Pesan Mingguan Temporary

PESAN MINGGU INI 06 SEPTEMBER 2026

MEZBAH YANG TIDAK PERNAH PADAM

“Api di atas mezbah itu harus tetap menyala, janganlah dibiarkan padam.”  (Imamat 6:12)

Perintah Tuhan kepada para imam agar menjaga api mezbah tetap menyala bukan sekadar aturan liturgi, melainkan lambang dari hubungan perjanjian antara Allah dan umat-Nya. Api yang terus menyala melambangkan kekudusan Allah, penyembahan yang berkesinambungan, dan kesetiaan-Nya yang tidak pernah berubah. Imam bertanggung jawab menambahkan kayu setiap pagi, mengatur korban bakaran, serta memastikan api itu tidak pernah padam. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan rohani memerlukan pemeliharaan yang terus-menerus dan tidak dapat bergantung pada pengalaman masa lalu.

Dalam terang Perjanjian Baru, mezbah mengarahkan kita kepada Kristus, Sang Korban Sempurna, yang telah mempersembahkan diri-Nya sekali untuk selama-lamanya bagi penebusan dosa manusia. Karena pengorbanan-Nya, orang percaya dipanggil untuk mempersembahkan hidup sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah. Api mezbah kini berbicara tentang hati yang terus menyala oleh kasih kepada Tuhan, ketaatan kepada firman-Nya, dan karya Roh Kudus yang membentuk karakter orang percaya setiap hari.

Namun, api rohani dapat meredup ketika doa diabaikan, firman Tuhan tidak lagi menjadi makanan jiwa, atau hati dipenuhi oleh dosa, kepahitan, dan kesibukan dunia. Karena itu, seperti imam yang setia menambah kayu ke mezbah setiap pagi, kita pun harus membangun disiplin rohani melalui doa, pembacaan Alkitab, penyembahan, dan kehidupan yang taat. Roh Kudus memakai semua itu untuk memelihara semangat iman agar tetap berkobar.

Marilah kita menjaga mezbah hati kita agar tidak pernah padam. Biarlah kehidupan kita menjadi kesaksian yang memuliakan Tuhan, sehingga api kasih, iman, dan pengharapan terus menyala sampai Kristus datang kembali. Ketika mezbah hati tetap menyala, dunia akan melihat terang Kristus melalui hidup kita dan nama Tuhan dimuliakan di setiap langkah kehidupan.
Minggu 06 September 2026


PESAN MINGGU INI 30 AGUSTUS 2026

SUKACITA BESAR DALAM MENUAI

“Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.” (Yohanes 4:36)

Menuai merupakan saat yang paling dinantikan oleh setiap petani. Setelah bekerja keras, menabur benih, merawat tanaman, dan melewati berbagai tantangan, tibalah waktu menikmati hasilnya dengan penuh sukacita. Demikian pula dalam kehidupan rohani. Tuhan memanggil setiap orang percaya untuk menjadi penuai di ladang-Nya. Kita dipanggil untuk membawa kabar keselamatan, menguatkan sesama, melayani dengan kasih, dan menuntun banyak orang semakin dekat kepada Kristus. Setiap benih Firman yang ditaburkan dengan setia akan menghasilkan tuaian pada waktu yang telah ditetapkan Tuhan.

Terkadang, perjalanan sebagai penuai tidaklah mudah. Ada penolakan, kelelahan, dan air mata. Tidak sedikit pelayanan yang tampaknya tidak segera membuahkan hasil. Namun Firman Tuhan mengingatkan bahwa setiap penuai bekerja bukan untuk pujian manusia, melainkan bagi Tuhan yang melihat segala sesuatu. Tidak ada doa yang dinaikkan dengan iman, tidak ada pelayanan yang dilakukan dengan kasih, dan tidak ada pengorbanan demi Kristus yang sia-sia. Allah sendiri menjanjikan upah bagi setiap orang yang setia mengerjakan ladang-Nya.

