Kamis 24 September 2026
DOA MENGHASILKAN KEBERANIAN MENJADI SAKSI
Sabda Renungan : “Berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.” (Kisah Para Rasul 4:29)
Jemaat mula-mula menghadapi tekanan karena memberitakan nama Yesus. Namun mereka tidak pertama-tama meminta agar semua kesulitan dihilangkan. Mereka berdoa agar Tuhan memberikan keberanian untuk terus menyampaikan firman. Sesudah mereka berdoa, tempat mereka berkumpul digoncangkan dan mereka semua dipenuhi Roh Kudus sehingga mereka memberitakan firman Allah dengan berani.
Kisah ini mengajarkan bahwa doa bukan pengganti kesaksian; doa mempersiapkan kita untuk menjadi saksi. Kita dapat mendoakan seseorang selama bertahun-tahun, tetapi Tuhan juga mungkin membuka kesempatan agar kita berbicara kepadanya tentang Kristus.
Sering kali kita takut memulai percakapan mengenai iman. Kita khawatir ditolak, dianggap mengganggu, atau tidak mampu menjawab pertanyaan. Karena itu, sebelum meminta orang lain membuka hati kepada Injil, mintalah Tuhan membuka keberanian di dalam hati kita.
Doakan nama yang sudah kita pilih. Kemudian mintalah Roh Kudus memberikan kesempatan yang tepat untuk menunjukkan kasih Kristus. Tidak selalu harus dimulai dengan percakapan panjang tentang doktrin. Kesaksian dapat dimulai dengan mendengarkan, menolong, menguatkan, mengampuni, dan menunjukkan kasih yang tulus. Ketika kesempatan terbuka, kita dapat dengan rendah hati menceritakan apa yang Kristus telah kerjakan dalam hidup kita.
Keselamatan tetap merupakan pekerjaan Allah. Namun Tuhan berkenan memakai umat-Nya sebagai saksi. Doa membuat kita peka terhadap kesempatan-kesempatan yang Dia berikan.
Hari ini, berdoalah bukan hanya, “Tuhan, selamatkan dia,” tetapi juga, “Tuhan, pakailah aku untuk menjadi saksi-Mu baginya.” Mungkin percakapan sederhana yang kita lakukan menjadi salah satu langkah yang Tuhan gunakan untuk membuka jalan menuju Kristus.
Jadilah gereja yang berdoa sekaligus pergi. Kita berlutut di hadapan Tuhan, kemudian berdiri sebagai saksi-Nya.
Doakan keberanian menjadi saksi, karena Tuhan dapat memakai perkataan, kasih, dan kehidupan kita untuk membuka jalan menuju Kristus.




