Pesan Minggu Ini

PENUAI YANG DIMURIDKAN OLEH KEHIDUPAN

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” (Roma 5:3-4)

Menjadi penuai bukan berarti kita hanya dipakai Tuhan untuk membawa orang lain datang kepada-Nya. Sebelum Tuhan memakai kita untuk memuridkan orang lain, sering kali Tuhan terlebih dahulu memuridkan kita melalui kehidupan yang kita jalani.

Ada banyak hal yang Tuhan gunakan untuk membentuk kita:

  • Keluarga
  • Pekerjaan
  • Pelayanan
  • Relasi
  • Keberhasilan
  • Kegagalan
  • bahkan masalah dan peperangan.

Kita mungkin berharap Tuhan segera mengangkat masalah kita, tetapi terkadang Tuhan justru menggunakan masalah tersebut untuk membentuk karakter kita.

Masalah dapat mengajar kita tentang kesabaran. Kekecewaan dapat mengajar kita tentang pengampunan. Kegagalan dapat mengajar kita tentang kerendahan hati. Penantian dapat mengajar kita tentang iman. Peperangan dapat mengajar kita tentang ketergantungan kepada Tuhan.

Karena itu, pertanyaan kita tidak seharusnya hanya, “Tuhan, kapan masalah ini selesai?” tetapi juga, “Tuhan, apa yang sedang Engkau ajarkan kepadaku melalui masalah ini?”

Seorang penuai yang mau dimuridkan oleh kehidupan tidak membuang pengalaman sulit begitu saja. Ia belajar menemukan pekerjaan Tuhan di tengah proses tersebut. Ia memahami bahwa Tuhan tidak selalu mengubah keadaan dengan segera, tetapi Tuhan dapat mengubah hati dan karakter kita melalui keadaan tersebut.

Demikian juga dalam peperangan rohani, kita tidak dipanggil untuk berperang dengan kekuatan dan cara kita sendiri. Tuhan mengajar kita untuk berdiri dalam iman, menggunakan Firman, hidup dalam kebenaran, berdoa, dan tetap taat kepada-Nya.

Peperangan bukan selalu tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita. Kadang-kadang peperangan justru menjadi tempat di mana iman kita dilatih dan karakter kita dibentuk.

Penuai yang dewasa bukan hanya mampu memenangkan orang lain, tetapi juga bersedia dibentuk Tuhan melalui kehidupannya sendiri.
Minggu 08 November 2026


[Pesan Mingguan 2026 Selengkapnya]