KASIH YANG MENGGERAKKAN PENUAI
“Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” (2 Korintus 5:14-15)
Dalam Matius 9:36–38, para murid menyaksikan Yesus menolong banyak orang yang sakit parah dengan berbagai penyakit. Melihat wajah Yesus dan mendengar perkataan-Nya, mereka pun tahu bahwa Yesus bertindak menyembuhkan karena hati-Nya penuh belas kasihan kepada orang-orang yang menderita itu.
Di tengah kesibukan Yesus menyembuhkan karena banyaknya orang sakit, Ia berkata, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.” Dalam hal ini, Yesus mengajak para murid menjadi pekerja yang berbelas kasihan kepada manusia berdosa, yang dinyatakan Yesus sebagai jiwa-jiwa terlantar bagaikan domba tanpa gembala.
Yesus membawa para murid untuk melihat bahwa orang-orang yang terhilang adalah orang berdosa yang memiliki jiwa abadi yang sangat berharga, yang seharusnya menjadi penghuni surga, bukan neraka. Oleh sebab itu, Injil harus diberitakan kepada mereka agar diselamatkan dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Yesus tidak henti-hentinya mengajar dan melatih murid-murid-Nya untuk menjadi pekerja yang terlibat dalam pemberitaan Injil. Yesus tidak mengajarkan cara atau metode tertentu, tetapi fokus-Nya adalah memotivasi murid-murid-Nya agar memiliki belas kasihan. Nilai belas kasihan ini ditransformasikan Yesus kepada murid-murid-Nya melalui pengajaran dan keteladanan hidup-Nya.
Nilai hidup berbelas kasihan adalah dasar yang harus dimiliki oleh setiap pekerja yang memasuki pelayanan penuaian jiwa-jiwa bagi Kristus. Rasul Paulus menjelaskannya melalui kalimat, “Kasih Kristus yang menguasai kami.” Para pemberita Injil sejati tidak menjadikan pencapaian atau keyakinan akan keberhasilan pemberitaan Injil bergantung pada suatu metode tertentu. Seperti yang dinyatakan Rasul Paulus, kasih Kristus yang menguasai hatinyalah yang menjadi penggerak dan tenaga pendorong baginya untuk memberitakan Injil.
Ada banyak pekerja yang salah kaprah dalam hal mencari jiwa. Mereka tergerak mengajak orang lain menjadi anggota gereja tanpa upaya mengajak orang tersebut datang kepada Yesus. Untungnya, di gereja mereka mendengar Injil dan percaya kepada Yesus. Apakah salah mengajak orang menjadi anggota gereja? Tentu saja tidak salah, tetapi semuanya harus tetap digerakkan oleh kasih Kristus. MT
Minggu 01 Maret 2026




