Jumat 07 Agustus 2026
PINTU KASIH KARUNIA TIDAK SELALU TERBUKA
Sabda Renungan : “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Matius 25:13)
Perumpamaan tentang sepuluh gadis mengajarkan sebuah kebenaran yang sangat penting. Semua gadis itu menantikan kedatangan mempelai, tetapi hanya lima yang bijaksana mempersiapkan minyak cadangan. Ketika mempelai datang, mereka yang siap masuk ke pesta, sedangkan yang tidak siap tertinggal di luar. Setelah pintu ditutup, kesempatan yang sebelumnya terbuka tidak dapat diperoleh kembali. Kisah ini menjadi peringatan bahwa kesempatan untuk mempersiapkan diri menyambut Tuhan tidak berlangsung selamanya.
Menjelang kedatangan Kristus, banyak orang lebih sibuk mempersiapkan masa depan di dunia daripada mempersiapkan kehidupan kekal. Mereka merasa masih ada waktu untuk bertobat, memperbaiki hubungan dengan Tuhan, atau melayani-Nya dengan sungguh-sungguh. Padahal tidak seorang pun mengetahui kapan Tuhan akan datang atau kapan hidupnya berakhir. Karena itu, sikap berjaga-jaga bukanlah pilihan, melainkan perintah Tuhan bagi setiap orang percaya.
Berjaga-jaga berarti memelihara hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui doa, pembacaan Firman, dan ketaatan setiap hari. Berjaga-jaga juga berarti hidup dalam kekudusan, menjaga hati dari kompromi terhadap dosa, serta setia melaksanakan tanggung jawab yang Tuhan percayakan. Orang yang berjaga-jaga tidak hidup dalam ketakutan, melainkan dalam pengharapan yang penuh sukacita karena menantikan kedatangan Juruselamatnya.
Kesempatan untuk hidup benar masih tersedia hari ini. Jangan sia-siakan anugerah Tuhan dengan menunda perubahan hidup. Selagi pintu kasih karunia masih terbuka, datanglah kepada Tuhan dengan kerendahan hati. Mintalah Roh Kudus menolong kita hidup setia dan tetap menyala dalam iman. Dengan demikian, ketika sangkakala berbunyi dan Kristus datang dalam kemuliaan-Nya, kita akan menyambut-Nya dengan penuh sukacita sebagai umat yang telah siap.
Persiapkan hidup mulai hari ini, sebab pintu kasih karunia akan tertutup ketika Kristus datang dalam kemuliaan-Nya untuk selamanya.




