Pesan Minggu Ini

HIDUP FANA YANG BERBUAH KEKAL

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” (Yohanes 15:16)

Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk menjaga, mempertahankan, dan membangun hidup yang saling mengasihi. Kasih yang diperintahkan Yesus adalah kasih seperti yang telah Ia tunjukkan kepada mereka. Kasih itu adalah kasih yang rela menyerahkan nyawa demi menyelamatkan orang berdosa yang dikasihi-Nya.

Untuk lebih meyakinkan murid-murid-Nya, Yesus menyatakan bahwa mereka adalah sahabat-sahabat-Nya. Sebagai sahabat, Yesus telah membuka segala berkat dari Allah Bapa kepada mereka tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Untuk menjadi sahabat Yesus, para murid harus terus berjuang dan berusaha menaati perintah-Nya, yaitu pergi bersaksi dan menghasilkan buah yang tetap atau buah yang kekal. Tentu saja, para murid mungkin merasa tersanjung, tetapi juga merasa tidak mampu, karena bagaimana mungkin manusia yang fana dapat menghasilkan buah yang kekal?

Karena itulah Yesus berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Pernyataan ini sangat berkaitan dengan perintah-Nya. Ia memilih dan menetapkan para murid agar mereka pergi dan menghasilkan buah yang tetap.

Setiap orang percaya adalah mereka yang merespons pemilihan dan penetapan Tuhan atas dirinya, bukan orang yang memilih Tuhan berdasarkan selera atau keinginan pribadi. Jika kita yang memilih, sudah pasti kita lemah dan tidak mampu pergi serta menghasilkan buah yang tetap. Namun, karena kita adalah umat pilihan Allah, Ia akan menjadikan dan memperlengkapi kita menjadi alat-Nya untuk pergi dan menghasilkan buah yang kekal.

Sikap yang benar terhadap pemilihan Tuhan atas diri kita yang berdosa ini adalah menerima dan menghargainya dengan sungguh-sungguh. Pilihan-Nya adalah anugerah yang sangat berharga, sehingga harus diterima dengan kehidupan yang penuh syukur dan meluap dengan pujian kepada-Nya.

Selanjutnya, kita harus meresponsinya dengan pergi dan hidup di tengah sesama sebagai saksi Kristus melalui perkataan dan perbuatan. Kita juga perlu membangun kehidupan doa agar tetap berhubungan dengan Tuhan dan tinggal di dalam Dia, sehingga dapat terus menghasilkan buah yang tetap. MT
Minggu 26 April 2026


[Pesan Mingguan 2026 Selengkapnya]