Karena itu, marilah kita hidup dalam pengharapan yang benar. Jangan menilai pelayanan hanya dari hasil yang terlihat, tetapi percayalah bahwa Tuhan sedang bekerja melalui setiap langkah ketaatan kita. Tetaplah menabur Firman, mengasihi sesama, melayani dengan sukacita, dan menjadi terang di mana pun Tuhan menempatkan kita. Sukacita seorang penuai bukan hanya ketika melihat hasil di dunia ini, tetapi terlebih lagi ketika mengetahui bahwa pekerjaannya menghasilkan buah bagi hidup yang kekal.

Kiranya hati kita semakin diteguhkan untuk tetap setia hingga akhir. Saat Kristus datang kembali, biarlah kita berdiri di hadapan-Nya dengan penuh sukacita, membawa buah dari kehidupan yang dipersembahkan bagi kemuliaan-Nya. Sebab setiap penuai yang setia akan menerima upah kekal dari Tuhan dan bersama-sama bersukacita di hadirat-Nya selama-lamanya.
Minggu 30 Agustus 2026


PESAN MINGGU INI 23 AGUSTUS 2026

JANGAN PULANG DENGAN TANGAN KOSONG

“Karena kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.” (2 Korintus 5:10)

Setiap perjalanan pasti memiliki tujuan, dan setiap kehidupan akan mencapai akhirnya. Sebagai orang percaya, kita sedang menjalani perjalanan iman menuju rumah Bapa di surga. Pada suatu hari, setiap kita akan berdiri di hadapan Tuhan untuk mempertanggungjawabkan hidup yang telah dipercayakan-Nya. Pertanyaannya bukanlah seberapa lama kita hidup, melainkan apa yang telah kita lakukan dengan waktu, talenta, kesempatan, dan kasih karunia yang Tuhan berikan. Karena itu, janganlah kita pulang kepada Tuhan dengan tangan kosong.

Tuhan telah mempercayakan berbagai berkat kepada setiap anak-Nya. Ada yang menerima kemampuan untuk mengajar, melayani, menguatkan, memberi, memimpin, atau menjadi saksi Kristus melalui kehidupan sehari-hari. Semua itu bukan untuk disimpan bagi diri sendiri, tetapi untuk dipakai membangun Kerajaan Allah dan menjadi berkat bagi sesama. Hidup yang berkenan kepada Tuhan adalah hidup yang menghasilkan buah melalui kasih, ketaatan, pelayanan, dan kesetiaan kepada Firman-Nya.

Di tengah kesibukan dunia, kita mudah terjebak mengejar keberhasilan yang sifatnya sementara. Padahal, keberhasilan sejati di hadapan Tuhan bukan diukur dari kekayaan, jabatan, atau popularitas, melainkan dari kesetiaan kita mengerjakan kehendak-Nya. Setiap doa yang dinaikkan dengan iman, setiap pengorbanan yang dilakukan dengan kasih, setiap jiwa yang dikuatkan, dan setiap pelayanan yang dikerjakan dengan tulus merupakan harta yang bernilai kekal di hadapan Allah.

Marilah menggunakan setiap hari sebagai kesempatan untuk menghasilkan buah yang memuliakan Tuhan. Jangan menunda berbuat baik, jangan menunda melayani, dan jangan menunda memberitakan kasih Kristus kepada mereka yang belum mengenal-Nya. Ketika perjalanan hidup ini berakhir dan kita kembali kepada Bapa, kiranya kita tidak datang dengan tangan kosong, tetapi membawa persembahan hidup yang penuh dengan buah kebenaran, kesetiaan, dan kasih.

