Home

PESAN MINGGU INI

MENANG ATAS PENCOBAAN

Ibrani 4:15 “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”

Yesus Imam Besar bukan mempersembahkan korban penghapusan dosa berupa lembu tidak bercacat, melainkan pengorbanan diri-Nya menjadi korban sempurna untuk menghapus dosa dan menyelamatkan manusia yang berdosa. Jabatan imam besar adalah jabatan abadi Tuhan Yesus yang terus-menerus duduk di sebelah kanan Allah Bapa mendoakan dan membela umat-Nya. Sebagai imam besar abadi dia terus-menerus ada sebagai pengantara abadi karena dalam nama-Nya kita selalu dapat menikmati penyertaan-Nya selalu dan setiap saat. Dan Dia bukan saja mengetahui kelemahan-kelemahan umat-Nya melainkan juga turut merasakannya. Karena faktanya Yesus dicobai tetapi Dia menang, tidak kalah terhadap pencobaan. Hal Yesus dicobai berhubungan dengan fakta Yesus dicobai iblis. Yang kisahnya ditulis oleh Matius dan Lukas dengan sangat jelas.

Walaupun Yesus Allah yang menjadi manusia yang hidup tanpa dosa tetap saja menjalani kewajiban agama dan mengalami pengalaman hidup yang dialami oleh semua manusia. Yesus disunat dan dibaptis walaupun kedua ritual agamawi ini merupakan tanda pertobatan yang tidak perlu dijalani Yesus. Tetapi karena 2 ritual agama ini diperintahkan Tuhan maka Yesus mentaatinya. Yesus pun tidak menolak untuk berpuasa karena berpuasa adalah juga suatu kegiatan agama yang Alkitabiah dan mempunyai suatu nilai kebenaran untuk membangun kehidupan kerohanian Yesus sudah sempurna, jadi tidak perlu dibangun lagi melalui berpuasa. Tetapi Yesus mentaati semuanya sebagai teladan abadi bagi orang percaya. Selanjutnya Yesus dicobai oleh iblis. Dalam hal ini pun Yesus menjalani proses pencobaan ini dengan sungguh-sungguh. Yesus tidak menganggap pencobaan ini sebagai hal yang sepele walaupun sesungguhnya Dia sudah menang sebelum dicobai. Yesus memberi keteladanan bahwa manusia beriman khususnya pengikut Kristus harus selalu siap menghadapi iblis. Karena iblis selalu menuduh dan berusaha membinasakan pengikut Kristus.

Bukan penderitaan atas sakit penyakit yang paling berpotensi membinasakan orang percaya. Iblis justru menawarkan berbagai kemampuan, ketenaran dan kekayaan agar orang percaya tunduk dan sujud kepadanya. Tuhan Yesus memberi keteladanan bahwa apapun yang ditawarkan iblis haruslah berpegang teguh untuk mentaati dan hidup sesuai firman Tuhan. Hanya dengan keteguhan hati inilah kita tidak jatuh dalam dosa. Seperti Yesus dicobai iblis dengan menawarkan tiga hal yaitu mengubah batu menjadi roti (kemampuan), melompat dari ketinggian (kehebatan) dan memiliki kekayaan, Yesus tetap berpegang teguh. Bukan kemampuan, kehebatan dan kekayaan tetapi Bapa dan firman-Nyalah yang utama.(MT)
Minggu 24 Januari 2021


[Pesan Mingguan 2020 Selengkapnya]