KASIH YANG BERBUAH MISI
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20)
Kasih Allah adalah kasih yang bergerak. Allah tidak hanya menyatakan kasih-Nya melalui perkataan, tetapi mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk datang ke dunia dan menyelamatkan manusia. Karena itu, ketika kita mengalami kasih Kristus, kasih tersebut tidak seharusnya berhenti pada diri kita. Kasih itu harus berbuah dalam misi.
Yesus memberikan Amanat Agung kepada murid-murid-Nya: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Perintah ini menunjukkan bahwa gereja dipanggil bukan hanya untuk berkumpul, beribadah, dan menikmati berkat Tuhan, tetapi juga untuk pergi menjangkau mereka yang belum mengenal Kristus.
Kasih yang menuntaskan misi adalah kasih yang tidak mudah berhenti. Ada orang yang mungkin menolak ketika kita berbicara tentang Tuhan. Ada yang belum siap menerima Injil. Ada pula yang membutuhkan waktu panjang untuk mengalami perubahan. Namun kasih Kristus mengajar kita untuk tetap mendoakan, mengasihi, melayani, dan menjadi saksi.
Misi juga bukan hanya berbicara tentang keselamatan dengan kata-kata. Kasih harus terlihat melalui perbuatan nyata. Ketika kita menolong orang yang membutuhkan, mendengarkan mereka yang terluka, memperhatikan mereka yang kesepian, dan hadir bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan, kita sedang memperlihatkan kasih Kristus.
Pada bulan misi ini, mari kita membuka hati dan mata. Siapa orang di sekitar kita yang belum mengenal Kristus? Siapa yang Tuhan ingin kita jangkau?
Kiranya kasih yang telah kita terima dari Kristus tidak berhenti dalam hidup kita, tetapi berbuah menjadi misi yang terus bergerak sampai Amanat Agung dikerjakan.
Minggu 04 Oktober 2026




