Kamis 22 Oktober 2026
SATU UNDANGAN YANG BERARTI
Sabda Renungan : “Kata Natanael kepadanya: ”Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yohanes 1:46)
Perkataan sederhana ini disampaikan Filipus kepada Natanael. Filipus tidak berdebat panjang. Ia hanya mengundangnya untuk datang dan melihat sendiri. Terkadang kita terlalu mempersulit tugas membawa orang kepada Kristus. Kita berpikir harus memiliki kemampuan berbicara yang luar biasa atau mampu menjawab semua pertanyaan iman. Padahal, salah satu langkah sederhana yang dapat kita lakukan adalah mengundang. Undangan dapat menjadi pintu pertama bagi seseorang untuk mengenal gereja dan mendengar Firman Tuhan.
Ada orang yang sebenarnya ingin datang, tetapi tidak tahu harus datang bersama siapa. Ada yang merasa canggung datang sendirian. Ada yang takut tidak diterima. Ada pula yang belum pernah mendapatkan undangan pribadi. Karena itu, jangan meremehkan kekuatan sebuah undangan.
“Besok Minggu, mau ibadah bersama saya?”. Kalimat sederhana seperti itu dapat menjadi awal sebuah perjalanan rohani. Namun ketika mengundang, lakukan dengan kasih, bukan tekanan. Jangan membuat seseorang merasa bersalah jika belum bisa datang. Tetaplah membangun hubungan dan menunjukkan perhatian.
Target kita bukan sekadar memenuhi kursi gereja. Kerinduan kita adalah agar seseorang mendapatkan kesempatan untuk mengalami kasih Tuhan dan mendengar kabar baik tentang Kristus.
Mari mulai membuat daftar orang yang dapat kita undang: keluarga, sahabat, tetangga, teman sekolah, atau orang yang sudah lama tidak beribadah. Kemudian doakan nama-nama tersebut.
Mungkin kita tidak mengetahui apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam hati mereka. Tetapi kita dapat menjadi orang yang membuka pintu dengan sebuah undangan.
Kesimpulan : Satu undangan sederhana dapat menjadi awal bagi seseorang untuk bertemu dengan komunitas dan mendengar tentang Kristus. Jangan menunggu kesempatan besar. Mulailah dengan mengundang.
Doa : “Tuhan, berikan aku keberanian dan hikmat untuk mengundang orang-orang di sekitarku datang beribadah. Biarlah undanganku menjadi jembatan agar mereka mengalami kasih-Mu. Amin.”




