Selasa 20 Oktober 2026
MENCARI SAMPAI MENEMUKAN
Sabda Renungan : “Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” ( Lukas 15:9-10)
Perumpamaan tentang perempuan yang kehilangan satu dirham menggambarkan sesuatu yang sangat berharga. Ketika satu dirham hilang, ia menyalakan pelita, menyapu rumah, dan mencarinya dengan teliti sampai menemukannya. Yesus sedang menunjukkan betapa berharganya seseorang di mata Allah.
Satu orang yang jauh dari Tuhan bukanlah angka. Ia adalah pribadi yang berharga. Karena itu, gereja tidak boleh memiliki mentalitas, “Kalau dia tidak datang, tidak apa-apa.” Hati Allah justru berkata, “Mari kita cari.”
Mencari membutuhkan ketekunan. Ada kalanya orang yang kita ajak menolak. Ada yang mengatakan belum siap. Ada yang pernah mengalami kekecewaan terhadap gereja. Ada pula yang merasa tidak layak datang kepada Tuhan. Jangan langsung menyerah.
Mencari bukan berarti memaksa. Mencari berarti terus menunjukkan kasih dengan cara yang bijaksana. Kita dapat tetap mendoakan mereka, menjaga hubungan, menunjukkan perhatian, dan menunggu kesempatan yang tepat.
Satu undangan yang kita berikan mungkin belum diterima hari ini. Tetapi jangan biarkan satu penolakan membuat kita berhenti mengasihi. Allah sendiri tidak berhenti mencari manusia.
Bayangkan sukacita perempuan itu ketika menemukan dirham yang hilang. Demikian pula ada sukacita di surga ketika seorang yang terhilang kembali kepada Tuhan. Karena itu, jangan pernah menganggap satu jiwa terlalu kecil untuk diperhatikan.
Mulailah dengan satu nama. Tuliskan nama seseorang yang ingin kita lihat kembali dekat dengan Tuhan. Bawa nama itu dalam doa dan mintalah Tuhan membuka jalan.
Kesimpulan : Kasih yang mencari adalah kasih yang tekun. Jangan mudah menyerah terhadap orang yang belum mengenal Kristus. Satu jiwa sangat berharga di hadapan Allah.
Doa : “Tuhan, taruhlah dalam hatiku kasih dan kerinduan bagi mereka yang jauh dari-Mu. Ajarku untuk setia mendoakan dan menjangkau mereka tanpa mudah menyerah. Amin.”




