Kamis 07 Mei 2026
HIKMAT LEBIH BERHARGA DARI KEKUATAN
Sabda Renungan : “Kataku: ‘Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengarkan.” (Pengkhotbah 9:16)
Raja Salomo menjelaskan keunggulan hikmat melalui sebuah ilustrasi tentang kota kecil yang diserang oleh kerajaan besar. Secara logika, kota kecil itu tidak memiliki harapan. Kekuatan militer yang besar dan strategi perang yang matang membuat kekalahan tampak tidak terhindarkan. Melawan berarti kalah, menyerah berarti tertindas.
Namun, di kota kecil itu terdapat seorang yang berhikmat, meskipun ia seorang miskin. Melalui hikmatnya, ia merancang strategi sederhana yang mampu menyelamatkan kota tersebut. Kisah ini menunjukkan bahwa hikmat lebih berkuasa daripada kekuatan fisik maupun kekayaan. Orang berhikmat tidak harus kaya, dan orang kaya belum tentu berhikmat.
Menariknya, orang miskin yang berhikmat itu tidak mendapatkan penghargaan atas jasanya. Bahkan, ada orang lain yang berlaku curang dan justru menerima kehormatan. Hal ini menggambarkan kenyataan hidup bahwa keadilan di dunia tidak selalu ditegakkan dengan sempurna. Namun, hikmat sejati tidak mencari pujian atau penghormatan. Tujuannya adalah memberikan solusi dan menyelamatkan.
Kisah serupa terlihat dalam kehidupan Yusuf. Ia menggunakan hikmat dari Allah untuk menolong orang lain, termasuk menafsirkan mimpi pejabat istana. Namun, jasanya dilupakan (Kejadian 40:23). Meski demikian, Yusuf tidak menjadi pahit hati. Ia tetap setia kepada Allah dan menjalankan tanggung jawabnya dengan setia.
Pada akhirnya, Allah sendiri yang meninggikan Yusuf pada waktu yang tepat. Ia dipakai untuk menyelamatkan banyak orang. Hal ini menunjukkan bahwa penghargaan sejati datang dari Tuhan, bukan dari manusia.
Karena itu, marilah kita hidup dengan hikmat, tidak mencari pujian manusia, tetapi setia melakukan yang benar. Tuhan melihat setiap perbuatan kita dan akan memberikan upah pada waktu-Nya. MT
Hikmat lebih berharga dari kekuatan, tidak mencari pujian manusia, tetapi Tuhan setia memberi upah pada waktu-Nya bagi orang setia.





