seperti semula melainkan kasih yang terus bertumbuh dan semakin mengasihi.(MT)
Minggu 30 Januari 2022


PESAN MINGGU INI 16 JANUARI 2022

BERBUAH BAGI ALLAH

Yohanes 15:3-4 “Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku”.

Tuhan Yesus memberikan ajaran yang sangat mudah dicerna mengenai hubungan-Nya dengan orang percaya atau pengikut-Nya. Dia mengumpamakan hubungan-Nya dengan pengikut-Nya seperti hubungan pokok anggur dengan rantingnya. Dalam hal ini Yesus menjelaskan bahwa pokok merupakan sumber kehidupan pada ranting, karena ranting hanya akan hidup bila ranting tetap tinggal dan menyerap kehidupan pada pokok. Ranting tidak mempunyai kehidupan dari dirinya sendiri. Jadi bila mau terus hidup tidak ada pilihan, haruslah tetap tinggal pada pokok. Bukan hanya tinggal tetapi harus pula menyerap nutrisi dari pokok untuk melanjutkan kehidupannya. Tujuan pokok memberi nutrisi pada ranting bukan supaya hidup saja tetapi supaya menghasilkan buah pada waktunya. Orang percaya yang tinggal dalam Kristus menerima banyak berkat dari Yesus. Berkat pengampunan dosa, berkat keselamatan kekal dan juga berkat kuasa untuk tetap tinggal di dalam Dia.

Kemudian orang percaya yang tinggal di dalam Kristus bukan saja menerima berkat tetapi juga menerima tanggung jawab untuk mengerjakan keselamatan dan tetap tinggal dalam Kristus. Dalam bahasa Yunani “meno” artinya adalah tetap tinggal walaupun ada usaha-usaha dari luar dirinya yang mencoba berusaha memisahkannya. Mengikat tetap hidup melainkan haruslah juga berbuah pada waktunya, jadi haruslah melakukan tanggung jawab:

  1. Tanggung jawab pertama adalah membaca dan mendengar firman Tuhan secara teratur agar Firman itu terus terpelihara dalam hati dan pikiran. Firman Tuhan itu menjadi penuntun dalam bersikap setiap hari. Firman Tuhan ditaruh dalam hati agar tidak berdosa kepada Allah. Firman Tuhan adalah pelita dan terang dalam perjalanan iman yang terkadang harus berjalan dalam kegelapan dunia.
  2. Tanggung jawab  kedua adalah memelihara dan membangun hubungan dengan Kristus agar beroleh kekuatan baru setiap hari yang sangat dibutuhkan dalam membangun kerohanian. Persekutuan dengan Kristus itu akan menjadi motivator dan inspirator dalam membangun persekutuan dengan sesama.
  3. Tanggung jawab ketiga adalah taat dan setia pada firman-Nya dengan menjaga dan memelihara kemurnian hati. Tentu saja terus membuka hati kepada Roh Kudus agar Roh Kudus berbuah melalui kehidupan kita. Bila Roh Kudus berbuah melalui kehidupan akan dilanjutkan dengan fakta berbuah bagi Tuhan. Karena melalui kesaksian hidup dan hidup bersaksi akan berpotensi membawa jiwa-jiwa baru bagi kemuliaan Kristus.(MT)

Minggu 16 Januari 2022


PESAN MINGGU INI 09 JANUARI 2022

MENATAP KE DEPAN

Filipi 3:13 “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku”

Rasul Paulus melihat dirinya sebagai seorang pelari yang sudah sering mengikuti perlombaan yang berhasil memenangkan berbagai perlombaan. Dalam hal ini Rasul Paulus mengetahui bahwa setiap perlombaan mempunyai tingkat kesulitan dan tantangan sendiri. Ketika dia mengatakan aku melupakan apa yang telah di belakangku, tak bermaksud hal-hal yang terjadi di belakang sudah tak berguna lagi. Dia ingin mengatakan bahwa hal yang terjadi di belakang tak boleh dibiarkan untuk memberi dampak yang buruk terhadap perjuangan hidup dalam rangka terus melaju, terpacu dan maju menggapai hal-hal terbaik di depan. Kekalahan yang terjadi di belakang tak boleh kita jadikan alasan berhenti berjuang. Justru hal itu haruslah memotivasi untuk terus berjuang dan juga menghilangkan atau membuang penyebab kesalahan tersebut. Kemenangan yang sudah kita raih jangan membuat berpuas diri apalagi menjadi sombong. Biasanya mempertahankan status juara lebih sukar dari pada meraihnya, karena setiap pertandingan selalu mempunyai kesulitannya sendiri. Yang harus terus dilakukan adalah mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapan atau menatap ke depan.

