Sabtu 03 Oktober 2026
BERSORAK SEBELUM TEMBOK RUNTUH
Sabda Renungan : “Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.” (Ibrani 11:30)
Ibrani 11 memberikan penjelasan penting tentang kemenangan Israel di Yerikho: “karena iman.” Tembok itu tidak runtuh karena kekuatan manusia. Tembok itu runtuh karena umat Allah percaya dan menaati firman Tuhan.
Iman membuat seseorang tetap berjalan ketika hasil belum terlihat. Iman membuat seseorang tetap menyembah ketika keadaan belum berubah. Iman membuat kita berani percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan apa yang bagi manusia mustahil.
Sepanjang minggu ini kita belajar bahwa penyembahan bukan sekadar aktivitas dalam ibadah. Penyembahan adalah respons iman kepada Allah. Ketika kita menyembah di tengah pergumulan, kita sedang menyatakan bahwa Tuhan lebih besar daripada masalah kita. Ketika kita terus menyembah dalam masa penantian, kita sedang mengatakan bahwa kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada cepat atau lambatnya jawaban.
Mungkin ada tembok yang selama ini kita bawa dalam doa. Tembok dalam keluarga. Tembok dalam pelayanan. Tembok dalam pekerjaan. Tembok berupa ketakutan, kekecewaan, atau keadaan yang tampaknya tidak memiliki jalan keluar.
Hari ini, jangan berhenti menyembah.
Kita tidak menyembah karena tembok sudah runtuh. Kita menyembah karena kita percaya Tuhan sanggup meruntuhkannya. Kita tidak memuji karena semua masalah sudah selesai. Kita memuji karena Allah tetap baik di tengah proses.
Biarlah penyembahan menjadi gaya hidup kita. Ketika pagi datang, sembahlah Tuhan. Ketika pergumulan datang, sembahlah Tuhan. Ketika jawaban belum terlihat, sembahlah Tuhan. Ketika kemenangan datang, sembahlah Tuhan lebih lagi.
Jangan biarkan pergumulan mencuri semangat penyembahan. Justru jadikan pergumulan sebagai tempat untuk mengalami kesetiaan Allah.
Tuhan masih bekerja. Tembok mungkin belum runtuh hari ini, tetapi iman kita sedang dibangun. Teruslah berjalan. Teruslah menyembah. Teruslah percaya. Sebab Tuhan yang sama yang meruntuhkan tembok Yerikho tetap berkuasa sampai hari ini.
Teruslah menyembah sebelum melihat kemenangan, sebab iman kepada Tuhan membuat kita bertahan sampai tembok pergumulan akhirnya runtuh.