Biarlah kerinduan terbesar kita adalah mendengar Tuhan berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia.” Semoga hidup kita menjadi persembahan yang berkenan di hadapan-Nya dan meninggalkan warisan iman yang memberkati banyak orang.
Minggu 23 Agustus 2026


PESAN MINGGU INI 16 AGUSTUS 2026

KEMERDEKAAN SEJATI DI DALAM KRISTUS

“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” (Galatia 5:1)

Banyak orang memaknai kemerdekaan sebagai kebebasan untuk melakukan apa saja sesuai dengan keinginannya. Dunia mengajarkan bahwa seseorang dianggap merdeka ketika tidak lagi dibatasi oleh siapa pun. Namun, Firman Tuhan menunjukkan bahwa kemerdekaan sejati bukanlah kebebasan untuk hidup menurut keinginan daging, melainkan kebebasan dari kuasa dosa melalui karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib.

Sebelum mengenal Kristus, manusia hidup dalam perhambaan dosa. Dosa mengikat hati, menguasai pikiran, merusak hubungan dengan Allah, dan membawa manusia kepada kebinasaan. Tidak ada usaha manusia yang mampu membebaskan dirinya sendiri dari belenggu tersebut. Namun karena kasih-Nya yang besar, Allah mengutus Anak-Nya untuk menanggung hukuman dosa kita. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, setiap orang yang percaya kepada-Nya menerima pengampunan, hidup yang baru, dan kemerdekaan yang sejati.

Kemerdekaan di dalam Kristus bukan berarti kita bebas hidup semaunya, tetapi bebas untuk mengasihi Allah, menaati Firman-Nya, mengampuni sesama, melayani dengan sukacita, dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Orang yang telah dimerdekakan oleh Kristus tidak lagi diperbudak oleh rasa bersalah, ketakutan, kebencian, atau kuasa dosa, melainkan hidup sebagai anak-anak Allah yang memiliki pengharapan kekal. 

Marilah kita menjaga kemerdekaan rohani yang telah dianugerahkan Tuhan dengan hidup dalam ketaatan setiap hari. Jangan kembali kepada cara hidup yang lama, tetapi terus bertumbuh dalam iman, kasih, dan kekudusan. Biarlah melalui kehidupan kita, dunia melihat bahwa kemerdekaan sejati hanya ditemukan di dalam Yesus Kristus.

Ketika kita hidup di bawah pemerintahan-Nya, kita mengalami damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Itulah kemerdekaan yang sejati, yang mengubahkan hidup sekarang dan mempersiapkan kita untuk menikmati persekutuan kekal bersama Tuhan.
Minggu 16 Agustus 2026


PESAN MINGGU INI 09 AGUSTUS 2026

LADANG SUDAH MENGUNING

“Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.” (Yohanes 4:35)

Perkataan Tuhan Yesus kepada para murid merupakan panggilan agar mereka memiliki cara pandang yang berbeda terhadap dunia. Ketika murid-murid masih memikirkan kebutuhan jasmani, Yesus mengarahkan perhatian mereka kepada kebutuhan rohani manusia. Ia berkata bahwa ladang sudah menguning dan siap dituai. Artinya, ada begitu banyak jiwa yang membutuhkan kasih, pengharapan, dan keselamatan di dalam Kristus. Ladang itu bukan hanya berada di tempat yang jauh, tetapi juga ada di sekitar kita—di dalam keluarga, lingkungan kerja, sekolah, gereja, bahkan di tengah masyarakat tempat Tuhan menempatkan kita.

Tuhan tidak memanggil setiap orang percaya hanya untuk menikmati keselamatan, tetapi juga untuk menjadi pekerja-pekerja di ladang-Nya. Setiap perkataan yang membangun, setiap tindakan kasih, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap kesaksian tentang Kristus merupakan benih yang Tuhan pakai untuk membawa orang kepada keselamatan. Jangan pernah merasa bahwa pelayanan kita terlalu kecil atau tidak berarti, sebab Tuhan sanggup memakai kesetiaan dalam perkara sederhana untuk menghasilkan tuaian yang besar.

Namun, kesempatan untuk menuai tidak berlangsung selamanya. Akan tiba waktunya Tuhan Yesus datang kembali dan masa penuaian berakhir. Oleh sebab itu, marilah kita menggunakan setiap kesempatan yang masih diberikan Tuhan dengan penuh tanggung jawab. Jangan menunda untuk melayani, memberitakan Injil, mengampuni, mengasihi, dan menjadi terang bagi dunia. Biarlah kehidupan kita menjadi alat di tangan Tuhan untuk membawa banyak orang mengenal Kristus.

