Jumat 11 September 2026
PERSEMBAHAN HIDUP YANG BERKENAN KEPADA ALLAH
Sabda Renungan : “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1)
Imamat 6:12–13 mengajarkan bahwa api di atas mezbah harus tetap menyala sebagai lambang penyembahan yang terus berlangsung di hadapan Allah. Di atas api itulah korban bakaran dipersembahkan setiap hari. Korban yang diletakkan di atas mezbah melambangkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, makna mezbah mencapai penggenapannya melalui Yesus Kristus, Sang Korban Sempurna, yang mempersembahkan diri-Nya sekali untuk selama-lamanya demi keselamatan manusia.
Karena karya penebusan Kristus, orang percaya tidak lagi mempersembahkan korban binatang, melainkan mempersembahkan seluruh hidup sebagai persembahan yang hidup. Ini berarti setiap aspek kehidupan—pikiran, perkataan, pekerjaan, keluarga, pelayanan, bahkan keputusan-keputusan sehari-hari—dipersembahkan untuk memuliakan Allah. Ibadah sejati tidak berhenti di gedung gereja, tetapi nyata dalam kehidupan yang mencerminkan karakter Kristus.
Namun, mempersembahkan hidup kepada Tuhan menuntut penyangkalan diri. Dunia mengajarkan untuk hidup bagi kepentingan sendiri, sedangkan Injil memanggil kita untuk hidup bagi kehendak Allah. Ketika kita menyerahkan kehendak, ambisi, dan masa depan kepada-Nya, Roh Kudus membentuk kita menjadi serupa dengan Kristus. Penyerahan diri setiap hari menjadi “kayu” yang menjaga api mezbah hati tetap menyala dengan kasih, kekudusan, dan kesetiaan.
Marilah kita tidak hanya datang kepada Tuhan saat beribadah, tetapi juga menjadikan seluruh hidup sebagai ibadah. Biarlah setiap tindakan, perkataan, dan keputusan menjadi persembahan yang harum di hadapan Allah. Ketika hidup dipersembahkan sepenuhnya kepada-Nya, api mezbah tidak akan padam, melainkan terus memancarkan kemuliaan Kristus bagi dunia.
Persembahkan seluruh hidup kepada Allah setiap hari agar api penyembahan tetap menyala, memuliakan Kristus, dan menjadi berkat bagi sesama.




