MENYEMBAH SAMPAI TEMBOK-TEMBOK RUNTUH
“Maka bersoraklah bangsa itu, sedang para imam meniup sangkakala. Segera setelah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu.” (Yosua 6:20)
Yerikho adalah kota yang memiliki tembok kokoh dan pintu-pintu yang tertutup rapat. Secara manusia, Israel tidak memiliki kekuatan untuk meruntuhkannya. Namun Tuhan memberikan strategi yang berbeda: mereka harus mengelilingi kota, membawa tabut perjanjian, meniup sangkakala, dan pada waktu yang ditentukan bersorak. Kemenangan tidak dimulai dengan kekuatan senjata manusia, tetapi dengan ketaatan dan penyembahan kepada Allah.
Kisah Yerikho mengajarkan bahwa penyembahan adalah bagian dari peperangan rohani. Ketika umat Tuhan menyembah, mereka sedang mengarahkan hati kepada Allah yang lebih besar daripada masalah mereka. Penyembahan mengingatkan kita bahwa tembok yang kita hadapi bukanlah akhir dari cerita. Ada kuasa Tuhan yang bekerja melampaui apa yang dapat dilihat mata.
Mungkin hari ini ada “tembok” dalam kehidupan kita: pergumulan keluarga, kekhawatiran, kegagalan, hubungan yang sulit, pelayanan yang terasa berat, atau doa yang belum terjawab. Jangan biarkan tembok tersebut membuat kita berhenti menyembah. Justru di tengah pergumulan, angkatlah hati kepada Tuhan. Penyembahan bukan berarti kita menyangkal masalah, melainkan menyatakan bahwa Tuhan tetap berdaulat di tengah masalah.
Israel harus berjalan mengelilingi Yerikho selama beberapa hari sebelum melihat tembok itu runtuh. Demikian pula, terkadang kita harus terus berdoa, menyembah, dan taat meskipun belum melihat perubahan. Tuhan sedang mengajar kita untuk percaya kepada-Nya.
Karena itu, tetaplah giat menyembah di tengah pergumulan. Jangan hanya menyembah ketika keadaan baik. Sembahlah Tuhan ketika jawaban belum datang, karena iman tidak bergantung pada keadaan. Ketika kita tetap menyembah dan taat, kita sedang menempatkan Tuhan di atas segala persoalan. Pada waktu-Nya, Dia sanggup meruntuhkan tembok yang tidak mampu kita runtuhkan sendiri. Kemenangan kita bukan terletak pada kekuatan kita, melainkan pada Allah yang kita sembah.
Minggu 27 September 2026