Rasul Paulus telah berhasil membangun hidupnya menjadi seorang pengikut Kristus yang berhasil melepaskan diri dari pengaruh Yudaisme yang sudah lama mengikat dirinya. Dia sudah berulangkali memenangkan pergumulan hidup karena pemberitaan Injil. Di hadapan pengadilan negara dan pengabdian agama tak menyurutkan semangatnya untuk terus memberitakan Injil. Penjara pun tak mampu menghentikannya. Rasul Paulus terus menatap ke depan karena di depan masih ada perjuangan untuk dihadapi dengan harapan akan tetap menang. Melalui semuanya kemenangan itu Rasul Paulus hanya ingin semakin mengenal Yesus bukan mengetahui kemampuan pribadi. Karena mengenal Yesus adalah dasar untuk serupa dengan Yesus dalam kematian-Nya supaya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Tekad seperti yang dimiliki oleh Rasul Paulus perlu membuat semua pengikut Kristus dalam menghadapi bermacam-macam gangguan dan pencobaan. Artinya jangan pernah lemah dalam menghadapi kesulitan hidup.

Dampak negatif dari era covid-19 adalah kesulitan dalam segala bidang tetapi diikuti juga dengan dampak positif. Dampak positifnya adalah mengarahkan orang percaya bersandar kepada Allah dan memaksa semua orang percaya bertindak bijaksana dalam semua aspek kehidupan. Sama seperti Rasul Paulus yang menjadikan kesulitan hidup dampak dari masa sukar sebagai alasan untuk bertekad terus maju dalam perjuangan iman dengan tetap berserah kepada Tuhan. Tapi mengarahkan pandangan ke tujuan untuk semakin mengenal Allah. Hal itu berarti kita semakin menjauh dari dunia yang jahat sebagai bagian dari kehidupan lama kita yang berdosa. Sebab itu arahkanlah diri untuk indahnya hidup dalam Kristus. (MT)
Minggu 09 Januari 2022


PESAN MINGGU INI 02 JANUARI 2022

SELAMAT TAHUN BARU 2022

Yakobus 4:13, 15 “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” 

Sekarang kita betul-betul memasuki tahun 2022 karena masih tanggal 2 Januari maka dengan salam hangat penuh semangat saya mengucapkan selamat tahun baru 2022. Tuhan Yesus memberkati. Tentu kita sudah, sedang dan akan merencanakan banyak hal untuk kita lakukan satu tahun ke depan. Tidak ada salahnya merencanakan karena kata para motivator modern “gagal merencanakan adalah merencanakan kegagalan”. Tetapi firman Tuhan menganjurkan kita bila membuat rencana haruslah akrab dengan kalimat “Jika Tuhan menghendaki, kami akan berbuat ini dan itu”. Kalimat ini bukanlah kalimat kurang yakin bernada keraguan. Tetapi bila membuat suatu rencana harus selalu mempertimbangkan Allah dan kehendak-Nya.

Perlu kita pahami bahwa segala sesuatu yang kita ingin lakukan dan capai pada 1 tahun ke depan haruslah mendatangkan kebahagiaan sejati dan kehidupan yang berguna bagi Tuhan, bagi sesama dan bagi diri sendiri karera itu taatlah kepada Allah dan kehendak-Nya. Jadi haruslah kita menganut prinsip hidup “Jika Tuhan menghendakinya” dalam membuat rencana ke depan. Bila kita sudah membuat rencana, kita pun haruslah sungguh-sungguh mendoakan agar segala rencana yang kita buat terlaksana dan tercapai. Tetapi dalam doa kita harus pula berkata “Kehendak-Mulah yang jadi” (Matius 26:42). Berserah kepada kehendak Tuhan bukanlah suatu keraguan melainkan adalah kepastian bahwa hidup kita kini dan kelak ada di dalam perlindungan Allah. Rencana renungan saat teduh kita sepanjang tahun ini tidak luput dari perencanaan. Tiga(3) tahun ini renungan kita adalah pembacaan Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu, dilanjutkan pengenalan tokoh-tokoh dalam Alkitab, kemudian membahas kata-kata penting dalam Alkitab. 

Dan tahun 2022 ini kita akan menapaki perjalanan sejarah yang terisi dengan karya-karya Allah mulai dari kisah penciptaan dunia dan isinya. Tentulah pada awalnya yang berbicara tentang waktu yang terus melaju, bukanlah waktu yang kosong. Waktu itu terisi dengan berbagai peristiwa maka terjadilah atau terwujudlah sejarah panjang perjalanan hidup manusia. Kita pun akan menemukan fakta bahwa sejarah itu tetap berada dalam kendali Allah karena segala sesuatu terjadi adalah atas ijin-Nya.

Keselamatan manusia pun adalah rencana Allah yang terlaksana bersamaan dengan lajunya perjalanan sejarah. Itulah sebabnya boleh juga disebut sejarah kerajaan Allah. Panduan renungan ini tentunya yang utama adalah Alkitab dengan buku referensi ensiklopedi Alkitab dan buku sejarah suci. Mari kita terus belajar firman Tuhan yang pastinya memperkaya dan membangun hidup kita. (MT)
Minggu 02 Januari 2022