Jumat 25 September 2026
ALLAH MEMBUKA PINTU YANG TIDAK MAMPU KITA BUKA
Sabda Renungan : “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.” (Kolose 4:2)
Paulus meminta jemaat untuk tekun berdoa agar Allah membuka pintu bagi pemberitaan Injil. Menariknya, Paulus sendiri adalah seorang rasul dan pemberita Injil, tetapi ia tetap membutuhkan doa jemaat. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan keselamatan tidak dapat dilakukan hanya dengan kekuatan manusia. Kita membutuhkan Tuhan yang membuka pintu.
Ada pintu-pintu yang tidak dapat kita buka dengan kemampuan kita. Mungkin ada anggota keluarga yang menolak pembicaraan tentang iman. Ada teman yang kecewa terhadap gereja. Ada tetangga yang belum memiliki ketertarikan kepada Tuhan. Kita tidak dapat memaksa mereka percaya. Namun kita dapat berdoa agar Allah mengatur keadaan, mempertemukan mereka dengan orang yang tepat, memberikan kesempatan untuk mendengar Injil, dan melembutkan hati mereka.
Perhatikan juga bahwa Paulus meminta agar ia dapat menyampaikan Injil sebagaimana seharusnya. Ini berarti bukan hanya pintu yang perlu dibuka, tetapi juga kita perlu diperlengkapi untuk berbicara dengan benar. Kita membutuhkan hikmat, kasih, keberanian, dan kepekaan terhadap pimpinan Roh Kudus.
Hari ini, pilih satu nama dari daftar doa kita. Mintalah Tuhan secara khusus membuka sebuah “pintu keselamatan” bagi orang tersebut. Mungkin pintu itu berupa percakapan, pertemuan, pertolongan, pengalaman hidup, atau kesempatan mendengar firman Tuhan.
Kemudian berdoalah, “Tuhan, jika Engkau membuka pintu, berikan aku kepekaan untuk melihatnya dan keberanian untuk melangkah melaluinya.”
Jangan mencoba mengendalikan hasilnya. Tugas kita adalah setia berdoa dan taat ketika Tuhan memberi kesempatan. Tuhanlah yang membuka hati dan bekerja dalam proses keselamatan.
Ketika kita berdoa dengan tekun, kita belajar melihat kehidupan bukan sebagai rangkaian kebetulan, tetapi sebagai kesempatan yang dapat dipakai Tuhan untuk membawa seseorang semakin dekat kepada Kristus.
Mintalah Tuhan membuka pintu keselamatan bagi orang-orang tertentu, lalu bersiaplah taat ketika kesempatan untuk bersaksi datang.




