Senin 20 Juli 2026
MEMELIHARA KASIH MELALUI HUBUNGAN DENGAN TUHAN
Sabda Renungan : ”Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” (Yohanes 15:9)
Kasih kepada Tuhan tidak akan tetap kuat tanpa hubungan yang dekat dengan-Nya. Sama seperti sebuah tanaman membutuhkan air untuk tetap hidup, demikian pula kehidupan rohani membutuhkan persekutuan yang terus-menerus dengan Tuhan. Yesus berkata agar kita tinggal di dalam kasih-Nya. Perintah ini menunjukkan bahwa kasih bukan hanya sebuah pengalaman sesaat, melainkan sebuah kehidupan yang harus dijalani setiap hari.
Banyak orang memulai perjalanan iman dengan semangat yang besar. Mereka rajin berdoa, membaca firman, dan melayani. Namun seiring waktu, kesibukan hidup dapat mengurangi waktu bersama Tuhan. Akibatnya, hati menjadi kering dan kasih kepada Tuhan mulai memudar. Pelayanan tetap berjalan, tetapi kehilangan sukacita dan kehangatan rohani.
Tinggal dalam kasih Kristus berarti menyediakan waktu untuk mendengar suara-Nya dan membangun hubungan yang intim dengan-Nya.
- Melalui doa, kita mencurahkan isi hati kepada Tuhan.
- Melalui firman, kita menerima arahan dan kekuatan.
- Melalui penyembahan, hati kita diperbarui dan dipenuhi damai sejahtera.
Ketika hubungan dengan Tuhan terpelihara, kasih dalam hati juga akan tetap hidup. Kita menjadi lebih peka terhadap kehendak Tuhan dan lebih mampu menghadapi tantangan hidup dengan iman. Kasih kepada Tuhan akan mengalir secara alami dalam kehidupan sehari-hari dan memengaruhi cara kita memperlakukan orang lain.
Hari ini, luangkan waktu secara khusus untuk bersama Tuhan. Jangan biarkan kesibukan mengambil tempat yang seharusnya menjadi milik Tuhan. Semakin dekat kita dengan-Nya, semakin kuat kasih yang bertumbuh dalam hati kita.
Kasih kepada Tuhan tetap hidup ketika hubungan dengan-Nya dipelihara melalui doa, firman, penyembahan, dan ketaatan setiap hari.




