Jumat 23 Oktober 2026
MEMBAWA KELUARGA MENDEKAT KEPADA TUHAN
Sabda Renungan : “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (Yosua 24:15)
Iman bukan hanya sesuatu yang kita hidupi seorang diri. Yosua menunjukkan kerinduannya agar seluruh keluarganya beribadah kepada Tuhan. Hal ini menjadi tantangan bagi kita. Kita mungkin sudah mengalami pertumbuhan dalam Tuhan, tetapi bagaimana dengan keluarga kita?
Mungkin ada anggota keluarga yang sudah lama tidak beribadah. Ada yang sibuk dengan pekerjaan. Ada yang kecewa terhadap gereja. Ada yang merasa belum membutuhkan Tuhan. Ada pula yang mungkin belum pernah sungguh-sungguh mengenal Kristus. Jangan hanya merasa sedih melihat keadaan tersebut. Mari bergerak dalam kasih.
Mulailah dengan menjadi teladan. Jangan hanya berkata, “Ayo ke gereja,” tetapi tunjukkan melalui kehidupan bahwa hubungan dengan Tuhan membawa perubahan nyata.
Kemudian bangun komunikasi. Tanyakan kabar. Dengarkan pergumulan mereka. Hindari memaksa atau menghakimi. Biarkan mereka melihat bahwa ajakan kita lahir dari kasih, bukan sekadar kewajiban agama. Setelah itu, berikan undangan yang sederhana.
“Minggu ini kita ibadah bersama, yuk.” Jika mereka belum bersedia, jangan berhenti mengasihi. Tetap doakan. Tetap hadir. Tetap menjadi teladan. Kita tidak dapat memaksa hati seseorang untuk percaya. Tetapi kita dapat menjadi alat Tuhan yang menunjukkan jalan. Bayangkan sukacita ketika sebuah keluarga dapat beribadah bersama dan bertumbuh dalam Tuhan.
Kiranya rumah kita bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi menjadi tempat di mana nama Tuhan dihormati dan kasih Kristus dinyatakan.
Kesimpulan : Kasih yang mencari dimulai dari orang-orang terdekat. Jangan menyerah terhadap keluarga yang masih jauh dari Tuhan. Doakan, kasihi, teladani, dan undang mereka dengan kesabaran.
Doa : “Tuhan, aku menyerahkan keluargaku ke dalam tangan-Mu. Berikan aku hikmat untuk menjadi teladan dan keberanian untuk mengajak mereka mendekat kepada-Mu. Kiranya keluargaku semakin mengenal dan mengasihi Engkau. Amin.”




