Kamis 13 Agustus 2026
KESEMPATAN YANG TIDAK KEMBALI
Sabda Renungan : “Apa pun juga yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.” (Pengkhotbah 9:10)
Tuhan memberikan kepada setiap orang waktu yang sama, yaitu dua puluh empat jam setiap hari. Perbedaannya terletak pada bagaimana waktu itu digunakan. Ada yang mengisinya dengan hal-hal yang bernilai kekal, tetapi ada pula yang menghabiskannya hanya untuk kepentingan diri sendiri. Firman Tuhan mengajarkan agar apa pun yang dipercayakan kepada kita dikerjakan dengan sungguh-sungguh, karena kesempatan yang ada hari ini tidak akan terulang kembali.
Tema “Ladang Sudah Menguning” mengingatkan bahwa Tuhan telah menyediakan begitu banyak kesempatan untuk melayani dan menjadi berkat. Ladang itu ada di sekitar kita. Mungkin seorang anggota keluarga sedang membutuhkan perhatian, seorang sahabat memerlukan penghiburan, atau tetangga sedang mencari pengharapan. Jika kita peka terhadap tuntunan Roh Kudus, kita akan melihat bahwa setiap hari selalu ada kesempatan untuk menyatakan kasih Kristus.
Sayangnya, banyak kesempatan berlalu karena kita terlalu sibuk atau merasa masih memiliki banyak waktu. Kita menunda mengampuni, menunda meminta maaf, menunda bersaksi, bahkan menunda melakukan kehendak Tuhan. Padahal tidak seorang pun mengetahui apa yang akan terjadi esok hari. Kesempatan yang diabaikan hari ini belum tentu kembali pada hari berikutnya.
Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk hidup dengan bijaksana. Jangan hanya menjadi pendengar Firman, tetapi lakukanlah Firman itu dalam tindakan nyata. Jadikan setiap percakapan sebagai kesempatan membangun orang lain, setiap pekerjaan sebagai bentuk kesaksian, dan setiap pelayanan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Hidup yang dipenuhi kasih dan ketaatan akan menjadi benih yang menghasilkan tuaian bagi Kerajaan Allah.
Marilah kita menghargai setiap kesempatan yang Tuhan berikan. Selama pintu pelayanan masih terbuka dan Tuhan masih mempercayakan waktu kepada kita, gunakanlah semuanya untuk kemuliaan nama-Nya. Ketika Kristus datang sebagai Tuan atas ladang kehidupan, kiranya kita didapati sebagai hamba yang tidak menyia-nyiakan kesempatan, melainkan setia mengerjakan kehendak-Nya sampai garis akhir.
Gunakan setiap kesempatan dengan setia, sebab waktu tidak kembali dan Tuhan menghargai setiap ketaatan yang dilakukan bagi kemuliaan-Nya selalu.




