Sabtu 17 Oktober 2026
MENDENGAR KEBUTUHAN, MENJADI SAKSI
Sabda Renungan : “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat” (1 Petrus 3:15)
Orang-orang di sekitar kita memiliki banyak pertanyaan tentang kehidupan. Mengapa Tuhan mengizinkan penderitaan? Apakah masih ada harapan setelah kegagalan? Apakah Tuhan masih mengasihi saya? Bagaimana saya dapat memperoleh pengampunan?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bukan sekadar persoalan intelektual. Sering kali pertanyaan tersebut lahir dari pengalaman hidup. Karena itu, sebelum menjawab, kita perlu mendengar.
Mendengar membantu kita mengetahui kebutuhan seseorang. Ketika kita mengetahui apa yang sedang mereka pikirkan dan rasakan, kita dapat membagikan pengharapan dalam Kristus dengan lebih tepat.
Petrus tidak hanya berkata agar kita siap memberikan jawaban. Ia juga menekankan bahwa kita harus melakukannya dengan lemah lembut dan hormat. Artinya, pemberitaan Injil tidak boleh dilakukan dengan sikap merendahkan atau memaksa. Kita tidak sedang memenangkan perdebatan. Kita sedang memperkenalkan Pribadi yang menjadi sumber pengharapan kita.
Kesaksian kita menjadi kuat ketika perkataan dan kehidupan berjalan bersama. Orang perlu mendengar tentang Kristus, tetapi mereka juga perlu melihat kasih Kristus melalui kehidupan kita.
Karena itu, mulai hari ini, mari menjadi jemaat yang mendekat, mendengar, memahami, kemudian menyampaikan pengharapan. Mungkin satu percakapan sederhana dapat menjadi pintu bagi seseorang untuk mengenal Yesus.
Kesimpulan : Mendengar adalah bagian dari misi. Ketika kita sungguh-sungguh memahami pergumulan dan kebutuhan seseorang, kita dapat menjadi saksi Kristus yang menyampaikan Injil dengan kasih, kelembutan, dan pengharapan.
Doa : “Tuhan Yesus, jadikan aku saksi-Mu yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga mau mendengar. Berikan aku hikmat untuk memahami kebutuhan orang lain dan keberanian untuk memperkenalkan pengharapan dalam Kristus. Pakailah setiap percakapan untuk kemuliaan-Mu. Amin.”




