Jumat 28 Agustus 2026
MENGUMPULKAN HARTA DI SURGA
Sabda Renungan : “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Matius 6:19–21
Dalam kehidupan ini, manusia cenderung berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin harta, jabatan, dan berbagai bentuk keberhasilan. Tidak ada yang salah dengan bekerja keras dan mengelola berkat Tuhan dengan bijaksana. Namun Yesus mengingatkan bahwa semua yang ada di dunia bersifat sementara. Kekayaan dapat habis, jabatan dapat berakhir, dan segala sesuatu yang dibanggakan manusia suatu saat akan ditinggalkan. Karena itu, Tuhan mengarahkan hati kita untuk mengejar harta yang memiliki nilai kekal.
Harta di surga bukanlah emas atau perak, melainkan setiap tindakan yang dilakukan dengan iman dan kasih kepada Tuhan. Ketika kita melayani dengan tulus, menolong mereka yang membutuhkan, mengampuni orang yang bersalah kepada kita, memberitakan Injil, hidup dalam ketaatan, dan menggunakan berkat yang Tuhan percayakan untuk memberkati sesama, kita sedang mengumpulkan harta di surga. Harta itu tidak akan pernah hilang karena disimpan dalam perhitungan Allah yang setia.
Tema “Jangan Pulang dengan Tangan Kosong” mengajak kita mengevaluasi arah hidup. Apakah seluruh tenaga dan waktu kita hanya dihabiskan untuk mengejar keberhasilan dunia, ataukah kita juga sedang membangun investasi yang kekal? Tuhan menghendaki agar hati kita tidak terikat pada perkara dunia, melainkan tertuju kepada Kerajaan Allah. Ketika hati tertuju kepada Tuhan, cara kita bekerja, melayani, memberi, dan mengasihi akan berubah.
Marilah menggunakan setiap kesempatan untuk melakukan apa yang bernilai di hadapan Allah. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan menabur kasih, memperluas Kerajaan Tuhan, dan membangun kehidupan orang lain. Apa yang kita persembahkan bagi Kristus tidak akan pernah sia-sia. Ketika perjalanan hidup ini selesai, sukacita terbesar bukanlah karena banyaknya harta dunia yang pernah dimiliki, melainkan karena kita datang kepada Tuhan dengan membawa harta surgawi yang dikumpulkan melalui kehidupan yang setia, penuh kasih, dan berkenan kepada-Nya.
Kumpulkanlah harta di surga melalui kasih, pelayanan, dan ketaatan, sebab itulah kekayaan kekal yang bernilai di hadapan Allah.