Ketika Sang Tuan Ladang datang kembali, kiranya Ia mendapati kita sebagai hamba-hamba yang setia, rajin bekerja di ladang-Nya, dan bersukacita karena telah ikut mengambil bagian dalam tuaian jiwa-jiwa bagi kemuliaan nama Tuhan.
Minggu 09 Agustus 2026


PESAN MINGGU INI 02 AGUSTUS 2026

MENUAI MENJELANG KEDATANGAN-NYA

“Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.” Matius 16:27

Kedatangan Tuhan Yesus Kristus adalah pengharapan yang pasti bagi setiap orang percaya. Namun, kepastian itu juga menjadi panggilan untuk hidup dengan penuh tanggung jawab. Selama Tuhan masih memberikan napas kehidupan, setiap hari merupakan kesempatan untuk menabur benih-benih iman, kasih, ketaatan, dan pelayanan. Apa yang kita tabur hari ini akan menjadi tuaian yang kita terima ketika Kristus datang kembali dalam kemuliaan-Nya.

Sayangnya, banyak orang lebih sibuk mengejar keberhasilan duniawi daripada mempersiapkan diri menyambut Sang Raja. Kesibukan pekerjaan, ambisi pribadi, dan berbagai kenikmatan dunia sering kali membuat kehidupan rohani menjadi dingin. Doa mulai ditinggalkan, Firman Tuhan jarang dibaca, pelayanan dianggap beban, dan kesempatan untuk menjadi saksi Kristus sering diabaikan. Tanpa disadari, hari demi hari berlalu, sementara kesempatan untuk menghasilkan buah bagi Kerajaan Allah semakin berkurang.

Firman Tuhan mengingatkan bahwa setiap orang akan mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Kristus. Karena itu, marilah kita menggunakan waktu yang ada dengan bijaksana. Jadilah pribadi yang setia dalam perkara kecil, murah hati kepada sesama, tekun dalam doa, rajin melayani, dan berani menyatakan kasih Kristus melalui perkataan maupun perbuatan. Tuhan tidak menilai besarnya pelayanan kita, melainkan kesetiaan hati dalam menjalankan panggilan yang telah dipercayakan-Nya. 

Mari menjalani setiap hari dengan kesadaran bahwa kita sedang mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan. Jangan menunda pertobatan, jangan menunda pengampunan, dan jangan menunda berbuat baik. Selama pintu anugerah masih terbuka, marilah kita menjadi pekerja-pekerja yang setia di ladang Tuhan. Ketika Kristus datang kembali, biarlah Ia mendapati kita sebagai hamba yang menghasilkan buah yang tetap, sehingga kita menerima sukacita dan upah yang telah disediakan-Nya bagi mereka yang setia sampai akhir.
Minggu 02 Agustus 2026


PESAN MINGGU INI 26 JULI 2026

KASIH SEMULA DALAM PEKERJAAN

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” (Kolose 3:23-24)

Pekerjaan merupakan bagian penting dari kehidupan yang Tuhan percayakan kepada setiap orang. Melalui pekerjaan, kita memenuhi kebutuhan hidup, mengembangkan talenta, dan menjadi berkat bagi banyak orang. Namun bagi orang percaya, pekerjaan bukan sekadar sarana mencari penghasilan. Pekerjaan adalah kesempatan untuk memuliakan Tuhan dan menyatakan kasih-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Kasih dalam pekerjaan terlihat dari sikap hati yang benar ketika menjalankan tanggung jawab. Seseorang yang bekerja dengan kasih tidak hanya berfokus pada hasil atau keuntungan pribadi, tetapi juga berusaha memberikan yang terbaik sebagai bentuk syukur kepada Tuhan. Ia menyadari bahwa pekerjaannya adalah bagian dari panggilan hidup yang dipercayakan Tuhan kepadanya.

