Sabtu 04 Juli 2026
BERSAMA MEMBAWA JIWA KEPADA TUHAN
Sabda Renungan : “Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata:”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:16-20)
Matius 28:19 berkata, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Ayat ini adalah Amanat Agung yang diberikan Tuhan kepada setiap orang percaya. Tugas membawa jiwa kepada Tuhan bukan hanya tanggung jawab gereja, tetapi juga panggilan bagi setiap keluarga Kristen.
Keluarga dapat menjadi alat Tuhan melalui kesaksian hidup sehari-hari. Sikap penuh kasih, kerendahan hati, dan kehidupan yang takut akan Tuhan dapat menjadi terang bagi orang-orang di sekitar. Ketika keluarga hidup dalam kasih Kristus, banyak orang akan melihat damai sejahtera Tuhan melalui kehidupan mereka.
Membawa jiwa kepada Tuhan tidak selalu dilakukan melalui khotbah besar. Perhatian sederhana, doa, dan kesediaan menolong dapat membuka hati seseorang untuk mengenal Tuhan. Tuhan dapat memakai keluarga sebagai saluran kasih dan pengharapan bagi dunia yang membutuhkan-Nya.
Hari ini, marilah kita memiliki hati yang peduli kepada jiwa-jiwa. Doakan keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar yang belum mengenal Tuhan. Jangan takut menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Roh Kudus akan menolong dan memampukan kita.
Ketika keluarga bersama-sama hidup bagi Tuhan, mereka akan menjadi berkat yang besar bagi banyak orang. Biarlah setiap rumah dipakai Tuhan untuk membawa keselamatan dan pengharapan sehingga semakin banyak jiwa datang kepada Kristus.
Keluarga dipanggil menjadi saksi Kristus dan membawa jiwa kepada Tuhan melalui kasih, doa, serta kehidupan yang benar.




