Pesan Minggu Ini

MENJAGA PERKATAAN DAN PERBUATAN

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3:17)

Ada hal-hal yang berhubungan dengan perkataan dan perbuatan yang tidak dijelaskan secara tegas apakah salah atau benar untuk dikatakan dan dilakukan. Dalam hal ini, ada kesempatan bagi orang percaya untuk mengalami tuntunan Roh Kudus, karena Dialah Penuntun itu. Namun, rasul Paulus tetap memberi arahan agar semua orang percaya semakin belajar untuk menentukan sesuatu yang sifatnya abu-abu—apakah benar atau salah untuk dilakukan.

Arahan praktis rasul Paulus bukanlah hal yang mudah, tetapi sangat penting, dengan syarat harus didasari oleh ketulusan hati. Rasul Paulus menyatakan, “Segala sesuatu yang kamu lakukan dan katakan, lakukanlah semua dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucap syukur.” Sesungguhnya, ada nilai-nilai hidup yang tidak secara tegas dinyatakan boleh atau tidak boleh dilakukan, dan untuk menentukan apakah benar atau tidak benar untuk dilakukan. Dalam hal ini, hendaklah semuanya dilakukan dalam nama Tuhan Yesus.

Hal ini berarti bahwa sebelum mengatakan dan melakukan sesuatu, hendaklah lebih dulu mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut :

  • Pertanyaan pertama: “Layakkah atau benarkah perbuatan ini dilakukan dalam nama Tuhan Yesus?” Dalam hal ini, bila dilakukan, cukup memadaikah untuk memuliakan Allah? Bila memadai, boleh dilakukan; bila tidak, janganlah dilakukan.
  • Pertanyaan kedua: “Dapatkah suatu kegiatan itu dilakukan dalam nama Tuhan Yesus?” Jadi, bila suatu kegiatan seperti syukuran ulang tahun dapat memuliakan Allah, boleh saja dilaksanakan, tentu kemasan acaranya dengan baik dan benar, serta tidak bertentangan dengan firman Tuhan.
  • Pertanyaan ketiga: “Apakah yang dilakukan sesuai dengan nilai-nilai Kekristenan?” Bila ternyata sesuai, lakukan saja; dan bila bertentangan, jangan dilakukan.
  • Pertanyaan keempat: “Apakah hal itu melemahkan atau menguatkan kehidupan iman?” Artinya, bila kegiatan dan perbuatan tersebut membangun kehidupan iman, lakukan saja; bila merusak, jangan dilakukan.

Jadi, bila ada suatu perbuatan yang tidak secara tegas dilarang atau diperintahkan dalam Alkitab, jangan kita segera berbuat atau langsung merasa berdosa untuk melakukannya. Tetapi bila layak dilakukan dalam nama Yesus untuk kemuliaan Allah, lakukanlah. Sebab bila Alkitab diam, kita perlu berhikmat; tetapi bila dengan tegas melarang atau memerintahkan, taatilah. MT
Minggu 11 Januari 2026


[Pesan Mingguan 2026 Selengkapnya]