Senin 06 Juli 2026
MENGINGAT KASIH YANG PERTAMA
Sabda Renungan : “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” (Wahyu 2:5)
Ketika seseorang pertama kali mengalami kasih Tuhan, hidupnya mengalami perubahan yang nyata. Hati yang dingin menjadi hangat, yang putus asa menjadi penuh pengharapan, dan yang jauh dari Tuhan menjadi dekat kepada-Nya. Pada masa itu, seorang penuai tidak perlu didorong untuk melayani. Kasih Kristus sendiri menjadi pendorong yang kuat.
Namun seiring berjalannya waktu, berbagai kesibukan dapat menggeser fokus kita. Kita mungkin masih melayani, menghadiri ibadah, dan melakukan tugas rohani, tetapi hati kita tidak lagi memiliki kerinduan yang sama seperti dahulu. Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita lakukan, tetapi juga mengamati motivasi hati kita.
Tuhan meminta jemaat Efesus untuk mengingat dari mana mereka telah jatuh. Mengingat kasih mula-mula berarti mengingat bagaimana Tuhan menyelamatkan kita, mengampuni dosa kita, dan mengubah hidup kita. Saat kenangan akan kasih Tuhan memenuhi hati, ucapan syukur akan muncul kembali.
Penuai yang mengingat kasih semula akan kembali memiliki belas kasihan kepada jiwa-jiwa. Ia tidak lagi melayani demi pengakuan atau rutinitas, tetapi karena mengasihi Tuhan. Kasih yang benar selalu menghasilkan pelayanan yang tulus
Hari ini luangkan waktu untuk mengingat perjalanan bersama Tuhan. Biarkan Roh Kudus menyegarkan kembali kasih yang pernah begitu menyala dalam hati Anda.
Ingatlah kasih Tuhan yang mula-mula agar semangat melayani, mengasihi jiwa, dan menghasilkan buah kembali menyala setiap hari.