Kasih juga memengaruhi cara seseorang memperlakukan rekan kerja, atasan, bawahan, pelanggan, maupun orang-orang yang ditemuinya setiap hari. Di tengah persaingan, tekanan, dan tuntutan pekerjaan, kasih menolong kita tetap menunjukkan kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, dan kepedulian. Kasih membuat kita melihat orang lain bukan sebagai alat untuk mencapai tujuan, tetapi sebagai pribadi yang berharga di mata Tuhan.

Tidak semua hari dalam pekerjaan berjalan dengan mudah. Ada saat-saat ketika kita menghadapi kegagalan, kesalahpahaman, atau beban yang berat. Namun kasih kepada Tuhan memberi kekuatan untuk tetap setia dan melakukan yang benar. Ketika pekerjaan dilakukan dengan kasih, setiap tugas memiliki makna yang lebih dalam karena dikerjakan untuk memuliakan Tuhan.

Hari ini, marilah melihat pekerjaan sebagai ladang pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Biarlah kasih Kristus memenuhi hati kita sehingga melalui pekerjaan, orang lain dapat melihat karakter Tuhan dan merasakan berkat dari kehadiran kita.
Minggu 26 Juli 2026


PESAN MINGGU INI 19 JULI 2026

MEMELIHARA KASIH SEMULA

“Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.” (Yudas 1:21)

Kasih adalah salah satu anugerah terbesar yang Tuhan berikan kepada setiap orang percaya. Melalui kasih, kita mengenal karakter Allah, membangun hubungan dengan sesama, dan menjalani kehidupan yang berkenan kepada-Nya. Namun kasih bukanlah sesuatu yang dapat dibiarkan begitu saja. Kasih perlu dipelihara, dijaga, dan terus bertumbuh agar tetap hidup dan menghasilkan buah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam perjalanan iman, berbagai hal dapat mengikis kasih dalam hati seseorang. Kesibukan, kekecewaan, konflik, kepahitan, dan tekanan hidup sering kali membuat hati menjadi dingin. Tanpa disadari, kasih kepada Tuhan mulai berkurang, dan kasih kepada sesama menjadi semakin sulit dinyatakan. Karena itu, Alkitab mengingatkan kita untuk tetap tinggal dalam kasih Allah dan memeliharanya dengan sungguh-sungguh.

Memelihara kasih berarti menjaga hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui doa, firman, dan ketaatan. Ketika hati terus dipenuhi kasih Tuhan, kita akan memiliki kemampuan untuk mengasihi orang lain, bahkan mereka yang sulit dikasihi. Kasih yang dipelihara juga akan menjaga hati dari kepahitan, iri hati, dan keinginan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan.

Kasih yang hidup akan terlihat melalui tindakan nyata. Bukan hanya melalui perkataan, tetapi melalui sikap yang penuh pengampunan, kesabaran, kerendahan hati, dan kepedulian. Dunia yang penuh dengan perpecahan membutuhkan orang-orang percaya yang memancarkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Hari ini, marilah kita memeriksa keadaan hati kita. Apakah kasih kepada Tuhan masih bertumbuh? Apakah kasih kepada sesama masih nyata dalam tindakan kita? Mintalah Roh Kudus menolong kita memelihara kasih setiap hari, sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang memuliakan Tuhan dan membawa damai bagi banyak orang.
Minggu 19 Juli 2026


PESAN MINGGU INI 12 JULI 2026

PENUAI YANG DIGERAKKAN KASIH SEMULA

Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. (2 Korintus 5:14)

Seorang penuai dipanggil bukan sekadar untuk bekerja bagi Tuhan, tetapi untuk hidup digerakkan oleh kasih Kristus. Kasih semula adalah kasih yang pertama kali memenuhi hati ketika seseorang mengalami keselamatan di dalam Yesus. Kasih itu menghadirkan sukacita, semangat, dan kerinduan yang besar untuk memberitakan kabar baik kepada orang lain.

