Senin 07 September 2026
MENJAGA API KASIH MULA-MULA
Sabda Renungan : “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. (Wahyu 2:2)
Tuhan Yesus memuji jemaat di Efesus karena ketekunan, kesabaran, dan kesetiaan mereka dalam mempertahankan ajaran yang benar. Namun, di balik semua keberhasilan itu, terdapat sebuah teguran yang sangat mendalam: mereka telah meninggalkan kasih yang semula. Pelayanan tetap berjalan, aktivitas rohani tetap dilakukan, tetapi kehangatan hubungan pribadi dengan Tuhan mulai memudar.
Imamat 6:12–13 mengajarkan bahwa api di atas mezbah tidak boleh dibiarkan padam. Setiap pagi imam harus menambahkan kayu agar api tetap menyala. Tindakan ini menggambarkan bahwa kehidupan rohani memerlukan pemeliharaan yang disengaja dan dilakukan setiap hari. Api tidak akan terus menyala dengan sendirinya. Demikian pula kasih kepada Tuhan tidak akan tetap berkobar tanpa persekutuan yang intim melalui doa, pembacaan firman, penyembahan, dan ketaatan.
Kasih mula-mula bukan sekadar semangat emosional pada awal pertobatan, melainkan hati yang terus terpikat kepada Kristus dan menjadikan Dia pusat kehidupan. Ketika kasih itu mulai memudar, pelayanan dapat berubah menjadi rutinitas, ibadah menjadi kebiasaan, dan disiplin rohani kehilangan makna. Karena itu, Tuhan memanggil umat-Nya untuk mengingat kembali anugerah keselamatan, bertobat dari sikap yang menjauhkan hati dari-Nya, lalu kembali melakukan karya kasih yang lahir dari hubungan yang hidup dengan Kristus.
Hari ini, marilah kita memeriksa keadaan mezbah hati kita. Apakah api kasih kepada Tuhan masih menyala terang atau mulai redup oleh kesibukan, kenyamanan, dan berbagai distraksi dunia? Roh Kudus rindu memperbarui hati yang mau datang kepada-Nya dengan kerendahan hati. Saat kita kembali membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan, api kasih itu akan kembali berkobar dan memancarkan terang Kristus kepada dunia.
Jagalah kasih mula-mula kepada Kristus melalui doa, firman, dan ketaatan, sehingga api rohani tetap menyala memuliakan Tuhan setiap hari.




