Selasa 30 Juni 2026
RUMAH YANG MENJADI TEMPAT PERTUMBUHAN IMAN
Sabda Renungan : “Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya; siapa ingin memelihara diri menjauhi orang itu. Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:5-6)
Amsal 22:6 berkata, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya.” Firman Tuhan ini menegaskan bahwa keluarga memiliki peranan penting dalam membangun iman anak-anak dan generasi berikutnya. Rumah adalah tempat pertama seseorang belajar mengenal kasih, doa, dan firman Tuhan.
Di zaman sekarang, banyak keluarga lebih fokus pada keberhasilan duniawi daripada pertumbuhan rohani. Kesibukan sering membuat waktu bersama keluarga menjadi berkurang. Akibatnya, anak-anak lebih mudah dipengaruhi dunia daripada nilai-nilai firman Tuhan. Karena itu, keluarga perlu kembali menjadikan Tuhan pusat kehidupan rumah tangga.
Pertumbuhan iman tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan keteladanan, doa, dan kasih yang nyata setiap hari. Anak-anak belajar bukan hanya melalui nasihat, tetapi juga melalui kehidupan orang tua. Ketika orang tua hidup takut akan Tuhan, anak-anak akan melihat dan belajar dari teladan tersebut.
Membangun mezbah doa keluarga, membaca firman Tuhan bersama, dan saling menguatkan dalam iman dapat menciptakan suasana rumah yang penuh damai sejahtera. Kehadiran Tuhan dalam keluarga akan menjadi dasar yang kuat menghadapi tantangan hidup.
Hari ini, marilah kita menjadikan rumah sebagai tempat bertumbuhnya iman dan kasih Kristus. Jangan menyerahkan pendidikan rohani hanya kepada gereja. Tuhan mempercayakan keluarga untuk menanamkan nilai-nilai kebenaran kepada generasi berikutnya. Ketika keluarga hidup dekat dengan Tuhan, rumah akan dipenuhi sukacita dan pengharapan yang berasal dari-Nya.
Rumah yang berpusat pada Tuhan akan menjadi tempat pertumbuhan iman, kasih, dan pengharapan bagi seluruh keluarga bersama.




