Kamis 18 Juni 2026
KESETIAAN DALAM MENABUR KASIH
Sabda Renungan : “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” (Galatia 6:8-10)
Galatia 6:9 berkata, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik.” Firman ini mengingatkan bahwa hidup dalam kasih dan kebaikan membutuhkan kesetiaan dan ketekunan. Terkadang kita merasa lelah ketika kebaikan yang dilakukan tidak dihargai atau tidak langsung menghasilkan perubahan. Namun Tuhan melihat setiap tindakan kasih yang dilakukan dengan tulus.
Dalam keluarga maupun pelayanan, menabur kasih sering kali membutuhkan pengorbanan. Ada saat kita harus tetap sabar menghadapi perbedaan, mengampuni kesalahan, dan terus mendukung orang-orang yang kita kasihi. Walaupun terasa berat, kasih yang dilakukan dengan setia akan menghasilkan buah pada waktu Tuhan.
Yesus sendiri memberikan teladan kasih yang sempurna. Dia tetap mengasihi, melayani, dan mengampuni meskipun menghadapi penolakan dan penderitaan. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk tetap hidup dalam kasih setiap hari.
Hari ini, jangan menyerah untuk melakukan kebaikan. Mungkin hasilnya belum terlihat sekarang, tetapi Tuhan sedang bekerja melalui setiap benih kasih yang kita tabur. Sikap sederhana seperti perhatian, doa, dan pengampunan dapat menjadi alat Tuhan untuk memulihkan hubungan dan membawa damai sejahtera.
Tetaplah percaya bahwa kasih yang dilakukan dengan setia tidak akan pernah sia-sia. Tuhan akan memakai hidup kita menjadi berkat bagi keluarga dan orang-orang di sekitar kita.
Tetaplah setia menabur kasih dan kebaikan, sebab Tuhan bekerja melalui setiap tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus.




