Jumat 19 Juni 2026
RUMAH YANG DIBANGUN DI ATAS TUHAN
Sabda Renungan : “Oleh sebab itu, takutlah akan Tuhan dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada Tuhan. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (Yosua 24:14-15)
Yosua berkata, “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Ayat ini menunjukkan komitmen sebuah keluarga untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan. Keluarga yang dibangun di atas Tuhan akan memiliki dasar yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Di zaman sekarang, banyak keluarga menghadapi masalah karena kehilangan nilai rohani. Kesibukan, perbedaan pendapat, dan pengaruh dunia sering membuat hubungan keluarga menjadi renggang. Karena itu, setiap keluarga membutuhkan Tuhan sebagai dasar kasih, pengampunan, dan persatuan.
Membangun rumah di atas Tuhan berarti melibatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Melalui doa bersama, membaca firman Tuhan, dan saling mendukung dalam iman, keluarga akan bertumbuh semakin kuat. Kehadiran Tuhan membawa damai sejahtera dan pengharapan di tengah pergumulan.
Hari ini, marilah kita mengambil keputusan seperti Yosua untuk tetap setia melayani Tuhan bersama keluarga. Jadikan rumah sebagai tempat bertumbuhnya kasih, iman, dan pengharapan. Ketika Tuhan menjadi pusat keluarga, setiap anggota keluarga akan belajar hidup dalam kasih dan kebenaran.
Sekalipun badai kehidupan datang, keluarga yang berpegang kepada Tuhan tidak akan mudah goyah. Tuhan akan memimpin, menjaga, dan memberkati setiap langkah kehidupan keluarga kita.
Keluarga yang menjadikan Tuhan pusat hidup akan dipenuhi kasih, damai sejahtera, dan kekuatan menghadapi setiap tantangan bersama.




