Kamis 29 Oktober 2026
KASIH YANG BERTANGGUNG JAWAB
Sabda Renungan : “Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.” (1 Tesalonika 5:14)
Kasih tidak berarti membiarkan orang lain berjalan sendirian. Kasih memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan keadaan orang lain.
Paulus memberikan beberapa bentuk kasih yang sangat praktis:
- menegur yang tidak tertib,
- menghibur yang tawar hati,
- membela yang lemah, dan
- bersabar terhadap semua orang.
Perintah ini menunjukkan bahwa kasih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan.
Ada saatnya kasih harus menghibur. Ada saatnya kasih harus menolong. Ada saatnya kasih harus menegur dengan benar dan penuh kelembutan. Ada saatnya kasih harus bersabar karena perubahan seseorang membutuhkan waktu. Semua itu membutuhkan pengorbanan.
Kita mungkin lebih mudah berkata, “Itu bukan urusan saya.” Namun kasih membuat kita berhenti dan bertanya, “Apakah ada bagian yang Tuhan ingin saya kerjakan?”
Dalam gereja, setiap orang memiliki bagian. Ada yang mengajar, menyambut jemaat, memimpin pujian, mendoakan, mengunjungi, melayani anak-anak, memperhatikan keluarga, atau membantu berbagai kebutuhan pelayanan.
Tidak semua pelayanan terlihat di depan. Tetapi setiap pekerjaan yang dilakukan dengan kasih memiliki nilai di hadapan Tuhan. Jangan menunggu sampai seseorang meminta bantuan. Belajarlah peka terhadap kebutuhan.
Kasih yang bertanggung jawab bukan berarti mengambil alih semua masalah. Kasih berarti bersedia melakukan bagian yang memang Tuhan percayakan kepada kita.
Kesimpulan : Kasih selalu menghasilkan tanggung jawab. Ketika Tuhan memperlihatkan kebutuhan kepada kita, mungkin itu adalah kesempatan untuk mengerjakan sesuatu bagi-Nya.
Doa : “Tuhan, bukalah mataku untuk melihat kebutuhan di sekitarku. Berikan aku keberanian dan hikmat untuk melakukan bagian yang Engkau percayakan kepadaku. Amin.”




