Rabu 05 Agustus 2026
SELAGI HARI MASIH SIANG
Sabda Renungan : “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.” (Yohanes 9:4)
Tuhan Yesus mengingatkan para murid bahwa ada batas waktu untuk mengerjakan kehendak Bapa. Kalimat “selama masih siang” menggambarkan kesempatan yang Tuhan berikan kepada setiap orang untuk hidup bagi-Nya. Sebaliknya, “malam” melambangkan saat ketika kesempatan itu berakhir. Karena itu, orang percaya dipanggil untuk tidak menunda melakukan pekerjaan Tuhan, sebab waktu yang tersedia tidak berlangsung selamanya.
Menjelang kedatangan Kristus, dunia semakin dipenuhi berbagai kesibukan yang dapat mengalihkan perhatian umat Tuhan dari panggilan hidupnya. Banyak orang memiliki waktu untuk mengejar harta, jabatan, dan kesenangan, tetapi sedikit waktu untuk berdoa, membaca Firman Tuhan, melayani sesama, atau memberitakan Injil. Tanpa disadari, kesempatan demi kesempatan berlalu begitu saja, sementara ladang pelayanan tetap membutuhkan pekerja yang setia.
Tuhan tidak menuntut kita melakukan perkara-perkara besar menurut ukuran manusia. Ia menghendaki kesetiaan dalam hal-hal sederhana yang dikerjakan dengan kasih. Sebuah doa bagi orang yang sedang menderita, kunjungan kepada mereka yang membutuhkan penghiburan, perkataan yang membangun iman, atau kesediaan membantu dengan tulus merupakan benih-benih yang kelak menghasilkan tuaian kekal. Apa yang dilakukan bagi kemuliaan Tuhan tidak pernah sia-sia.
Setiap hari merupakan kesempatan baru untuk menjadi terang dan garam di tengah dunia. Jangan menunggu sampai keadaan menjadi sempurna untuk melayani. Tuhan sanggup memakai siapa pun yang memiliki hati yang taat. Ketika kesempatan itu digunakan dengan setia, hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang dan memuliakan nama-Nya.
Kiranya kita hidup dengan kesadaran bahwa waktu terus berjalan menuju kedatangan Tuhan. Selama pintu kesempatan masih terbuka, marilah mengerjakan pekerjaan-Nya dengan sukacita, ketekunan, dan kasih. Ketika Kristus datang, biarlah Ia mendapati kita sedang setia mengusahakan ladang yang telah dipercayakan kepada kita.
Kerjakan kehendak Tuhan selagi kesempatan masih terbuka, sebab waktu pelayanan akan berakhir ketika Kristus datang dalam kemuliaan-Nya kelak.




