Rabu 21 Oktober 2026
KASIH YANG MENINGGALKAN KENYAMANAN
Sabda Renungan : “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Filipi 2:4)
Kasih selalu menuntut kita keluar dari diri sendiri. Sering kali kita terlalu sibuk dengan kebutuhan dan kenyamanan pribadi. Kita menikmati ibadah, persekutuan, pelayanan, dan komunitas gereja. Namun di luar lingkaran itu ada banyak orang yang belum merasakan apa yang kita alami.
Filipi 2:4 mengingatkan kita untuk tidak hanya memperhatikan kepentingan sendiri, tetapi juga kepentingan orang lain. Ini adalah prinsip penting dalam misi.
Untuk mencari mereka yang terhilang, kita harus bersedia meninggalkan zona nyaman. Mungkin kita harus menghubungi orang yang sudah lama tidak kita ajak bicara. Mungkin kita harus meluangkan waktu untuk bertemu keluarga. Mungkin kita harus berani mengundang tetangga atau teman yang berbeda latar belakang. Kasih tidak bertanya, “Apa yang nyaman bagi saya?” Kasih bertanya, “Siapa yang membutuhkan saya?”
Yesus meninggalkan kemuliaan-Nya dan datang ke dunia demi manusia. Jika Kristus telah menunjukkan kasih yang demikian besar kepada kita, seharusnya kita juga belajar mengorbankan sedikit waktu, tenaga, dan kenyamanan untuk menjangkau orang lain.
Misi bisa dimulai dari rumah. Jangan berpikir bahwa kita harus pergi jauh untuk bermisi. Mungkin ladang misi pertama kita adalah keluarga sendiri. Ada orang tua, saudara, anak, sepupu, atau teman yang membutuhkan undangan sederhana untuk kembali mendekat kepada Tuhan. Hari ini, mari membuka mata dan melihat siapa yang Tuhan tempatkan di sekitar kita.
Kesimpulan : Kasih yang mencari membutuhkan keberanian untuk keluar dari kenyamanan. Ketika kita bersedia memperhatikan kebutuhan orang lain, Tuhan dapat memakai kita untuk membawa mereka semakin dekat kepada-Nya.
Doa : “Tuhan, lepaskan aku dari keegoisan dan kenyamanan yang membuatku tidak peka terhadap orang lain. Tunjukkan kepadaku siapa yang membutuhkan kasih-Mu melalui hidupku. Amin.”




