Selasa 14 Juli 2026
KASIH YANG MELIHAT KESEMPATAN
Sabda Renungan : “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5:16)
Seorang penuai yang digerakkan oleh kasih mula-mula akan memandang setiap hari bukan sebagai rutinitas menjemukan, melainkan sebagai ladang kesempatan untuk melayani Tuhan. Ia memahami dengan penuh kesadaran bahwa Allah bekerja secara aktif melalui berbagai situasi hidup, bahkan sengaja mempertemukannya dengan orang-orang yang sedang haus akan kasih Kristus.
Sering kali, banyak peluang emas untuk menjadi berkat terlewatkan begitu saja. Mengapa? Karena hati kita terlalu penuh dan sibuk dengan urusan serta ambisi pribadi. Namun, ketika kasih Kristus merestorasi jiwa, hati kita diubah menjadi lebih peka terhadap kebutuhan sesama. Kita mulai menyadari bahwa hal-hal yang tampaknya sepele—seperti percakapan sederhana di kala senggang, perhatian kecil yang tulus, atau untaian doa singkat—bisa menjadi alat supranatural yang Tuhan pakai untuk menyentuh dan memulihkan hidup seseorang.
Kasih mula-mula menuntun seorang penuai untuk tidak egois atau sekadar menunggu momentum besar yang megah. Sebaliknya, ia memilih untuk setia dan taat dalam perkara-perkara kecil yang dipercayakan Tuhan hari demi hari. Ia sangat memahami bahwa setiap tindakan kasih, sekecil apa pun itu, memiliki bobot nilai kekal yang berharga di hadapan takhta Surgawi.
Karena itu, jangan pernah mengabaikan atau meremehkan kesempatan yang Tuhan bentangkan di hadapan Anda hari ini. Di sekitar kita, mungkin ada jiwa yang sedang patah hati dan sangat membutuhkan penghiburan, perhatian, atau secercah pengharapan baru. Mari bangkit, pergunakan waktu yang ada dengan bijak, dan jadilah saluran kasih Kristus yang nyata bagi mereka sekarang juga.
Kasih semula membuat penuai peka melihat kesempatan melayani dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya.




