Selasa 03 November 2026
PERGILAH DAN JADIKAN MURID
Sabda Renungan : “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” (Matius 28:19)
Amanat Agung Yesus sangat jelas. Ia tidak berkata, “Pergilah dan kumpulkan sebanyak mungkin orang.” Yesus berkata, “Jadikanlah murid.”
Ada perbedaan antara seseorang yang hanya mengenal Yesus dengan seseorang yang sungguh-sungguh menjadi murid Yesus. Seorang murid tidak hanya mengetahui ajaran Kristus, tetapi belajar melakukan kehendak-Nya.
Karena itu, gereja dipanggil bukan hanya untuk bertumbuh secara jumlah, tetapi juga bertumbuh dalam kedewasaan rohani. Kita perlu memiliki hati seorang pemurid.
Pemuridan membutuhkan waktu. Kita tidak dapat mengharapkan seseorang langsung menjadi dewasa dalam iman hanya karena ia sudah menerima Kristus. Ada proses belajar, jatuh, bangun, bertanya, mengalami pergumulan, dan kembali kepada Tuhan.
Di sinilah peran kita menjadi penting. Mungkin kita berpikir, “Saya bukan pendeta,” atau “Saya tidak punya kemampuan mengajar.” Namun pemuridan tidak selalu dimulai dengan berdiri di depan kelas. Pemuridan dapat dimulai dengan satu orang yang kita kasihi dan kita bantu untuk bertumbuh.
Kita dapat mengajaknya membaca Firman. Kita dapat berdoa bersamanya. Kita dapat mendengarkan pergumulannya. Kita dapat membagikan pengalaman bersama Tuhan. Kita dapat mengingatkannya ketika ia mulai menjauh.
Jangan menunggu sampai merasa sempurna untuk memuridkan. Kita semua masih dalam proses pertumbuhan. Yang dibutuhkan adalah kesediaan untuk dipakai Tuhan.
Kesimpulan : Tugas kita bukan sekadar membawa orang kepada gereja, tetapi membawa mereka semakin dekat kepada Kristus dan menolong mereka menjadi murid yang bertumbuh.
Doa : “Tuhan, berikan aku hati seorang pemurid. Tolong aku melihat orang-orang di sekitarku sebagai jiwa yang Engkau percayakan untuk aku layani. Berikan aku keberanian, kesabaran, dan hikmat untuk menolong mereka bertumbuh dalam Kristus. Pakai hidupku untuk menghasilkan murid-murid yang juga mampu memuridkan orang lain. Amin.”




