Sabtu 11 Juli 2026
MENYALA HINGGA AKHIR
Sabda Renungan : “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7)
Rasul Paulus memberikan teladan yang luar biasa tentang kehidupan yang setia kepada Tuhan. Di akhir pelayanannya, ia dapat berkata dengan penuh keyakinan bahwa ia telah menyelesaikan pertandingan dengan baik dan tetap memelihara iman. Pernyataan ini bukanlah hasil dari perjalanan yang mudah, melainkan buah dari kesetiaan yang terus dipelihara di tengah berbagai tantangan, penderitaan, dan pengorbanan yang ia alami selama melayani Tuhan.
Kasih semula kepada Tuhan tidak cukup hanya dimiliki pada awal perjalanan iman. Banyak orang memulai pelayanan dengan semangat yang besar, penuh antusiasme dan kerinduan untuk melayani. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai kesulitan, kekecewaan, dan kelelahan dapat membuat api kasih itu mulai meredup. Karena itu, Tuhan menghendaki agar setiap orang percaya terus menjaga kasih semula tetap menyala hingga akhir hidupnya.
Seorang penuai yang tetap menyala adalah penuai yang terus membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Ia menyadari bahwa kekuatan untuk bertahan tidak berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Tuhan. Melalui doa, pembacaan firman, penyembahan, dan persekutuan yang erat dengan Tuhan, api kasih itu terus diperbarui dari hari ke hari.
Ketika kasih kepada Tuhan tetap hidup dalam hati, pelayanan tidak akan berubah menjadi rutinitas yang membosankan. Sebaliknya, setiap kesempatan untuk melayani menjadi sukacita dan kehormatan. Tantangan tidak lagi menjadi alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk semakin bergantung kepada Tuhan.
Hari ini, marilah kita berkomitmen untuk menjaga kasih semula tetap menyala. Kiranya ketika perjalanan iman kita berakhir, kita juga dapat berkata seperti Paulus bahwa kita telah memelihara iman dan menyelesaikan panggilan Tuhan dengan setia sampai akhir.
Jagalah kasih semula tetap menyala melalui hubungan dengan Tuhan agar setia menyelesaikan panggilan iman sampai akhir hidup.




