Senin 01 Juni 2026
PERINTAH UNTUK MENYERAH, BUKAN MENGUASAI
Sabda Renungan : “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” (Efesus 5:18)
Dalam Efesus 5:18, Paulus memberikan sebuah instruksi yang sering kali kita anggap sebagai sekadar saran rohani. Namun, dalam teks aslinya, kalimat “Hendaklah kamu penuh dengan Roh” merupakan sebuah perintah (imperative). Artinya, dipenuhi oleh Roh Kudus bukanlah pilihan bagi orang Kristen yang “super-spiritual” saja, melainkan kewajiban bagi setiap orang percaya. Kita tidak diperintahkan untuk menguasai Roh Kudus demi kepentingan kita, melainkan untuk menyerahkan diri agar dikuasai oleh-Nya.
Analogi yang digunakan Paulus sangat menarik: ia membandingkan kepenuhan Roh dengan mabuk anggur. Saat seseorang mabuk, kesadaran, cara bicara, hingga langkah kakinya berada di bawah kendali alkohol. Demikian pula dengan kepenuhan Roh; itu adalah kondisi di mana pengaruh Roh Kudus jauh lebih kuat daripada pengaruh keinginan daging kita. Perbedaannya, jika anggur membawa pada dekadensi dan hilangnya kontrol diri, Roh Kudus justru membawa kita pada ketertiban dan kendali diri yang selaras dengan kehendak Allah.
Menyerah kepada Roh berarti mengakui bahwa kemudi hidup kita tidak lagi berada di tangan kita sendiri. Sering kali kita merasa mampu mengatur segalanya, namun perintah ini memanggil kita untuk berhenti memegang kendali ego. Dipenuhi terus-menerus berarti ada proses penyerahan diri yang dilakukan secara berulang setiap pagi. Kita mengosongkan cangkir diri kita yang penuh dengan ambisi pribadi agar dapat diisi sepenuhnya oleh pengaruh surgawi yang menguburkan sifat-sifat lama kita.
Oleh karena itu, marilah kita memandang kepenuhan Roh sebagai gaya hidup yang tunduk. Kepenuhan ini tidak terjadi secara otomatis, melainkan memerlukan hati yang terbuka dan bersedia dipimpin. Ketika kita taat pada perintah untuk menyerah ini, hidup kita akan memancarkan kualitas yang melampaui kemampuan alami manusia. Kita tidak lagi berjalan menurut kemauan sendiri, melainkan bergerak dalam ritme anugerah yang memampukan kita menjadi saksi Kristus yang efektif di dunia yang kacau ini.
Dipenuhi Roh adalah perintah untuk tunduk pada kendali Tuhan, menggantikan ego dengan kuasa-Nya agar hidup kita memancarkan kemuliaan surgawi.




