Selasa 13 Oktober 2026
KASIH YANG MELIHAT YANG TERSISIH
Sabda Renungan : “Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. 16Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: ”Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” ( Markus 2:15-17)
Yesus memiliki cara pandang yang berbeda terhadap orang-orang yang sering dijauhi masyarakat. Ia tidak menghindari mereka. Ia justru hadir di tengah mereka.
Markus 2 memperlihatkan Yesus makan bersama para pemungut cukai dan orang-orang yang dianggap berdosa. Kehadiran Yesus menunjukkan bahwa kasih Allah tidak hanya ditujukan kepada mereka yang dianggap “baik” atau diterima oleh lingkungan.
Hal ini menjadi tantangan bagi gereja masa kini. Kita mudah merasa nyaman berada bersama orang-orang yang memiliki latar belakang dan pemikiran yang sama. Namun kasih Kristus mendorong kita untuk memperhatikan mereka yang sering merasa tidak diterima.
Ada orang yang mungkin merasa dirinya terlalu buruk untuk datang kepada Tuhan. Ada yang pernah mengalami penolakan. Ada yang merasa tidak layak berada di tengah komunitas gereja. Ada pula yang memiliki pengalaman buruk sehingga memilih menjauh. Kita dipanggil untuk menjadi jembatan, bukan tembok.
Mendekati seseorang tidak berarti membenarkan semua pilihan hidupnya. Kita dapat tetap memegang kebenaran sambil menunjukkan kasih dan penghargaan kepada pribadi tersebut.
Yesus berkata bahwa orang sakitlah yang membutuhkan tabib. Ia datang untuk mencari mereka yang membutuhkan pertolongan.
Karena itu, mari belajar melihat manusia dengan cara pandang Kristus. Jangan hanya melihat kesalahan, latar belakang, atau status seseorang. Lihatlah mereka sebagai pribadi yang dikasihi Allah.
Mungkin satu sapaan, satu percakapan, atau satu tindakan penerimaan dapat menjadi awal bagi seseorang untuk kembali membuka hatinya terhadap Tuhan.
Kesimpulan : Kasih Kristus mendekat kepada mereka yang tersisih. Gereja dipanggil menjadi tempat di mana orang dapat mengalami penerimaan, kepedulian, dan kesempatan untuk mengenal Kristus.
Doa : “Tuhan, ubahlah cara pandangku terhadap orang lain. Ajarku melihat mereka dengan kasih-Mu dan berani mendekati mereka yang sering tersisih. Jadikan hidupku jembatan bagi Injil-Mu. Amin.”




