Selasa 21 Juli 2026
MEMELIHARA KASIH DENGAN HATI YANG MENGAMPUNI
Sabda Renungan : “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:32)
Salah satu ancaman terbesar bagi kasih adalah kepahitan yang tersimpan di dalam hati. Luka yang tidak diselesaikan dapat menjadi penghalang bagi pertumbuhan kasih dan damai sejahtera dalam kehidupan seseorang. Ketika seseorang terus menyimpan kekecewaan, kemarahan, atau dendam, hatinya akan semakin sulit merasakan sukacita dan kasih yang Tuhan ingin berikan. Karena itu, Tuhan mengajarkan pentingnya mengampuni sebagaimana Kristus telah lebih dahulu mengampuni kita.
Mengampuni bukan berarti melupakan semua kesalahan yang pernah terjadi atau berpura-pura bahwa luka itu tidak ada. Mengampuni adalah keputusan untuk menyerahkan hak membalas kepada Tuhan dan memilih melepaskan kepahitan dari hati. Ketika seseorang menolak mengampuni, ia sebenarnya sedang membiarkan masa lalu terus mengendalikan hidupnya. Sebaliknya, pengampunan membuka jalan bagi pemulihan dan kebebasan yang Tuhan sediakan.
Kasih yang dipelihara dalam kehidupan akan menghasilkan hati yang lembut dan penuh belas kasihan. Orang yang hidup dalam kasih Tuhan menyadari bahwa dirinya sendiri telah menerima pengampunan yang besar dari Allah. Kesadaran ini menolongnya untuk menunjukkan kasih dan pengampunan kepada orang lain, sekalipun tidak selalu mudah dilakukan.
Memang, ada luka yang membutuhkan waktu untuk dipulihkan. Namun Roh Kudus sanggup memberikan kekuatan untuk mengambil langkah pengampunan. Saat kita memilih mengampuni, beban yang selama ini menekan hati mulai terangkat. Damai sejahtera Tuhan memenuhi hidup kita, dan hubungan yang rusak dapat dipulihkan sesuai kehendak-Nya.
Hari ini, jika masih ada seseorang yang menyakiti hati Anda, bawalah nama mereka dalam doa. Mintalah Tuhan memberi kekuatan untuk mengampuni dan memulihkan kasih yang mungkin terluka, sehingga hati Anda kembali dipenuhi damai dan sukacita.
Kasih bertumbuh dalam hati yang mengampuni, melepaskan kepahitan, dan mempercayakan setiap luka kepada Tuhan sepenuhnya.




