Rabu 02 September 2026
MENABUR DALAM AIR MATA, MENUAI DALAM SORAK SORAI
Sabda Renungan : “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” (Mazmur 126:5–6)
Tidak semua perjalanan seorang penuai dipenuhi kemudahan. Ada musim ketika tanah terasa keras, cuaca tidak bersahabat, dan hasil belum terlihat. Demikian pula dalam kehidupan rohani. Ada saat-saat ketika kita melayani dengan air mata, mendoakan keluarga yang belum percaya, menguatkan orang lain di tengah kelemahan diri sendiri, atau tetap setia ketika pelayanan tidak dihargai. Semua itu dapat membuat hati menjadi letih. Namun Firman Tuhan memberikan janji yang menguatkan: mereka yang menabur dengan air mata akan menuai dengan sorak-sorai.
Air mata dalam pelayanan bukanlah tanda kegagalan, melainkan bukti kasih yang sungguh kepada Tuhan dan kepada sesama. Tuhan Yesus sendiri menangis melihat penderitaan manusia dan rela memikul salib demi keselamatan dunia. Sebagai pengikut Kristus, kita pun dipanggil untuk memiliki hati yang rela berkorban. Pengorbanan yang dilakukan dalam kasih tidak pernah sia-sia di hadapan Allah. Setiap doa yang dipanjatkan, setiap pengampunan yang diberikan, setiap kesabaran yang dipertahankan, dan setiap kesaksian yang disampaikan adalah benih-benih yang sedang ditaburkan di ladang Tuhan.
Sering kali kita ingin melihat hasil secepat mungkin. Namun Allah bekerja menurut waktu-Nya yang sempurna. Ada benih yang bertumbuh dengan cepat, ada pula yang memerlukan waktu panjang sebelum akhirnya berbuah. Tugas kita bukan menentukan waktu panen, melainkan tetap setia menabur. Ketika kita menyerahkan hasilnya kepada Tuhan, hati kita akan dipenuhi damai sejahtera dan pengharapan yang benar.
Sukacita seorang penuai tidak bergantung pada mudah atau sulitnya perjalanan, tetapi pada keyakinan bahwa Allah setia kepada janji-Nya. Dia tidak pernah melupakan jerih payah umat-Nya. Akan tiba saatnya kita melihat buah dari setiap benih yang ditaburkan dengan iman. Bahkan jika tidak seluruhnya terlihat di dunia ini, kita percaya bahwa tuaian yang sempurna akan dinyatakan di hadapan Kristus ketika Ia datang kembali.
Karena itu, jangan berhenti menabur hanya karena hari ini dipenuhi air mata. Teruslah melangkah dengan iman, sebab Tuhan sedang mempersiapkan sorak-sorai kemenangan bagi setiap orang yang tetap setia. Pada akhirnya, setiap penuai akan pulang dengan sukacita karena membawa tuaian yang bernilai kekal bagi kemuliaan Allah.
Teruslah menabur dalam iman meski disertai air mata, sebab Tuhan menjanjikan sukacita menuai dan upah kekal yang mulia selamanya.




