MENJAWAB DUNIA YANG TERLUKA
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 17Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timotius 3:16-17)
Rasul Paulus mengawali pembahasannya dengan menggambarkan keadaan manusia pada akhir zaman. Manusia menjadi egois dan tidak memiliki kepedulian terhadap nasib serta penderitaan orang lain. Karena cinta akan uang dan fokus hidup pada kekayaan, banyak orang menjadi korban, sehingga semakin banyak jiwa yang hilang dan terluka. Keadaan dunia pada akhir zaman membuat semakin banyak orang menjauh dari kebenaran sejati, lalu menciptakan dan membangun kebenaran menurut versi mereka sendiri.
Rasul Paulus menasihati Timotius agar tidak terlibat dalam dosa-dosa akhir zaman dan tidak menjadi korban kejahatan dari manusia-manusia yang telah terperosok dalam kebiasaan yang menjauh dari kebenaran. Fakta yang menyedihkan adalah bahwa mereka tetap beribadah dan mengaku sebagai orang Kristen, tetapi hanya secara lahiriah.
Timotius menyaksikan sendiri banyaknya orang yang terluka akibat dosa manusia akhir zaman. Sebenarnya, bukan hanya orang lain yang terluka, tetapi para pelaku kejahatan yang sangat egois itu pun adalah jiwa-jiwa yang terluka karena hidup menyimpang dari jalan yang telah ditetapkan Kristus.
Timotius adalah seorang anak muda yang tetap setia hidup sesuai dengan firman Tuhan. Ia adalah sosok anak Allah dan hamba Tuhan yang sangat berpotensi menjadi jawaban bagi kehidupan manusia di dunia yang bukan hanya terluka, tetapi juga saling melukai. Walaupun masih muda, Timotius taat kepada pesan bapak rohani dan seniornya, Rasul Paulus.
Rasul Paulus menganjurkan Timotius untuk tetap fokus dan taat kepada firman Tuhan. Firman Tuhan adalah standar hidup dan standar kebenaran yang diilhamkan Allah melalui hamba-hamba-Nya, yang berguna untuk mengajar. Oleh sebab itu, setialah menjalani kehidupan yang selaras dengan firman Allah. Firman Tuhan juga bermanfaat untuk menyatakan kesalahan dan memperbaiki kesalahan agar tetap hidup benar di jalan kebenaran.
Hanya dengan hidup sesuai tuntunan firman Tuhan, hidup akan menjadi kuat—tidak melukai dan tidak terluka. Karena itu, kita harus berjuang untuk menghidupi firman Tuhan agar kehadiran kita menjadi jawaban bagi manusia akhir zaman yang terluka, tetapi juga melukai. Sebab sesungguhnya pengikut Kristus adalah manusia kepunyaan Allah yang dipakai-Nya untuk menjadi jawaban bagi dunia yang terluka. MT
Minggu 08 Maret 2026




