Home

PESAN MINGGU INI

MEMBANGUN NILAI LUHUR DALAM KELUARGA

Ulangan 6:6-7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau  perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Nilai luhur dalam keluarga tentu haruslah digali dari Alkitab yang kemudian menjadi wujud nilai-nilai kekristenan. Nilai kekristenan bersumber dari perintah Allah untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia. Hal ini penting dan sangat prinsip bahwa segala nilai-nilai hidup dalam kekristenan haruslah murni dari firman Tuhan. Dengan kata lain bahwa standar hidup dan standar moral pengikut Kristus adalah Alkitab. Rasul Paulus menyatakan “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya diantara kamu”. Jadi mempelajari dan mengamalkan firman Tuhan haruslah sungguh-sungguh dan terus menerus. Bila dihubungkan dengan kehidupan berkeluarga maka nilai luhur dalam keluarga haruslah bersumber dari firman Tuhan.

Hidup berkeluarga tak terpisahkan dari adat istiadat tetapi adat istiadat bukanlah standar kebenaran. Jadi haruslah juga tunduk kepada firman Tuhan. Adat istiadat tak harus ditolak tetapi harus dicerahkan oleh kebenaran firman Tuhan. Nilai-nilai luhur firman Tuhan sebaiknya dimulai, dilanjutkan dan diperdalam di keluarga. Musa menerima Firman untuk dilanjutkan kepada umat sangat serius dan tidak boleh diabaikan.

Cara penting mengungkapkan kasih kepada Allah adalah memperdulikan kesejahteraan dan kesehatan rohani anak-anak hendaklah merupakan perhatian utama semua orangtua. Bukan hanya membina melalui perkataan tetapi juga membina melalui keteladanan.

Keluarga umat Tuhan hendaklah menjadi pusat penanaman nilai luhur kekristenan yang diprakarsai oleh ayah dan ibu dan menjadikannya perhatian utama dalam kehidupan. Dan hal ini adalah perintah langsung dari Allah kepada umat-Nya. Kesibukan dalam hidup sehari-hari membuat umat Tuhan tidak mempunyai waktu yang cukup dengan anak-anaknya. Itulah sebabnya Allah memerintahkan agar mengajarkannya berulang-ulang saat duduk, saat di pembaringan bahkan saat di perjalanan. Jelas Allah memerintahkan sempatkan mengajarkan nilai luhur firman Allah kepada anak-anak bukan mengajarkannya bila sempat. Hal itu berarti walaupun sedikit waktu dengan anak-anak sempatkanlah. Menyempatkan berarti menjadikan waktu yang sedikit itu menjadi waktu yang sangat berkualitas. Tetapi tetap saja bahwa yang paling baik, benar dan tepat adalah menjadi teladan bagi anak-anak dalam mengamalkan nilai-nilai luhur firman Tuhan. (MT)
Minggu 26 Jun 2022


[Pesan Mingguan 2022 Selengkapnya]