Pesan Minggu Ini

MENGALAHKAN KEGELAPAN BERSAMA YESUS

Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. (Roma 1:21-22)

Rasul Paulus sangat heran dalam pengertian negatif melihat keadaan di Roma. Mereka cukup agamis dan memiliki pengetahuan yang memadai tentang Allah, sehingga dapat dikatakan bahwa mereka mengenal Allah. Jemaat Roma yang ditemuinya menunjukkan kemajuan dalam hal kuantitas, tetapi sangat kurang dalam kualitas nilai hidup kekristenan.

Mereka mengetahui Injil, tetapi kuasa Injil itu tidak berdampak pada kehidupan moral mereka. Rasul Paulus secara tegas menyatakan dalam Roma 1:16, bahwa ia memiliki keyakinan yang kokoh terhadap Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya — pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Namun, tampaknya para pengikut Kristus di Roma mengenal Allah, tetapi tidak memuliakan-Nya. Kalaupun memuliakan, hal itu hanya sebatas ucapan atau kata-kata semata. Rasul Paulus menegaskan bahwa Injil adalah kekuatan Allah; Injil adalah kabar tentang Yesus yang telah bangkit dari kematian untuk mengalahkan maut dan menghalau kegelapan.

Kebangkitan Yesus bukan hanya mengalahkan maut akibat dosa, tetapi juga mengalahkan perilaku berdosa. Moralitas yang rusak adalah bentuk kegelapan yang harus dihalau dari kehidupan setiap pengikut Kristus.

Ada dua perilaku yang membuat seseorang mengaku pengikut Kristus, tetapi tetap hidup dalam kegelapan :

  1. Kesombongan yang terus-menerus dipraktikkan. Hal ini terlihat dari sikap yang tidak pernah berhenti mencari kehormatan, walaupun tidak hidup secara terhormat. Mulut memuliakan Allah, tetapi sesungguhnya sedang memuliakan diri sendiri. Kesombongan adalah kegelapan hidup yang harus dikalahkan bersama Yesus yang telah bangkit dari kematian. Perlu diingat bahwa kesombongan adalah perilaku yang mematikan.
  2. Pencemaran hidup akibat dosa seksual karena dikuasai hawa nafsu. Fakta yang sangat memprihatinkan ini ditemukan Rasul Paulus di jemaat Roma. Mereka adalah pengikut Kristus, tetapi tetap meneruskan kebiasaan hidup lama dengan melampiaskan nafsu seksual yang memalukan dan mencemarkan. Dosa ini menggelapkan hati dan pikiran.

Namun, semua kegelapan itu dapat dihalau bersama Yesus yang bangkit, dengan membiarkan kuasa kebangkitan-Nya memberi dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. MT

Minggu 05 April 2026


[Pesan Mingguan 2026 Selengkapnya]