Kasih semula memiliki kuasa yang luar biasa. Kasih itu mengubah pelayanan dari sebuah kewajiban menjadi sebuah kerinduan. Seorang penuai yang digerakkan oleh kasih tidak melayani karena tekanan, tuntutan, atau keinginan mendapatkan penghargaan. Ia melayani karena hatinya telah disentuh oleh kasih Tuhan yang begitu besar. Ia sadar bahwa hidupnya telah ditebus, sehingga ia ingin menjadi alat Tuhan untuk membawa orang lain mengenal keselamatan yang sama.

Di tengah perjalanan pelayanan, seorang penuai dapat menghadapi berbagai tantangan. Penolakan, kelelahan, kesibukan, bahkan kekecewaan dapat mengurangi semangat. Namun ketika kasih Kristus tetap menjadi pusat kehidupan, hati akan terus diperbarui. Kasih Tuhan memberikan kekuatan untuk bertahan, pengharapan untuk terus melangkah, dan sukacita untuk tetap melayani.

Penuai yang digerakkan kasih semula juga memiliki hati yang peka terhadap kebutuhan orang lain. Ia tidak hanya melihat masalah yang tampak, tetapi juga melihat jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih dan pengharapan. Ia rela menjadi saluran berkat bagi sesamanya karena ia memahami hati Tuhan bagi dunia.

Hari ini, Tuhan mengundang kita untuk membiarkan kasih Kristus terus menguasai hati kita. Ketika kasih itu tetap hidup dan menyala, pelayanan tidak akan menjadi beban. Sebaliknya, setiap langkah akan dipenuhi makna, setiap pengorbanan menjadi sukacita, dan setiap jiwa menjadi berharga di mata kita sebagaimana berharga di mata Tuhan.
Minggu 12 Juli 2026


PESAN MINGGU INI 05 JULI 2026

KASIH SEMULA SEORANG PENUAI

“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” (Wahyu 2:4-5)

Kasih semula adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang penuai jiwa. Ketika seseorang pertama kali mengalami kasih Kristus, hatinya dipenuhi sukacita untuk melayani, bersaksi, dan membawa jiwa kepada Tuhan. Tidak ada paksaan, tidak ada ambisi pribadi, hanya kerinduan agar semakin banyak orang mengenal kasih Allah.

Namun perjalanan waktu sering membuat seorang penuai kehilangan api mula-mula itu. Aktivitas pelayanan yang padat, tantangan hidup, kekecewaan terhadap sesama, atau rutinitas rohani yang monoton dapat membuat pelayanan berubah menjadi kewajiban. Tangan masih bekerja, tetapi hati tidak lagi menyala. Mulut masih bersaksi, tetapi kasih tidak lagi menjadi motivasi utama.

Tuhan Yesus menegur jemaat Efesus karena mereka meninggalkan kasih yang semula. Mereka tetap aktif melayani, namun kehilangan hubungan intim dengan Tuhan. Teguran ini juga menjadi peringatan bagi setiap penuai agar tidak hanya fokus pada hasil, melainkan menjaga kedekatan dengan Sang Pemilik tuaian.

Kasih semula bukan sekadar perasaan emosional, melainkan hubungan yang hidup dengan Kristus. Dari hubungan itulah lahir belas kasihan bagi jiwa-jiwa yang terhilang. Ketika kasih kepada Tuhan dipulihkan, semangat untuk menuai kembali menyala. Pelayanan menjadi sukacita, pengorbanan menjadi ringan, dan kesaksian menjadi nyata.

Hari ini Tuhan mengundang setiap penuai untuk kembali kepada-Nya. Ingatlah bagaimana dahulu kita begitu bersemangat mencari hadirat-Nya, begitu antusias melayani, dan begitu rindu melihat jiwa diselamatkan. Kembalilah kepada kasih semula, sebab dari situlah pelayanan yang berbuah dimulai.
Minggu 05 Juli 2026