Selasa 26 Mei 2026
MENANTI DENGAN SETIA
Sabda Renungan : “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31)
Sesaat sebelum peristiwa Kenaikan Yesus Kristus, Yesus Kristus memberikan sebuah perintah yang sederhana namun tidak mudah: menunggu. Para murid diminta untuk tidak meninggalkan Yerusalem, tetapi menantikan janji Bapa, yaitu kehadiran Roh Kudus. Bagi manusia yang cenderung ingin segera bertindak, menunggu sering terasa membingungkan, bahkan melelahkan.
Para murid sebenarnya memiliki alasan untuk segera bergerak. Mereka telah melihat kebangkitan Yesus dan memahami bahwa kabar keselamatan harus diberitakan. Namun, Yesus tahu bahwa mereka belum siap berjalan dengan kekuatan sendiri. Mereka membutuhkan kuasa dari atas, yaitu Roh Kudus, agar mampu menjalankan misi dengan benar dan penuh keberanian.
Menunggu dalam rencana Tuhan bukan berarti pasif atau tidak melakukan apa-apa. Menunggu adalah proses mempersiapkan hati, membangun ketaatan, dan belajar mempercayai waktu Tuhan. Dalam penantian, iman kita diuji: apakah kita tetap percaya ketika belum melihat jawaban? Apakah kita tetap setia ketika keadaan belum berubah?
Sering kali dalam hidup, kita juga berada dalam masa “menunggu.” Menunggu jawaban doa, menunggu arah yang jelas, atau menunggu pemulihan. Pada saat-saat seperti itu, kita bisa tergoda untuk mengambil jalan sendiri. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa ada kuasa yang disediakan bagi mereka yang mau menanti dengan setia.
Roh Kudus bukan hanya janji bagi para murid di masa lalu, tetapi juga bagi kita hari ini. Ia menolong, menguatkan, dan memimpin setiap langkah kita. Ketika kita belajar menunggu dengan hati yang percaya, kita sedang membuka diri untuk menerima karya Tuhan yang lebih besar.
Hari ini, jangan terburu-buru meninggalkan tempat di mana Tuhan meminta kita untuk tinggal. Tetaplah setia dalam penantian. Sebab di balik proses menunggu, Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih indah dan penuh kuasa bagi hidup kita.
Menanti Tuhan bukan pasif, tetapi percaya pada waktu-Nya; Roh Kudus memampukan kita setia, dikuatkan, dan siap menjalani panggilan dengan iman yang teguh.




