Rabu 14 Oktober 2026
KASIH YANG HADIR DI TENGAH PERGUMULAN
Sabda Renungan : “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!” (Roma 12:15)
Paulus berkata, “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.” Ayat ini menunjukkan bahwa kasih bukan hanya hadir ketika keadaan menyenangkan. Kasih juga hadir ketika seseorang sedang menangis.
Kita sering merasa tidak tahu harus berkata apa ketika bertemu seseorang yang sedang mengalami masalah. Akibatnya, kita memilih menjauh karena takut salah berbicara. Padahal, terkadang seseorang tidak membutuhkan jawaban panjang. Mereka membutuhkan seseorang yang bersedia hadir.
Kehadiran adalah bentuk kasih. Ketika kita duduk bersama seseorang yang sedang berduka, mendengarkan ceritanya, atau sekadar mengatakan bahwa kita bersedia menemani, kita sedang menunjukkan bahwa ia tidak sendirian.
Dalam pelayanan misi, kehadiran seperti ini sangat penting. Banyak orang tidak langsung tertarik mendengar tentang iman. Tetapi ketika mereka menemukan seseorang yang sungguh-sungguh peduli, hati mereka dapat mulai terbuka.
Injil bukan hanya sesuatu yang kita ucapkan; Injil juga terlihat melalui cara kita memperlakukan manusia.
Yesus menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang yang menderita. Ia tidak menganggap pergumulan mereka sebagai gangguan. Ia hadir di tengah kebutuhan mereka. Kita pun dipanggil untuk memiliki hati yang sama.
Hari ini, mungkin Tuhan menempatkan seseorang di hadapan kita yang sedang membutuhkan kehadiran. Jangan terlalu cepat memberikan nasihat. Jangan buru-buru mengubah pembicaraan. Hadirlah. Dengarkanlah. Berdoalah.
Kesimpulan : Kasih yang mendekat adalah kasih yang bersedia hadir dalam suka maupun duka. Ketika kita hadir dengan tulus, kita sedang membuka ruang bagi orang lain untuk mengalami kasih Kristus.
Doa : “Tuhan Yesus, ajarku hadir bagi orang yang sedang bergumul. Berikan aku hati yang penuh belas kasihan dan kesediaan untuk menemani mereka. Pakailah kehadiranku untuk menyatakan kasih-Mu. Amin.”




