Senin 05 Oktober 2026
KASIH YANG MENGUTUS
Sabda Renungan : “Maka kata Yesus sekali lagi: ”Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (Yohanes 20:21)
Kasih Allah selalu memiliki tujuan. Ketika manusia jatuh dalam dosa, Allah tidak tinggal diam. Ia mengutus Yesus Kristus untuk datang ke dunia dan membawa keselamatan. Pengutusan Yesus menjadi bukti bahwa kasih Allah bukan kasih yang pasif, melainkan kasih yang bergerak mencari dan menyelamatkan.
Setelah kebangkitan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Perkataan ini menunjukkan bahwa setiap orang percaya memiliki bagian dalam pekerjaan misi Tuhan.
Sering kali kita berpikir bahwa misi hanya menjadi tugas pendeta, penginjil, atau orang yang pergi ke daerah terpencil. Padahal, Tuhan dapat mengutus kita melalui tempat di mana kita berada sekarang. Keluarga, lingkungan, sekolah, tempat kerja, komunitas, dan persahabatan adalah ladang misi yang Tuhan percayakan kepada kita.
Kita tidak harus menunggu menjadi sempurna untuk menjadi saksi Kristus. Kita dapat memulai dengan kehidupan yang mencerminkan kasih, perkataan yang membangun, doa bagi mereka yang belum mengenal Tuhan, dan keberanian menceritakan apa yang Kristus telah lakukan dalam hidup kita.
Kasih yang benar akan membuat kita keluar dari kenyamanan. Kasih membuat kita melihat bahwa masih ada banyak orang yang membutuhkan pengharapan di dalam Kristus.
Kesimpulan
Kita bukan hanya orang yang menerima kasih Allah, tetapi juga orang yang diutus untuk membawa kasih itu kepada orang lain. Misi dimulai ketika kita bersedia berkata, “Tuhan, utuslah aku.”
Doa:
Tuhan, bukalah mataku melihat orang-orang yang Engkau tempatkan di sekitarku. Pakailah hidupku menjadi alat kasih dan kesaksian-Mu. Amin.




