KASIH YANG MENDEKAT DAN MENDENGAR
“Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.” (Lukas 10:33-34)
Kasih sering kali berbicara tentang kepedulian, tetapi kasih yang sejati tidak hanya berkata, “Aku peduli.” Kasih mengambil langkah untuk mendekat. Kasih bersedia hadir, melihat, mendengar, dan memahami orang yang sedang membutuhkan pertolongan.
Dalam Lukas 10:33–34, kita melihat seorang Samaria yang melihat seseorang terluka. Ia tidak melewati orang itu dari kejauhan. Ia mendekat, membalut lukanya, merawatnya, dan memastikan kebutuhannya diperhatikan. Inilah gambaran kasih yang nyata.
Di sekitar kita ada banyak orang yang mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi sebenarnya sedang terluka. Ada yang menghadapi masalah keluarga, ketakutan tentang masa depan, kesepian, kegagalan, kehilangan, atau pergumulan iman. Ada juga mereka yang belum mengenal Kristus dan mungkin memiliki banyak pertanyaan tentang kehidupan dan Tuhan.
Sebagai gereja, kita dipanggil bukan untuk menjaga jarak, tetapi untuk mendekat.
Namun mendekat saja belum cukup. Kita juga perlu belajar mendengar. Mendengar bukan sekadar menunggu giliran untuk berbicara. Mendengar berarti memberikan perhatian, memahami pergumulan, dan menghargai cerita seseorang. Ketika kita mau mendengar, kita sedang membangun jembatan kepercayaan.
Sering kali kesempatan untuk memberitakan Injil dimulai bukan dengan sebuah khotbah panjang, tetapi dengan pertanyaan sederhana: “Bagaimana keadaanmu?” kemudian sungguh-sungguh mendengarkan jawabannya.
Yesus sendiri hadir di tengah manusia, melihat kebutuhan mereka, mendengarkan, menyentuh kehidupan mereka, dan membawa pengharapan.
Kiranya gereja menjadi komunitas yang tidak hanya pandai berbicara tentang kasih, tetapi juga mau mendekat dan mendengar, sehingga melalui kehadiran kita orang lain dapat menemukan jalan untuk mengenal kasih Kristus.
Minggu 11 Oktober 2026




