Home

PESAN MINGGU INI

PERKATAAN YANG MENJADI BERKAT

Yakobus 1:19;26 “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya”.

Dalam Yakobus 3:1-12 ditulis cukup panjang mengenai dosa karena lidah. Dosa karena lidah diawali dengan nasehat “Janganlah banyak di antara kamu mau menjadi guru”. Kalimat awal ini menjelaskan bahwa guru, pendeta dan para pemimpin adalah orang-orang yang harus banyak menggunakan lidah sehingga sangat berpotensi melakukan dosa karena lidah. Para hamba Tuhan adalah pribadi yang dituntut banyak berbicara, tetapi logikanya perkataannya hendaklah perkataan sarat makna agar menjadi berkat bagi pendengarnya. Sulitkah? Jelas sulit karena hamba Tuhan sama dengan manusia lainnya yang sangat cepat membicarakan apa yang dilihat, dirasa dan dialaminya. Tetapi sebelumnya Yakobus sudah mengawali wejangannya kepada gereja Tuhan agar cepat mendengar, lambat berkata-kata dan lambat marah.

Ketiga nilai kehidupan ini dapat dijadikan syarat untuk melakukan agar perkataan-perkataan yang keluar dari mulut menjadi berkat:

  1. Cepat mendengar. Ada kallimat bijak yang perlu kita pahami yaitu dunia membutuhkan banyak pendengar yang baik bukan pembicara yang fasih. Manusia pada umumnya lebih tertarik menjadi pembicara yang fasih dari pada menjadi pendengar yang baik. Pendengar yang baik tidak selalu menjadi pembicara yang baik, tetapi sudah pasti menjadi seorang yang hati-hati dalam berbicara karena sangat selektif dalam memilih kata-kata dalam hal berbicara dengan orang lain.
  2. Lambat untuk berkata-kata. Orang yang lambat berkata-kata biasanya tidak berbicara berdasarkan emosi melainkan berdasarkan pemikiran yang matang. Juga tidak berbicara melampiaskan perasaan sendiri melainkan berbicara mempertimbangkan perasaan orang lain.
  3. Lambat untuk marah. Pendengar yang baik dan orang yang lambat berbicara dengan sendirinya akan menjadi lambat marah. Karena dia akan menjadi terbiasa menguasai emosinya. Perkataannya tak pernah berdasarkan emosi melainkan berdasarkan pemikiran yang matang.

Dengan demikian perkataannya menjadi perkataan yang memberkati dan menyejukkan hati dan telinga pendengarnya. (MT)

Minggu 07 Agustus 2022


[Pesan Mingguan 2022 Selengkapnya]